Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

Rumah tangga RASULULLAH

Written By Ummu Marwah on Sabtu, 07 April 2012 | 10.04

بِسْـــــــــــــــــــــ ـمِ اﷲِارَّتْمَنِ ارَّتِيم

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ











●▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●

           RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW

●▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●



1) Rumah tangga RASULULLAH sebelum hijrah berada di kota Mekkah,anggotanya terdiri dari beliau sendiri dan istrinya,Khadijah binti Khuwailid.Beliau menikahinya pada saat beliau berumur 25 tahun,sedangkan Khadijah berumur 40 tahun.Ia adalah wanita pertama yang di nikahi oleh beliau,dan beliau tidak pernah memadunya.

Dari Khadijah Rasulullah dikaruniai beberapa anak laki-laki dan perempuan.Adapun yang laki-laki,tidak satupun yang hidup,sedangkan yang perempuan adalah: Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
Zainab dinikahi oleh anak bibinya (bibi dari ibunya)yaitu al-Ash bin Rabi,Ruqayyah dan Ummu Kultsum kedua-duanya dinikahi oleh Utsman satu demi satu,dan Fatimah dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib pada waktu antara perang Badar dan perang Uhud.Dari Fatimah telah lahir al-Hasan,al-Husain,Zainab,dan Ummu Kultsum.

Sebagaimana telah diketahui bahwasanya Nabi dibedakan dari umatnya dengan di halalkan baginya untuk menikahi lebih dari empat istri dengan berbagai tujuan.Jumlah wanita yang telah dinikahi beliau ada tiga belas orang,sembilan diantaranya ditinggal mati oleh Rasulullah,dua yang lainnya meninggal dunia sewaktu Rasulullah masih hidup,yaitu Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah,yang lebih dikenal dengan panggilan Ummul Masakin,dan dua istri Rasulullah yang belum pernah digauli olehnya.


 
[ Reruntuhan Rumah Kediaman Nabi SAW dan Siti Khadijah ]


 
[ Kamar Nabi SAW dan Siti Khadijah ]





Berikut ini nama-nama mereka dan sedikit pengetahuan tentang mereka:


2) Saudah binti Zam'ah,dinikahi Rasulullah pada bulan Syawwal tahun 10 dari kenabian,beberapa hari setelah meninggalnya Khadijah.Sebelumnya ia dinikahi oleh anak pamannya bernama Sakran bin Amr yang meninggal sewaktu masih bersamanya.




3) Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, dinikahi Rasulullah pada bulan Syawwal tahun 11 dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah, yakni dua tahun lima bulan sebelum hijrah.


 
[ Gamis RasuLuLLah SAW ]


4) Hafshah binti Umar bin al-Khaththab,ia ditinggal mati suaminya,Khumais bin Hudzaifah as-Sahmi pada waktu antara (peperangan) Badar dan Uhud.Kemudian dinikahi Rasulullah pada tahun ke 3 hijriyah.


 
[ Reruntuhan Rumah Nabi SAW ]



5) Zainab binti Khuzaimah (keturunan) dari bani Hilal bin Amir bin Sha'aha'ah.Ia dijuluki dengan Ummul Masakin, (ibunya orang-orang miskin) karena kemurahan dan rasa kasih sayangnya terhadap orang-orang miskin.Sebelumnya,ia dinikahi oleh Abdullah bin Jahsy yang mati syahid pada perang Uhud,kemudian Rasulullah menikahinya pada tahun ke-4 hijriyah,dua atau tiga bulan setelah pernikahan ini,ia meninggal dunia.


[ Replika Kediaman Nabi SAW dan KeLuarganya ]


6) Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah,yang sebelumnya dinikahi oleh Abu Salamah yang meninggal dunia pada bulan Jumadil Akhir,tahun 4 hijriyah.Kemudian Rasulullah menikahinya pada bulan Syawwal tahun itu juga.


 
[ Replika Kediaman Nabi SAW dan KeLuarganya ]


7) Zainab binti Jahsy bin Rayyab (keturunan) dari bani As'ad bin Khuzaimah.Ia adalah anak paman Rasulullah.Sebelumnya ia dinikahi oleh Zaid bin Haritsah,yang pernah menjadi anak angkat Rasulullah,setelah itu Zaid menceraikannya dan beliau menikahinya.



[ SandaL Nabi Muhammad SAW ]




KEMUDIAN ALLAH MENURUNKAN FIRMAN-NYA YANG DITUJUKAN KEPADA RASULULLAH.

ALLAH berfirman:   

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

33.37. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.
Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya.
Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

(QS.Al-Ahzab: 37)


Telah turun kepada Zainab beberapa ayat dalam surat al-Ahzab yang telah menjelaskan secara terperinci masalah anak angkat,permasalahan tersebut akan disebutkan nanti.Ia dinikahi Rasulullah pada bulan Dzulqa'dah tahun ke 5 hijriyah.


 
[ Tongkat Nabi Muhammad SAW ]




8) Juwairiyah binti al-Harits penghulu bani al-Mushthaliq dari (kabilah) Khuza'ah.Sebelumnya ia adalah tawanan yang berasal dari Bani Mushthaliq,ia dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syammas.Kemudian Tsabit mengadakan mukatabah dengannya (perjanjian untuk memerdekakannya dengan tebusan).Kemudian Rasulullah yang memenuhi seluruh tebusan kemerdekaannya lalu menikahinya pada tahun keenam hijriyah.


 
[ Sorban RasuLuLLah SAW ]



9) Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan,yang sebelumnya dinikahi oleh Ubaidillah bin Jahsy dan bersamanya ia hijrah ke Habasyah, akan tetapi Ubaidillah murtad karena masuk agama Nasrani dan mati disana.Adapun Ummu Habibah ia masih tetap dalam agamanya dan hijrahnya,
Ketika Rasulullah mengutus Amr bin Umayyah adh-Dhamri untuk mengirim suratnya kepada raja an-Najasyi pada bulan Muharram tahun ke 7 hijriyah,beliau melamarnya kepada an-Najasyi dan selanjutnya an-Najasyi menikahkannya dengan beliau,kemudian mengutus Syurahbil bin Hasanah untuk membawanya kepada Rasulullah.


[ Jubah dan Gamis RasuLuLLah SAW ]



10) Shafiyah binti Huyay bin Akhthab adalah dari keturunan Bani Israil,sebelumnya ia menjadi tawanan dalam perang Khaibar,Rasulullah memilihnya untuk dirinya,kemudian beliau memerdekakannya dan menikahinya setelah penaklukan Khaibar tahun ke 7 hijriyah.


 
[ Baju dan Barang Barang PeninggaLan Nabi SAW ]



11) Maimunah binti al-Harits,saudara perempuan Ummu al-Fadhl Lubabah binti al-Harits,ia dinikahi Rasulullah pada bulan Dzulqa'dah tahun ketujuh hijriyah,pada saat menunaikan qadha' umrah,setelah tahallul sesuai dengan pendapat yang Shahih.

Sebelas wanita yang mulia tersebut adalah wanita-wanita yang telah dinikaihi oleh Rasulullah dan telah dicampurinya.Dua diantaranya,yaitu Khadijah dan Zainab Ummul Masakin meninggal dunia sewaktu Rasulullah masih hidup,dan sembilan yang lainnya ditinggal mati oleh beliau.


 
[ Jubah Nabi Muhammad SAW ]



Adapun dua istri yang belum dicampurinya, yang satu berasal dari bani Kilab dan satunya lagi berasal dari Kindah yang dikenal dengan Jauniyah,dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat yang tidak perlu disebutkan.

Sedangkan dari kalangan budak,sebagaimana yang sudah diketahui bahwa beliau telah mengambil dua budak wanita,salah satunya adalah Mar'atul Qibtiyah hadiyah dari Muqauqis,ia melahirkan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal sewaktu kecil di Madinah pada saat Rasulullah masih hidup,tepatnya pada tanggal 28 atau 29 Syawwal tahun ke 10 hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 27 Januari 632 Masehi.


 
[ TeLapak Kaki RasuLuLLah SAW ]



Barang siapa yang memperhatikan kehidupan Rasulullah,maka ia akan mengetahui benar bahwa jumlah istrinya yang sebanyak ini adalah pada masa-masa akhir dari umurnya setelah beliau menghabiskan keindahan masa mudanya yang hampir 30 tahun dan hari-harinya yang paling indah hanya terfokus pada satu istri yang sudah hampir menjadi wanita tua,yaitu bersama khadijah kemudian Saudah.Dan niscaya ia mengetahui benar bahwa pernikahannya tersebut bukan karena beliau mempunyai kekuatan syahwat yang besar dan membuatnya tidak sabar untuk menahan diri,kecuali dengan jumalah yang besar dari wanita,"AKAN TETAPI"karena ada tujuan-tujuan lain yang lebih mulia dan lebih agung dari tujuan pernikahan pada umumnya.


 
[ Rambut RasuLuLLah SAW ]


Sikap Rasulullah dalam menjadikan Abu Bakar dan Umar sebagai mertua dengan menikahi Aisyah dan Hafshah,begitu juga beliau menikahkan putrinya Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib dan menikahkannya putrinya Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan,menunjukkan bahwa dibalik itu semua, Rasulullah ingin memperkuat hubungan beliau dengan keempat orang tersebut,yang terkenal perjuangan dan pengorbanan mereka untuk Islam pada masa-masa krisis yang melanda perjalanan perjuangan Islam,sehingga ALLAH menghendaki Islam bisa melalui semua itu dengan selamat.






Diantara adat kebiasaan orang-orang Arab adalah "MEMULIAKAN IKATAN PERKAWINAN". Ikatan perkawinan menurut mereka merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu yang mengakrabkan antara kabilah-kabilah yang berbeda.Mereka memandang bahwa"MEMUSUHI DAN MEMERANGI ORANG-ORANG YANG BERADA DALAM IKATAN PERKAWINAN ADALAH PERBUATAN TERCELA DAN AIB BAGI DIRI  MEREKA."

Maka dengan menikahi banyak ummul Mukminin (julukan istri-istri Nabi).Tujuan Rasulullah ingin memutuskan bentuk permusuhan kabilah-kabilah terhadap Islam dan meredam ketajaman kebencian mereka.



 
[ Mangkuk Minum RasuLuLLah SAW ]


Ummu Salamah (misalnya),ia ia berasal dari Bani Makhzum,kerabat Abu Jahl dan Khalid bin al-Walid.Ketika Rasulullah menikahinya,maka Khalid tidak lagi bersikap (keras) terhadap kaum Muslimin sebagaimana sikap kerasnya dalam perang Uhud,bahkan tidak begitu lama ia memeluk Islam dengan suka rela dengan kemauannya sendiri.

Begitu juga dengan Abu Sufyan, ia tidak menghadapi Rasulullah dengan peperangan apapun  setelah beliau menikahi anaknya Ummu Habibah. Begitu juga kita tidak melihat adanya teror dan permusuhan apapun dari dua kabilah Bani Musthaliq dan Bani an-Nadhir setelah beliau menikah dengan Juwairiyyah dan Shafiyyah.

Bahkan Juwairiyyah adalah seorang wanita yang paling besar berkahnya bagi kaumnya, dimana para sahabat telah melepas tawanan sejumlah seratus keluargga yang berasal dari kaumnya ketika Rasulullah menikahinya.Mereka (para sahabat) berkata, "Mereka adalah besan-besan Rasulullah. "Tidak samar lagi,bahwa karunia tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar kepada jiwa.


 
[ Kotak Penyimpanan Siti Fatimah Az Zahra ]


Yang lebih besar dan lebih agung lagi dari semua itu,Nabi di perintahkan untuk mensucikan dan mendidik kaum yang belum mengetahui sedikitpun tentang etika-etika budaya dan peradaban serta komitmen dengan perantara sosial budaya.

Beliau juga diperintahkan untuk ikut serta dalam membangun dan memperkuat (tatanan kehidupan) masyarakat.
Dasar-dasar ini yang menjadi pondasi untuk membangun masyarakat Islami tidak membolehkan laki-laki bercampur baur dengan kaum perempuan secara bebas.Maka tidak mungkin untuk mendidik kaum wanita sekaligus dengan tetap menjaga dasar-dasar tersebut,pada hal kebutuhan mendesak untuk mendidik mereka,dan tidak lebih ringan dan penting dari pada mendidik kaum laki-laki,karena hal tersebut lebih mendesak.






Jika demikian kondisinya,maka tidak ada jalan lain bagi Nabi,kecuali beliau memilih wanita-wanita yang berumur dan latar belakang mereka berbeda-beda yang dapat memenuhi tujuan tersebut.Kemudian beliau mensucikan,mendidik,dan mengajarkan kepada mereka hukum-hukum syar'i,serta membekali mereka dengan pengetahuan Islam,mempersiapkan mereka untuk mendidik wanita-wanita Badui (dusun) dan wanita yang sudah berbudaya,wanita-wanita yang sudah tua maupun yang masih muda,sehingga mereka (para istri Rasulullah) mempunyai bekal yang cukup dalam menyampaikan (agama) kepada kaumnya.

Istri-istri Rasulullah mempunyai jasa yang besar dalam menyampaikan kepada manusia tentang keadaan-keadaan Nabi di rumah,khususnya di antara mereka ada yang hidup lama bersama Rasulullah seperti Aisyah.Ia telah banyak meriwayatkan tentang perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan  Nabi.


 
[ Pedang Kesayangan Nabi Muhammad SAW-Dzulfiqar ]




Ada satu bentuk pernikahan (yang dilakukan Rasulullah)untuk tujuan menghapus adat jahiliyah yang sudah mendarah daging,yaitu masalah adopsi.Bagi bangsa Arab pada masa jahiliyah,orang yang mengadopsi sebagai anak memiliki kehormatan dan hak-hak yang sama persis dengan hak dan kehormatan yang dimiliki oleh anak kandung yang sebenarnya.
Prinsip adat tersebut telah mengakar didalam hati dan tidak mudah untuk menghapusnya,padahal prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh  Islam dalam permasalahan nikah,talak,warisan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan mu'amalah.
Prinsip adat jahiliyah tersebut telah telah mengakibatkan banyak kerusakan dan kekejian,dimana Islam datang untuk menghapusnya.

Untuk menghancurkan adat tersebut,ALLAH telah membatalkan kebiasaan adopsi dan memerintahkan kepada Rasulullah untuk menikahi putri bibinya,yaitu Zainab binti Jahsy, yang sebelumnya adalah sebagai istri Zaid,yang keduanya belum pernah merasakan keharmonisan,karena tidak setara dalam status sosialnya,sehingga Zaid berkeinginan untuk menceraikannya.


[ HeLm Besi/Perang RasuLuLLah SAW ]


Dan hal ini terjadi disaat pasukan sekutu (Ahzab) sedang mengepung Rasulullah dan umat Islam.Pada saat itu beliau tengah merasakan kekhawatiran akan propaganda kaum munafikin,kaum musyrikin dan orang-orang Yahudi,ditambah lagi kekhawtiran pengaruh buruknya didalam hati sebagian orang yang lemah imannya.Oleh karena itu beliau ingin sekali agar Zaid tidak menceraikan istrinya supaya beliau tidak jatuh ke dalam ujian tersebut.
Tidak diragukan lagi,bahwa keragu-raguan sangat tidak sejalan dengan kesempurnaan tujuan diutusnya Rasulullah,maka dari itu ALLAH mengingatkan beliau dengan Firman-Nya:  (QS.Al-Ahzab:37 )


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
♥ღϠ₡ღ♥ Semogah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,....wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥

 
[ Jubah RasuLuLLah SAW ]

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami