Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***HUKUM ISLAM YANG BERSIFAT ADIL MENURUT TASYRI’ AL-QUR’AN AL KARIM [Part.1]***

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 01.01


Oleh Ummu Marwah 20 Agustus 2011










بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Manusia di hadapan ALLAH adalah sama kedudukannya.

Tasyri’ QUR’AN melihat mereka dari asal penciptaannya adalah satu.Lalu ia berlaku adil di antara mereka. ALLAH berfirman:



”SESUNGGUHNYA ALLAH MENYURUH KAMU MENYAMPAIKAN AMANAT KEPADA YANG BERHAK MENERIMANYA DAN (MENYURUH KAMU) APABILA MENETAPKAN HUKUM DI ANTARA MANUSIA SUPAYA KAMU MENETAPKAN DENGAN ADIL.” [QS. An-Nisaa : 58]

ALLAH pada ayat di atas memerintahkan manusia untuk berlaku adil di antara manusia.Tidak membedakan suatu umat dengan umat yang lain,suatu bangsa dengan bangsa yang lain.suatu warna kulit dengan warna kulit yang lain.









ARTI ADIL DI SINI ADALAH:”memberikan kepada seseorang sesuai dengan haknya.Menghilangkan kesewenang-wenangan dan kezaliman kepada siapa saja yang mengatur semua urusan manusia yang bisa diberikan kebaikan (maslahat) kepada mereka. [dipetik dari kitab At Tahrir wa At Tanwir,4/162]







Keadilan merupakan fenomena yang tampak dari Tasyri’ AL-QUR’AN,dan ini adalah parameter kehidupan sosial yang sebenarnya.

Yang mana di atasnya tegak bangunan Jam’ah,yang terangkai semua kerja social kemasyarakatan,baik yang kecil maupun yang besar.Yang berdiri kokoh di atas pondasi keadilan,maka sebuah bangunan masyarakat akan roboh,walau sekuat apapun juga ,jika asas pondasi ke adilan tidak sesuai dengan AL-QUR’AN yang ditegakan.

Karena keadilan merupakan pilar dan dasar bagi sebuah tatanan sosial yang baik.Oleh karena itu datang perintah untuk berlaku adil dalam ayat yang sarat maknanya di dalam AL-QUR’AN yang agung.



Sebagaimana firman-Nya:



”SESUNGGUHNYA ALLAH MENYURUH KAMU BERLAKU ADIL DAN BERBUAT KEBAIKAN,MEMBERI KEPADA KAUM KERABAT,DAN ALLAH MELARANG DARI PERBUATAN KEJI,MUNGKAR DAN PERMUSUHAN.DIA MEMBERI PENGAJARAN KEPADA KAMU AGAR KAMU DAPAT MENGAMBIL PELAJARAN. [QS.An-Nahl : 90]





Imam Al Qurthubi berkata:” Ayat ini TERMASUK DALAM KATEGORI AYAT HUKUM YANG PALING POKOK,YANG BERISI TIANG AGAMA DAN DASAR SYARIAT SELURUHNYA.” [Lihat kitab Al Jami’ Liahkamil Qur’an, 5/285]





Keadilan dalam tasyri Qur’ani mempunyai arti yang jauh dan luas dari pada yang lainnya.Yang demikian itu karena ia bertujuan untuk mengangkat moral manusia kepada puncak yang tertinggi.Hal ini dapat diketahui dari sinonim kata dalam kamus bahasa Arab.Yang secara praktis dapat dilihat dari pengunaan kata tersebut dalam AL-QUR’AN.Maka adil sering di ungkapkan dengan “AL-QISTH” yaitu:memberikan bagian atau jatah sesuai dengan tuntunan obyektifitasnya. [lihat penjelasan dalam Kitab,AL Mufradat fii gharibil Qur’an,hal ;403]

















::::::::::::::::::::::::::: AL-QUR’AN MENGOBARKAN SEMANGAT KEADILAN ::::::::::::::::::::::::::::::



AL-QUR’AN AL-ADZIM secara terang-terangan menjelaskan tentang kecintaan ALLAH terhadap hamba-hamba-Nya yang mampu berlaku adil,dibanyak tempat.



Diantaranya adalah firman ALLAH:



”DAN JIKA KAMU MEMUTUSKAN PERKARA,PUTUSKANLAH (PERKARA ITU)DI ANTARA MEREKA DENGAN ADIL.SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG ADIL.” [QS.AL-MAIDAH;42]



Dan juga firman-Nya:”MAKA DAMAIKANLAH ANTARA KEDUANYA DENGAN ADIL DAN BERLAKU ADILAH.SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL.” [QS.AL-HUJURAAT; 9]



Juga firman-Nya:



”ALLAH TIDAK MELARAG KAMU UNTUK BERBUAT BAIK BERLAKU ADIL TERHADAP ORANG-ORANG YANG MEMERANGIMU KARENA AGAMA DAN TIDAK (PULA) MENGUSIR KAMU DARI NEGERIMU.SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL.” [QS.AL-MUMTAHANAH; 8]







Terkadang AL-QUR’AN AL-ADZIM membahas adil dengan kata “AL-MIZAN” (NERACA ATAU SIMBOL KEADILAN),sebagaimana firman-Nya:



“DAN ALLAH TELAH MENINGGIKAN LANGIT DAN DIA MELETAKKAN NERACA (KEADILAN).” [QS.AR RAHMAN: 7]



Maksud neraca (timbangan) di atas adalah keadilan.



Dan ALLAH berfirman:



”SUPAYA KAMU JANGAN MELAMPAUI BATAS TENTANG NERACA ITU.DAN TEGAKKANLAH TIMBANGAN ITU DENGAN ADIL DAN JANGANLAH KAMU MENGURANGI NERACA ITU.” [QS. AR RAHMAN : 8-9]



Yakni:Sebagaimana ALLAH telah menciptakan langit dan bumi dengan benar dan adil,maka berlaku adilah agar semua perkara dapat tegak di atas dasar kebenaran dan kedilan. [Dipetik dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir,7/495]



Orang yang menghayati kandungan ayat di atas,maka dia akan menemukan bahwa ayat-ayat di atas berbicara tentang nikmat dari penciptaan manusia,nikmat wahyu,ketundukan alam semesta dan tegaknya di atas keadilan dan neraca (symbol keadilan).Kemudian datang perintah kepada kita untuk berlaku adil,seimbang,obyeksif dan moderat,

sebagaimana firman-Nya:



” (TUHAN) YANG MAHA PEMURAH.YANG TELAH MENGAJARKAN AL-QUR’AN.DIA MENCIPTAKAN MANUSIA,MENGAJARINYA PANDAI BERBICARA.MATAHARI DAN BULAN (BEREDAR)MENURUT PERHITUNGAN.DAN TUMBUH-TUMBUHAN DAN POHON-POHONAN,KEDUANYA TUNDUK KEPADA-NYA.DAN ALLAH MENINGGIKAN LANGIT DAN DIA MELETAKAN NERACA (KEADILAN).SUPAYA KAMU JANGAN MELAMPAUI BATAS TENTANG NERACA ITU.DAN TEGAKKANLAH TIMBANGAN ITU DENGAN ADIL DAN JANGANLAH KAMU MENGURANGI NERACA ITU.” [QS.AR-RAHMAN:1-9]







Dengan demikian, maka keadilan dalam AL-QUR’AN AL-ADZIM maknannya sangat jauh menyentuh perasaan,ia tidak pantas untuk dilalaikan.Ia bukanlah tema yang menarik untuk diperbincangkan,dan tulisan yang tersusun indah dalam lembaran-lembaran kertas yang menarik hati,lalu disusun dalam buku-buku sastra atau karya tulis,kemudian ia diletakkan di perpustakaan atau tersusun pada rak-rak buku. Sekali lagi “TIDAK!”, demi Rabb-ku,sesungguhnya keadilan dalam tasyri QUR’AN itu mempunyai nilai yang hidup.Bahkan sesungguhnya ia memiliki korelasi yang kuat dengan sejarah penciptaan alam semesta sebagaimana kita lihat pada redaksi ayat-ayat diatas (Surah Ar Rahman). [dipetik dari kitab AL-HUKMU WAT TAHAKUMU FII KHITABIL WAHYI,OLEH ABDUL AZIS MUSTHAFA KAMIL,1/404-406]





Sungguh AL-QUR’AN AL-ADZIM telah meninggikan derajat kedilan,hingga menjadikannya sebagai teman dari TAUHID. Sebagaimana ALLAH berfirman:



”ALLAH MENYATAKAN BAHWASANYA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) MELAINKAN DIA,YANG MENEGAKKAN KEADILAN.PARA MALAIKAT DAN ORANG-ORANG YANG BERILMU JUGA MENYATAKAN YANG DEMIKIAN ITU.TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) MELAINKAN DIA YANG MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA.” [QS. ALI IMRAN :18]







Ayat yang mulia menjelaskan pernyataan ALLAH,malaikat-Nya yang mulia,para Nabi dan orang-orang yang berilmu dari kaum mukminin bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar melainkan ALLAH,dan bahwa DIA memelihara makhluk ciptaan-Nya atas dasar keadilan. [Lihat Tafsir Jalalain,hal :67 ]







Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa tiada yang lebih disukai ALLAH dari pada keadilan,dan tidak suatu perbuatan yang lebih dibenci oleh-Nya dari pada kezaliman. Oleh karena itu kezaliman diharamkan atas diri-Nya dan juga diharamkan atas hamba-hamba-Nya,



sebagaimana tertera dalam hadits Qudsi:



“WAHAI HAMBA-HAMBA-KU,SESUNGGUHNYA AKU HARAMKAN PERBUATAN ZALIM ATAS DIRI-KU [1],DAN AKU MENGHARAMKANNYA PULA ATAS DIRI KAMU,MAKA JANGANLAH KAMU SALING MENZALIMI.” [2]



Maksudnya: [1],….Sesungguhnya AKU haramkan perbuatan zalim atas diri-KU.” Para ulama menjelaskan,MAKNANYA ADALAH MAHA SUCI AKU DAN MAHA TINGGI DARI PERBUATAN (ZALIM).Asal kata “PENGHARAMAN” secara bahasa berarti “ PELARANGAN”. Maka ke MAHA SUCIAN-NYA DARI PERBUATAN ZALIM BERARTI “PENGHARAMAN-NYA” karena ada kemiripan maknanya dengan “PELARAGAN-NYA” dalam asal ketidak adanya. [Lihat,Shahih Muslim dengan penjelasan An Nawawi,16 /356]

[2],…[terkandung dalam HR. Shahih Muslim ,4 /1994, hadits no 2577]









ALLAH melarang atas diri-Nya perbuatan zalim terhadap hamba-hamba-Nya,

seperti dalam firman-Nya:



“DAN AKU SEKALI-KALI TIDAK MENGANIAYA HAMBA-HAMBA-KU.” [QS. QAAF :29]



Demikian pula dalam firman-Nya:



” DAN TIADALAH ALLAH BERKEHENDAK UNTUK MENGANIAYA HAMBA-HAMBA-NYA.” [QS. ALI IMRAN: 108]



Dan juga firman-Nya:



” DAN ALLAH TIDAK MENGHENDAKI BERBUAT KEZALIMAN TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA.” [QS.AL MU’MIN: 31]



Dan juga firman-Nya:



“SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK BERBUAT ZALIM KEPADA MANUSIA SEDIKITPUN.” [QS. YUNUS:44 ]



Dan juga dalam firman-Nya yang lain:



”SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MENGANIAYA SESEORANGPUN WALAUPUN SEBESAR DZARRAH.” [QS. AN-NISAA: 40]







Oleh karena itu Dzat yang mengharamkan perbuatan zalim atas diri-Nya,adalah Dzat yang tidak berbuat zalim terhadap manusia sedikit pun,meski hanya sebesar dzarrah.Maka tiada hukum yang disyariatkan-Nya dan tiada ada yang dihukumi dengannya,kecuali dengan mata keadilan dan keobyektifan. Maka tiada jalan lain yang harus ditempuh oleh hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka beruntung di dunia dan akhirat,kecuali jalan keadilan.



Kembali kepada larangan perilaku zalim ini, adalah perintah untuk berlaku adil.Maka di atas dasar keadilan inilah tegaknya langit dan bumi,dan karenanya pula para Rasul diutus,kitab-kitab SAMAWI diturunkan dan dibuatnya SYARI’AT.

ALLAH berfirman:



”ALLAH-LAH YANG MENURUNKAN KITAB DENGAN (MEMBAWA)KEBENARAN DAN (MENURUNKAN) NERACA KEADILAN.” [QS. ASY SYUURA: 17]



Dan juga firman-Nya:



“SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENGUTUS RASUL-RASUL KAMI DENGAN MEMBAWA BUKTI-BUKTI YANG NYATA DAN TELAH KAMI TURUNKAN BERSAMA MEREKA AL-KITAB DAN NERACA (KEDILAN) SUPAYA MANUSIA DAPAT MELAKSANAKAN KEADILAN.” [QS. AL-HADIID; 25]





Oleh karena itu kebenaran dan neraca (timbangan) adalah lambang dari keadilan dan keobyektifan. Dan kedua-duanya diserukan oleh AL-KITAB DAN NERACA (KEDAILAN). [Dijelaskan dalam Kitab,Adhwa “ AL Bayan, 7 / 64]













:::::::::::::::::::::::::::::::::::: RUANG LINGKUP KEADILAN :::::::::::::::::::::::::::::::::::::









ALLAH memerintahkan Rasul-Nya (Muhammad) untuk berbuat adil dengan perintah yang sangat terang dan melekatnya dengan ketakwaan.

Seperti dalam firman-Nya:



”Dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu.” (Q.S; Asy Syuura:15).







Dan ALLAH juga menyuruh kamu mukminin untuk berbuat adil, karena keadilan merupakan perkara yang paling dekat dan lekat dengan ketakwaan,

sebagaimana firman-Nya:



”Berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”(Q.S; Al Maaidah:8).











Bahkan ALLAH juga memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berlaku adil, seperti yang tercermin dalam kehidupan lahiriah mereka secara umum:ALLAH telah memerintahkan mereka untuk berbuat adil dalam ucapan mereka, ALLAH berfirman:



”Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu,” (Q.S; Al An’am:152).











Dan ALLAH telah memerintahkan mereka untuk berbuat adil dalam perbuatan mereka,

ALLAH berfirman:



”Wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena ALLAH biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan kaum kerabatmu.) (Q.S; An Nisaa’ :135).













Juga memerintahkan mereka untuk memutuskan perkara secara adil dalam mengatasi problema keluarga (rumah tangga). Sebagaimana firman-Nya:



”Dan jika kamu khawatirkan ada persengkataan antara keduanya (suami-istri), maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki-laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan, jika kedua orang hakim itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya ALLAH memberi taufik kepada suami-isteri itu.” (Q.S; An Nisaa’:35).











Dan juga memerintahkan mereka untuk berlaku adil dalam masalah harta (hutang), ALLAH berfirman:



”Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya secara benar (adil).” (Q.S; Al Baqarah:282).







Dan juga firman-Nya:



”Maka hendaklah walinya mengimlakan (mendiktekan) dengan jujur.” (Q.S; Al Baqarah:282).









Juga memerintahkan mereka untuk berlaku adil dalam urusan yang terkait dengan perkara di pengadilan, sebagaimana firman-Nya:



”Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena ALLAH .” (Q.S; Ath Thalaaq:2).











Juga memerintahkan mereka berbuat adil dalam pelaksanaan ibadah, seperti pada firman-Nya:



”Dan barangsiapa membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu,” (Q.S Al Maaidah:95).











Juga memerintahkan mereka berbuat adil dalam menghadapi masalah kejiwaan dan hal-hal yang bersentuhan langsung dengan hati, sebagaimana firman-Nya:



”Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adilah,karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (Q.S; Al Maaidah:8).











Juga memerintahkan mereka berbuat adil dalam masalah politik dan hukum Negara.

ALLAH berfirman:



“DAN MENYURUH KAMU APABILA MENETAPKAN HUKUMAN DI ANTARA MANUSIA SUPAYA KAMU MENETAPKANNYA DENGAN ADIL.” [QS. An-Nisaa : 58 ]













Juga memerintahkan mereka berbuat adil terhadap musuh dan rival mereka.

ALLAH berfirman:



”DAN PERANGILAH MEREKA ITU, SEHINGGA TIDAK ADA FITNAH LAGI DAN SEHINGGA KETA’ATAN ITU HANYA SEMATA-MATA UNTUK ALLAH.JIKA MEREKA BERHENTI (DARI MEMUSUHI KAMU),MAKA TIDAK ADA PERMUSUHAN LAGI,KECUALI TERHADAP ORANG-ORANG YANG ZALIM.” [QS.AL-BAQARAH; 193].













Juga memerintahkan mereka berbuat adil terhadap orang-orang yang beriman yang sholeh maupun yang fasik,ALLAH berfirman:



”MAKA PERANGILAH GOLONGAN YANG BERBUAT ANIAYA SEHINGGA GOLONGAN ITU KEMBALI (KEPADA PERINTAH ALLAH) MAKA DAMAIKANLAH ANTARA KEDUANYA DENGAN ADIL DAN BERLAKU ADILLAH.SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERLAKU ADIL.” [QS. AL-HUJURAAT : 9]=======> BERSAMBUNG.



====================================

♥ღϠ₡ღ♥ Semoggah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,dan selamat menjalanka ibadah puasa.,...BARAKALAHU FIIKUM,......wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami