Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*****SEORANG MUSLIMAH DALAM MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH RAWATIB, NAWAFIL DAN ZAKAT*****

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 05.55


Oleh Ummu Marwah 6 Desember 2011








*****SEORANG MUSLIMAH DALAM MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH RAWATIB, NAWAFIL DAN ZAKAT*****

بِسْـــــــــــــــــــــ ـمِ اﷲِارَّتْمَنِ ارَّتِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Allah Subhanahu wa Ta'ala  berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ

لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
[QS.AL-BAQARAH : 277]



Wanita Muslimah yang baik, tidak sekedar melaksanakan shalat lima waktu saja, akan tetapi ia juga melaksanakan shalat sunnah Rawatib dan shalat-shalat sunnah yang lainnya, sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti:
shalat Dhuha,
shalat dua raka’at sesudah Maghrib,
shalat malam, dan lain-lain.  

Sesungguhnya shalat-shalat sunnah dapat mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya, menjadikan kecintaan dan ridha ALLAH kepada-Nya, dan menjadikan seorang hamba berada dalam jajaran hamba-hamba-Nya yang shaleh. Yang senantiasa dalam ketaatan dan keberuntungan. Tidak ada dalil yang lebih kuat tentang tingginya martabat seorang hamba yang beriman dengan banyaknya ia mendekatkan diri kepada ALLAH dengan shalat-shalat Nawafil, dari sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  di dalam sebuah hadits Qudsi, ALLAH berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, hingga Aku mencintainya.
Jika Aku sudah mencintainnya, maka  Aku menjadi pedengarannya yang dengannya ia mendengar. Aku menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat. Aku menjadi tangannya, yang dengannya ia bertindak.
Aku menjadi kakinya, yang dengannya ia berjalan. Sekiranya ia memohon kepada-Ku sesuatu, niscaya Aku memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan-Ku, niscaya Aku akan meberikan perlindungan padanya."
[HR.BUKHARI] 


Selanjutnya jika  ALLAH telah mencintai seorang hamba, maka para penghuni langit dan bumi  akan mencintainya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

 "Sesungguhnya bila Allah telah mencintai  seorang hamba, maka dia  memanggil jibril seraya berfirman: “sesungguhnya Aku telah mencintai fulan, maka cintailah dia,”  beliau bersabda: ”maka jibril pun mencintainya”  lalu jibril menyeru kepada penghuni langit: ” sesungguhnya Allah telah mencintai fulan,maka cintailah dia.”  Beliau  melanjutkan sabdanya: ”maka seluruh penghuni langit mencintainya, kemudian ditetapkan baginya bahwa dia diterima oleh penduduk bumi."

” Dan jika Allah telah membenci fulan maka dia memanggil jibril seraya berfirman: ”Sesungguhnya Aku telah membenci fulan, maka bencilah dia.”  Beliau bersabda: "maka  jibril pun membencinya.” Lalu jibril menyeru kepada penghuni langit: ”sesungguhnya Allah telah membenci fulan, maka bencilah dia.”  Beliau melanjutkan sabdanya:  “maka seluruh penghuni langit membencinya, kemudian di tetapkan kebencian peduduk bumi terhadapnya.”   
[HR. MUSLIM ]


Karena kedudukan yang tinggi inilah, maka Rasulullah senantiasa melakukan shalat malam,hingga membengkak kedua telapak kakinya. Melihat kesungguhan ibadah Rasulullah,menyebabkan Ummul  Mukminin Aisyah Radhiallahu ‘anha  bertanya kepadanya:
"Mengapa engkau lakukan ini wahai Rasulullah? Bukankah ALLAH telah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang?"

Maka beliau menjawab :

"TIDAK BOLEHKAH AKU MENJADI SEORANG HAMBA YANG BERSYUKUR?"
[Muttafaq ‘alaihi]

Zainab Ummul Mukminin, melakukan shalat-shalat sunnah, memperpanjang shalatnya, hingga ia mengikat seutas tali di antara dua tiang di dekatnya. Bila ia merasa letih atau badannya mulai lemah, ia berpegang pada tali tersebut untuk mengembalikan kekuatannya. Ketika Rasulullah masuk ke dalam masjid dan beliau melihat tali tersebut, beliau bertanya:
"Apakah ini?"

Para sahabat menjawab:
"TALI INI MILIK ZAINAB, PADA SAAT IA MERASA LELAH  ATAU MERASA MALAS UNTUK SHALAT, IA BERPEGANGAN PADA TALI ITU."

BELIAU BERSABDA:

"LEPASKANLAH TALI INI, HENDAKLAH KALIAN SHALAT SESUAI DENGAN KESANGGUPANNYA, APABILA  KALIAN MERASA LELAH ATAU MALAS, HENDAKLAH KALIAN DUDUK."
[HR. MUSLIM]


Ada pula seorang wanita dari bani Asad, ia lebih di kenal dengan nama Haula’ binti Tuwait. Ia mendirikan shalat semalam penuh tanpa memejamkan mata. Ketika ia melintas di hadapan Aisyah Radhiallahu ‘anha, Aisyah berkata kepada Rasulullah:
"Ini adalah Haula binti Tuwait, yang  dikenal oleh manusia tidak pernah memejamkan mata (karena shalat malam)."

Mendengar hal itu Rasulullah bersabda:

"IA TIDAK PERNAH TIDUR SEPANJANG MALAM..?! BERAMALLAH SESUAI DENGAN KESANGGUPANMU. DEMI ALLAH, SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MERASA JENUH, HINGGA KALIANLAH YANG MERASA JENUH."
[HR.MUSLIM]

Petunjuk Nabi ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin dan Muslimat untuk melaksanakan shalat-shalat sunnah. Akan tetapi pada waktu yang sama mereka diserukan untuk moderat dalam beribadah, dan tidak melampaui batas, sebagai bentuk perwujudan dari perimbangan yang bijak pada pribadi Muslim sejati. Dan juga keberlangsungan hidup dalam bingkai ketaatan, dengan jalan yang mudah, antusias dan penuh minat. Tanpa ada rasa beban yang berat dipundaknya, melemahkan tulang punggung, atau menghalanginya untuk melakukan ibadah secara terus menerus dan berkesinambungan,meskipun hanya sederhana.
Yang demikian itu berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah,

"AMALAN YANG PALING DI CINTAI ALLAH, ADALAH AMALAN YANG KONTINYU WALAUPUN HANYA SEDERHANA.  DALAM HAL INI BELIAU MENCONTOHKAN: "APABILA AISYAH MENGERJAKAN SUATU AMALAN, MAKA IA MELAKUKANNYA SECARA KONTINYU."
[HR. MUSLIM ]


KONSISTEN DALAM BERAMAL BUKAN HANYA DIPERBUAT OLEH AISYAH RADHIALLAHU ‘ANHA SAJA, TETAPI DIPERBUAT OLEH AHLI BAIT RASULULLAH, TERUTAMA ISTRI-ISTRI BELIAU, KERABAT DAN KELUARGA. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: "Rasulullah mempunyai selembar tikar, yang biasa di bentangkan di sebagian malam, lalu beliau shalat di atasnya. Para sahabat mengikuti kesungguhan ibadahnya, sehingga melemahkan aktivitas mereka di siang harinya. Malamnya berikutnya mereka mengulanginya kembali, lalu beliau bersabda :

"WAHAI MANUSIA, HENDAKLAH KALIAN MENGERJAKAN SUATU AMALAN SESUAI DENGAN KESANGGUPANNYA. KARENA SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MERASA BOSAN HINGGA KALIAN SENDIRI YANG MERASA BOSAN. DAN SESUNGGUHNYA AMALAN YANG PALING DICINTAI ALLAH, ADALAH AMALAN YANG KONTINYU WALAUPUN HANYA SEDIKIT. DAN KELUARGA MUHAMMAD APABILA MENGERJAKAN SUATU AMALAN,MEREKA MELAKUKANNYA SECARA KONTINYU." 
[HR. MUSLIM ]


**MEMBAGUSKAN  PELAKSANAAN SHALAT**

Wanita Muslimah yang bertakwa dan terjaga,selalu memperhatikan pelaksanaan shalatnya. Ia melaksanakannya sebaik mungkin,dengan menghadirkan hati dan rasa ketundukan yang dalam dari anggota badannya. Menghayati makna yang terkandung di dalam ayat-ayat AL-QUR’AN yang di baca. Merenungi arti  tasbih dan doa-doa yang  ia ucapkan. Kekhususan memenuhi relung-relung hatinya.


Jiwanya disinari nur hidayah, syukur dan nilai penghambaan pada-Nya. Jika jiwanya tidak dibentengi dengan hal yang demikian itu, maka bisikan setan akan mengalihkan jiwannya dari kekhusuan dan kejernihan pikiran, sehingga tidak mampu menghayati  dan  merenungi kalam-kalam ALLAH yang ia baca atau dari tasbih dan tahmid yang diucapkannya. Tidak sepatutnya bagi wanita muslimah segera berlalu meninggalkan tempat shalatnya,untuk menyibukkan hidup lainnya. Akan tetapi setiap selesai shalat ia membaca istighfar tiga kali, sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah. Juga membaca doa:

"YA ALLAH, ENGKAU MAHA SEJAHTERA, DARI ENGKAULAH DATANGNYA KESEJAHTERAAN, ENGKAU MAHA BERKAH, WAHAI YANG MEMPUNYAI KEAGUNGAN DAN KEMULIAAN."
[HR. MUSLIM ]


Kemudian ia juga bisa mengulang-ulang tasbih dan zikir yang disebutkan dalam sunnah Nabi yang suci. Seperti  yang dibaca oleh Rasulullah sesudah shalat ,dan ianya sangat beragam. Di antaranya membaca tasbih (Subhanallah) 33 kali, tahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan takbir (Allahu Akbar) 33 kali. Selanjutnya disempurnakan yang keseratusnya dengan membaca:

"TIADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA, TIDAK ADA SEKUTU BAGI-NYA. BAGI-NYA KERAJAAN, BAGI-NYA SEGALA PUJIAN. DAN DIA BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU."

Tersebut dalam sebuah hadits Shahih dari Abu Hurairah dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda :

"Barangsiapa bertasbih selesai Shalat Fardhu 33x, dan bertahmid 33x, dan bertakbir 33x, maka dengan demikian menjadi 99x, dan Beliau bersabda: Menjadi sempurna 100 dengan kalimat “Laa Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa Huwa ala kulli Syai’in Qadiir. Diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilaut."
(HR. Muslim - Kitab Al Masajid - Bab Al Istihab Dzikir Ba’da Shalat - Hadits ke 146).


Kemudian ia menghadap ALLAH, berdoa dengan khusuk, agar Dia memudahkan semua urusannya, baik di dunia maupun akhiratnya. Dan agar Dia melimpahkan nikmat-nikmat-Nya, baik yang lahir maupun batin. Dan agar Dia menganugerahkan petunjuk pada setiap urusannya. Dengan demikian, maka wanita muslimah selepas shalat, mendapatkan jiwanya telah jernih,hati yang khusuk dan rohani yang suci. Tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan rohani, yang dapat membantunya dalam menghadapi beban hidup, kesibukan rumah tangga dan lelahnya menjadi seorang ibu. Hidup dengan damai dalam rengkuhan kasih sayang-Nya dapat terwujud. Tidak tergoncang bila bila disapa keburukan (musibah), tidak kikir dengan pemberian-Nya dari berbagai macam kebaikan. Dan inilah keadaan para wanita muslimah yang senantiasa menjaga shalat, kejujuran dan kekhusukannya karena ALLAH.


ALLAH berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

إِلَّا الْمُصَلِّينَ

الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ

لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

"SESUNGGUHNYA MANUSIA DICIPTAKAN BERSIFAT KELUH KESAH LAGI KIKIR. APABILA IA DITIMPA KESUSAHAN IA BERKELUH KESAH. DAN APABILA IA MENDAPAT KEBAIKAN IA AMAT KIKIR. KECUALI ORANG-ORANG YANG MENGERJAKAN SHALAT. YANG MEREKA ITU TETAP MENGERJAKAN SHALATNYA.

DAN ORANG-ORANG YANG DALAM HARTANYA TERSEDIA BAGIAN TERTENTU. BAGI ORANG MISKIN YANG MEMINTA DAN ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI APA-APA [YANG TIDAK MAU MEMINTA]."
[QS. AL- MA’ARIJ :19-25 ]



**MENUNAIKAN ZAKAT MAL (HARTANYA)**

 Wanita Muslimah hendaknya mengelurakan zakat hartanya. Jika ia termasuk dalam kategori orang yang wajib mengeluarkan zakat malnya. Ia mengitung harta kekayaannya setiap tahun, kemudian ia keluarkan bagian yang wajib dari zakatnya, dengan penuh perhatian, semangat dan amanah. Karena zakat adalah salah satu dari rukun Islam, yang tidak boleh diremehkan dan tidak ada keringanan dalam pengeluarannya setiap tahun, sekalipun jumlahnya mencapai ribuan dan bahkan jutaan sekalipun.


Dan tidak ada terbesit sedikitpun di benak wanita Muslimah yang bertakwa dan terjaga untuk lari dari kewajiban mengeluarkan zakat hartanya. Hal yang demikian itu karena zakat merupakan kewajiban harta dan bentuk peribadatan yang telah ditentukan waktunya. Diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai satu nishab baik laki-laki maupun wanita. (Nishab artinya:harta yang telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara), sedang harta yang tidak sampai pada nishabnya terbebas dari zakat. Barangsiapa yang berusaha menyembunyikan atau mengingkari kewajibannya, maka ia dianggap sebagai seorang yang MURTAD (Keluar dari Islam), karena berbuat mungkar dan kafir secara nyata. IA BOLEH DIPERANGI DAN DARAHNYA HALAL UNTUK DITUMPAHKAN, HINGGA IA MENUNAIKANNYA SECARA SEMPURNA SEBAGAIMANA YANG TELAH DITERANGKAN OLEH HUKUM ISLAM.


Kita terkenang dengan ketegasan sikap dari Abu Bakar dalam menghadapi orang-orang murtad, karena enggan untuk membayar zakat. Dan juga ucapannya yang tetap tergiang-ngiang abadi sepanjang zaman:

"DEMI ALLAH, AKU AKAN BENAR-BENAR AKAN MEMERANGI ORANG YANG MEMISAHKAN ANTARA SHALAT DAN ZAKAT."
[HR.MUSLIM ]


Demikianlah ungkapan yang abadi, yang mencerminkan keluhuran Islam. Dimana ia mengaitkan antara urusan agama dan dunia. Tersingkap rahasia kedalamannya pemahaman Abu Bakar terhadap tabiat agama Islam yang sempurna dan universal ini. Juga kebijaksanaannya dalam menghubungkan antara akidah (keyakinan) dan penerapannya dalam pengamalan secara nyata. Banyak sekali dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menyertakan antara shalat dan zakat, dalam membangun istana iman di dalam jiwa orang-orang yang beriman. Di antara firman ALLAH 'Azza wa Jalla:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

".. ORANG-ORANG YANG MENDIRIKAN SHALAT DAN MENUNAIKAN ZAKAT,SERTA SERAYA MEREKA TUNDUK [KEPADA ALLAH]."
[QS. AL-MAIDAH :55] 


Juga firman-Nya:

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ

"DAN DIRIKANLAH SHALAT, TUNAIKAN ZAKAT DAN RUKULAH BESERTA ORANG-ORANG YANG RUKU."
[QS. AL-BAQARAH : 43 ]

Kemudian firman-Nya yang lain:


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ

لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

"DAN ORANG-ORANG YANG MENDIRIKAN SHALAT DAN MENUNAIKAN ZAKAT, MEREKA MENDAPAT PAHALA DI SISI TUHANNYA. TIDAK ADA KEKHAWATIRAN TERHADAP MEREKA DAN TIDAK PULA MEREKA BERSEDIH HATI."
[QS.AL-BAQARAH : 277]

Tiada tersembunyi bagi wanita muslimah yang bertakwa dan terjaga, bahwasanya Islam memberikan haknya yang luas dalam kepemilikan hartanya. Islam tidak pernah membebani nafkah keluarga sedikitpun kepadanya. Karena nafkah keluarga merupakan kewajiban bagi kaum laki-laki (suami). Namun Islam mewajibkan zakat bagi hartanya. Yang demikian (zakat itu ) diperuntukan bagi kaum yang fakir.


Wanita Muslimah tidak sepatutnya mencari-cari argumentasi agar dapat keluar dari ketentuan syariat, yang mewajibkan zakat atas hartanya. Dengan dalil bahwa ia seorang wanita,yang tidak terbebani dengan nafkah sama sekali. Persepsi semacam ini tidak akan terjadi (pada diri seorang Muslimah) kecuali karena ketidak sempurnaan pemahaman agamanya, atau adanya kerancuan dalam akidahnya, atau adanya kesenjangan dalam kepribadiannya, atau pula ia telah menjadi seorang yang munafik dengan penuh kepalsuan.


Namun apapun alasannya, jika ia menolak untuk mengeluarkan zakat hartanya, berarti ia termasuk dalam barisan orang yang lalai,atau mendewa-dewakan harta. Sehingga tidak terlintas sedikitpun di benaknya untuk mengeluarkan zakat hartanya. Meskipun ia mengerjakan shalat,puasa dan haji. Dan bahkan mungkin ia telah menginfakkan sebagian hartanya. Wanita semacam ini,bukan wanita yang ideal yang diinginkan oleh Islam.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
♥ღϠ₡ღ♥ Semogah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,....wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥


0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami