Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***SISI HUMORIS SEORANG NABI ALLAH***

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 06.05

Oleh Ummu Marwah 14 Desember 2011








بِسْـــــــــــــــــــــ ـمِ اﷲِارَّتْمَنِ ارَّتِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ






▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

SISI HUMORIS SEORANG RASUL ALLAH DAN PARA SAHABATNYA

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬





Benarkah seorang Nabi sperti RasuLuLLah SAW juga bercanda ?.. jika iya, bagaimana gaya bercanda beliau ?..

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah,

Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.”

(HR. Imam Ahmad)

Adapun contoh bercandanya Rasulullah adalah ketika beliau bercanda dengan salah satu dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.”
(Lihat Silsilah Ahadits Shahihah, no hadits 70)





Pada suatu ketika beliau bercanda dengan seorang sahabat dengan memanggil:

“Hai yang mempunyai dua telinga “

(HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)





▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

GAYA BERCANDANYA RASULULLAH

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬


UNTA DAN ANAK UNTA

Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata:

“Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”.
Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?”
Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.
(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)





.............

SURGA DAN NENEK

Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah:

“Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”.
Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”.

(Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)
  


..............

ZAHIR ADALAH BUDAK

Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah,

“Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”.
Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah.
Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??” Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka” Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir.
Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?” Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah.

(Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)
..............



MAKAN KURMA DENGAN BIJINYA

Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih.
Setiap kali makan sebiji kurma mereka menyisihkan di tempatnya masing masing. Beberapa saat kemudian Ali menyadari kalau dia memakan terlalu banyak kurma di mana biji-biji kurma itu lebih menumpuk kesisi Ali di banding di sisi Nabi.
Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw.
Lantas Ali berkata "ya Nabi, engkau memakan kurma lebih banyak daripada aku, lihatlah biji biji kurma yang menumpuk di tempatmu .Nabi pun tertawa dan sambil bercanda menjawab

"nah Ali, kamulah yang memakan lebih banyak kurma, kerana aku memakan kurma dan masih menyisakan biji-bijinya sedangkan engkau memakan kurma berikut biji-bijinya".

(disarikan dari Sirah Nabi)





..................

NABI DAN AISYAH LOMBA LARI

Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau,

”Silakan kalian berjalan duluan!”

Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku,

“Marilah kita berlomba.”

Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari.
Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau.
Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata,

“Marilah kita mulai.”

Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata,

” Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.”

(HR Ahmad dan Abi Dawud)

..................

'' RABB NYA IBRAHIM AS.. DAN RABB NYA MUHAMMAD SAW''

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah,

“Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.”

Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?”
Beliau menjawab,

” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad”
Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!”.
Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja”

(HR Bukhari dan Muslim)

............

MATA YANG PUTIH

Suatu hari ketika Rasullullah SAW sedang beristirahat selepas pengajian datang seorang wanita tak dikenal. Rasul pun tersenyum ramah menyambutnya

"Assalamu 'alaikum wahai rasulullah " wanita itu beruluk salam

"Wa'alaikum salam " jawab Rasulullah

Wanita itu agak sungkan , Rasul tersenyum "apa yang bisa saya bantu, ibu?" dengan ramah

"Begini wahai rasullullah, suami saya mengundang tuan untuk datang kerumah kami, apakah tuan berkenan hadir?"

Rasullullah mengernyitkan dahinya krn beliau merasa tidak mengenal suami si perempuan itu. lalu dengan nada bercanda rasullullah berujar "Ooo suami ibu yang dimatanya ada putih2nya itu kan..?"

"Bukan , Ya Rasul!! Mata suami saya tidak ada putih2nya koq!!" sergah wanita itu cepat

"Ah masak? benar koq pasti mata suami ibu ada putihnya"

"Demi Allah Ya Rasul, mata suami saya tidak ada putih2 nya"

Rupanya wanita itu tidak mengerti apa yang dimaksud "putih" dimata suaminya. Para sahabat yang duduk bersama rasullullah menahan tawa ketika melihat reaksi spontan wanita itu. Akhirnya rasullullah menjelaskan

"Begini bu, tidak ada orang normal didunia ini yang tidak ada warna putih dimatanya"

Barulah wanita itu mengerti. Rasulullah rupanya hanya bercanda.







................

MINUMAN YANG ANEH

suatu malam rasul bangun dari tidurnya untuk buang air kecil, karena hawa diluar dingin rasul buang air di sebuah kendi dengan berpikir untuk dibuang esok paginya.

Selang beberapa lama ibu angkat rasul ummu 'aiman bangun dari tidurnya , lalu...tanpa bertanya , dia meminum air didalam kendi tsb. Sewaktu meminum ada rasa aneh yang dikecapnya.

Pagi hari nya rasul meminta ummu 'aiman untuk membuang air didalam kendi tsb.

Setelah diceritakan kejadian semalam rasul tertawa terkekeh, sambil berkata

"insya allah kamu tidak akan sakit perut.."

(al mustadrak-al hakim)
................

SATU BATU DUA BATU
Pada saat perang Khandaq terjadi, Rasulullah dan para sahabatnya bekerja membangun parit (khandaq) untuk pertahanan kaum mukminin di Madinah. Pada saat mereka bekerja ada seorang sahabat yang merasa lapar dan haus sekali sampai-sampai dia mengganjal perutnya dengan sebuah batu. Kemudian sahabat itu berkata kepada Rasulullah,”wahai Rasulullah saya sangat lapar sekali sehingga untuk mengurangi laparku aku mengganjalnya dengan sebuah batu”. Sambil berkata begitu sahabat tersebut membuka bajunya dan menunjukkan satu batu yang mengganjal perutnya.
Sambil tersenyum kemudian Rasulullah membuka perut bajunya dan terlihatlah oleh sahabat tadi ada dua buah batu yang juga mengganjal perut Rasulullah. Sambil tersipu malu sahabat tadi melanjutkan pekerjaannya.

...................
•¸¸.•**•.¸¸¸.•*¨*•♫♥`•¸.•´¸.•*¸.•´ *•.¸¸.•*¨*•♫♥





▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

GAYA BERCANDANYA PARA SHAHABAT RASULULLAH

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬


AISYAH TERSINGGUNG

Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi r.a. adalah seorang laki-laki yang tidak ganteng alias ancur gan . Rasulullah hendak membaiatnya untuk masuk islam. Saat itu ayat tentang hijab/jilbab belum turun, sehingga saat baiat, Siti Aisyah istri Rasulullah ikut dalam pertemuan baiat itu dan duduk tak jauh dari Rasul.

Saat Dhahak melihat wajah Aisyah, lalu ia mendekat ke arah Rasul dan berkata
“Saya mempunyai dua orang istri yang lebih cantik dari Humaira (si manis)" ini sambil memberi isyarat kepada Aisyah yang duduk di samping Rasul. "Bila anda berkenan aku akan ceraikan salah satu istriku, lalu engkau boleh ambil menjadi istrimu." kata Dhahak tanpa malu2.

Mendengar perkataan Dhahhak yang cukup berterus terang dan agak kurang ajar itu, Aisyah merasa gemas dan spontan nyeletuk,

“Apa istri istri mu itu berparas lebih baik dari rupamu?” tanya Aisyah kesal.

Rasulullah spontan tertawa mendengar celetukkan Aisyah. Karena memang Dhahhak ini tipe laki laki yang terlalu PD, hingga ia tidak merasa kalau rupanya tidaklah tampan.

Dhahak menjawab dengan gagahnya,“Tentu donk, wajah saya lebih bagus dari istri istri saya". Mendengar percakapan mereka Rasul hanya bisa tersenyum manis.




...........

MENJUAL TEMAN SENDIRI !!

( WARNING !! ..canda yang berikut ini memang agak terlalu konyol, mohon jangan dicontoh, walaupun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri juga ikut tertawa :)


Dikisahkan, pada suatu hari Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu melakukan perjalanan ke Bashrah untuk berniaga (sekitar satu tahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat). Beliau pergi bersama Nu’aiman dan Suwaibith bin Harmanah. Keduanya pernah ikut perang Badar, bedanya Suwaibith dikenal sebagai sahabat Nabi yang suka bercanda.
“Tolong beri aku makanan”, pinta Suwaibith pada Nu’aiman.
“Nanti, tunggu Abu Bakar dulu”, balas Nu’aiman.
Kemudian, ditengah perjalanan Suwaibith bertemu dengan serombongan kafilah. “Kalian mau membeli budakku?”, tanya Suwaibith pada rombongan itu.
“Mau”, jawab mereka serentak.
“Tapi dia budak yang banyak omong. Nanti, kalau kalian mengambilnya, pasti dia akan berkata, ‘Saya ini orang merdeka, bukan budak’. Jadi jangan kaget nanti. Bagaimana.., berminat tidak?”, Suwaibith menjelaskan.
“Tak masalah. Kami akan membelinya”, ujar mereka.
Mereka pun membelinya dengan 10 ekor unta yang tersisa pada mereka. Mereka lalu mendatangi Nu’aiman, dan langsung mengalungkan tali di lehernya.
Kontan saja Nu’aiman berteriak, “Hei.., aku ini bukan budak, aku orang merdeka!”.
“Ah, kami sudah dengar cerita tentangmu darinya”, ujar mereka tenang.
Akhirnya mereka pergi membawa Nu’aiman. Ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang, para sahabat Nabi yang kebetulan ada disitu menceritakan kejadian itu kepada beliau. Abu Bakar langsung menyusul rombongan kafilah tersebut dan mengembalikan seluruh unta mereka dan mengambil kembali Nu’aiman dari tangan mereka. Berikutnya, saat mereka kembali dari perjalanan dan menceritakan kejadian itu pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau yang lain, serta-merta beliau tertawa diiringi tawa para sahabat beliau. [6]
[6]. Al-Adzkia, hlm. 20






..............

MENANGIS DAN TERTAWA BERSAMA UMAR

Suatu ketika Rasulullah Saw berkumpul dengan para Sahabatnya, Beliau berkata pada Umar,

"coba ceritakan kepadaku yang membuat aku tertawa dan membuat aku menangis".

Kemudian Sahabat Umar pun bercerita. ” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan itu.

"Demi lata uzza manna engkau lah yang mulia, beri aku makanan sebagai rizki darimu" kataku. Waktu itu aku menyembah patung namun perutku sedang lapar. Selesai menyembah berhala aku menuju dapur, tak kudapatkan makanan disana lalu aku kembali keruangan persembahyangan. Tak ada makanan selain tuhan sesembahanku, akhirnya dengan rasa sesal aku memakan tuhanku sendiri yang kusembah sembah sebelumnya. Aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.”

Mendengar cerita Umar Rasul tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya, Beliaupun bertanya

” Dimana akal kalian waktu Itu ?”

Umar Menjawab “Akal kami memang pintar namun sesembahan kami yang menyesatkan kami”

Lalu Rasul berkata kepada Umar

” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis”?

Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju, aku mulai menggali sebuah lubang. Setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya.

Dia tidak mengetahui sesungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup, untuk persembahan berhala. Selesai menggali lubang, aku melempar anak perempuanku kedalam lubang. burrr....dia menangis kencang sambil menatap wajahku. Masih terngiang wajah anaku yang masih tidak mengerti apa yang dilakukan ayahnya sendiri dari bawah lubang.

Mendengar cerita itu Meneteslah air mata Rasul. Begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.






................

BUANG AIR BESAR SAAT PERANG

Didalam perang uhud pemegang bendera kaum musyrikin adalah Abu Sa'd bin Abu Thalhah. Dia adalah pemegang bendera ke 5 setelah 4 pemegang bendera sebelumnya berhasil dilumpuhkan oleh pasukan kaum muslimin. Saat itu pemegang bendera adalah posisi prestisius sebagai pembawa panji kehormatan pasukan, posisinya adalah orang kedua setelah komandan pasukan yang saat itu komandan pasukannya adalah Abu Sofyan bin Harb. Pembawa bendera pasukan dipilih orang2 yang kuat, mahir dalam peperangan.

Saat itu terjadi pertempuran sengit dimana pasukan muslimin yang hanya berjumlah 700 orang dipimpin rasulullah SAW berhadapan dengan kaum kafir qurais berjumlah 3000 orang. Dengan membabi buta Abu Sa'd menebaskan pedangnya ke arah kaum muslimin.

Ditengah pertempuran tiba2 Abu Sa'd memilih mundur dengan perlahan2. Ia berjalan mundur menjauh dari medan pertempuran. Setelah dirasa sudah cukup jauh apa yang terjadi?... tiba2 Abu Sa'd memperlihatkan posisi jongkok.

Ternyata dia ingin BUANG AIR BESAR.....

Ulah Abu Sa'd ini rupanya diperhatikan oleh seorang anak muda dari kaum muslimin. Ya dia adalah Ali bin Abi Thalib. Tak ingin menyia2kan kesempatan untuk melumpuhkan lawannya, Ali langsung mengejar Abu Sa'd. Ali datang dari arah belakang abu sa'd. Setelah dirasa dekat, hap.... Ali mengayunkan pedangnya, namun sayang Abu Sa'd berhasil berkelit. Rupanya insting Abu Sa'd saat itu cukup bagus.

Mungkin dengan perut masih melilit Abu Sa'd harus berhadap hadapan dengan Ali bin Abi Thalib.

Akhirnya dalam tebasan ketiga Ali bin Abi Thalib berhasil menyarangkan pedangnya ke tubuh Abu Sa'd.



...............

RASULULLAH DAN PENJUAL MADU

di zaman rosulullah ada seorang sahabat bernama nu'man bin amru yang sering berbuat konyol bahkan kadang mengerjai rosul sang kalifah pemimpin umat muslim. Namun rosul tidak pernah marah walau perbuatan itu dianggap keterlaluan oleh sahabat2 yang lain.

Suatu hari dikota madinah lewatlah pedagang madu yang menjajakan dagangannya. Lalu timbulah ide kekonyolan nu'man, dia panggil padagang madu” pak sahabat ku ingin membeli madu dan itu rumahnya...sambil menunjuk rumah rosululloh saw” . Lalu nu’man mengetuk pintu rumah rosullulloh sambil membawa madu, rosulpun mempersilahkan nu'man untuk masuk kedalam. “ya rosul ini aku bawakan madu untukmu.. Sebagai hadiah dari ku” kata nu’man. Setelah memberikan madu tersebut nu'man pun pamit untuk pulang.

Nu’man lalu menemui pedagang madu tersebut sambil berkata” maaf saya mau pergi dulu ada urusan penting yang harus saya selesaikan, nanti sahabatku sebentar lagi keluar dan membayar madumu” kata namun sambil bergegas pergi.

Setelah sekian lama menunggu pedagang tersebut kesal, dan mengetuk dengan keras rumah rosululloh saw sambil berteriak ” wahai penghuni rumah, madu saya belum dibayar”??. Tentu saja rosululoh kaget mendengar teriakan tersebut, rosululoh tersenyum dan menyadari bahwa dirinya telah dikerjai oleh nu’man bin amru. Lalu rosul pun memberikan uang tersebut kepada pedagang madu .

Dikemudian hari rasululloh bertemu dengan nu’man bin amru, sambil menahan tawa rosul menegur nu’man

” wahai numan apa yang telah kau lakukan pada keluarga nabimu ?

Tanya rasulullah.

Dasar nu’man seorang yang konyol mendengar teguran dari rosul hanya nyengir dan berkata” ya rasulullah saya tahu kau suka sekali madu….saya ingin sekali membelikanmu madu dan di hadiahkan kepadamu , tapi waktu itu saya tidak punya uang sama sekali.jadi saya hanya bisa mengantarkan madu itu saja ketanganmu dan tidak sanggup membelinya, dan semoga saya di beri hidayah allah swt atas kebaikanku ini” kata nu’man .

Mendengar jawaban sahabatnya yang konyol tersebut, rasululloh tidak marah bahkan mendo’akan nu’man karena punya niat yang baik memberi madu ke pada rosululloh. Begitulah akhlak mulia rosululloh .






.....................

HANYA SEORANG PENUNJUK JALAN

Hasan bin Ali menceritakan, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu keluar dari gua Tsur dan terlepas dari pengejaran kaum musyrikin Quraish, mereka berdua meneruskan perjalanan menuju Madinah. Nyaris setiap orang yang mengenal Abu Bakar bertanya, “Siapa yang bersamamu?”. Abu Bakar menjawab, “Ia hanya seorang penunujuk jalan”. Memang benar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memang penunujuk jalan. Jalan hidayah, jalan kebenaran, dan jalan menuju syurga. Sebuah jawaban yang cerdik untuk menyembunyikan identitas beliau. [1]

♣♣♣

PUJIAN MENCARI MUKA

Suatu ketika, seorang lelaki datang menjumpai Ali bin Abi Thalib, lalu memujinya setinggi langit. Ali tahu orang tersebut tidak menyukainya, namun hanya ingin menjilat dan mencari muka saja. Beliau kemudian berkata, “Sesungguhnya aku tidak sehebat apa yang engkau katakan. Tapi pasti, aku lebih baik dari penilaian yang ada dalam hatimu”. [2]

♣♣♣

JADI SIAPA YANG LEBIH TUA ?

Paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abbas bin Abdul Munthalib radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya, “Mana yang lebih tua, engkau atau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Beliau pun menjawab, “Beliau lebih tua dariku, tapi aku lahir sebelum beliau”. [3]

♣♣♣

MENOHOK PINGGANG

Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Ketika Shuhaib (yang dikenal suka bercerita) sedang berbincang dengan sekelompok orang, ia menuturkan cerita yang jenaka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan geram menohok pinggangnya (dengan tongkat). Kontan saja ia berujar, “Ya Rasulullah, nanti kubalas!”. Beliau menanggapi, “Balaslah !”. Kemudian sahabat tersebut menukas, “Waduh, Anda memakai gamis, sementara waktu engkau menohokku, aku tidak memakai gamis”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyingkap gamisnya. Namun, sekonyong-konyong Shuhaib memeluk tubuh beliau dan mencium kulit perutnya, sambil berujar, “Sejak tadi, yang kumau memang cuma ini wahai Rasulullah!”. [4]

♣♣♣

SATU DIRHAM

Seorang lelaki datang ingin menjumpai Muawiyyah radhiyallahu ‘anhu. Kebetulan, pertama kali dia bertemu dengan penjaga pintu gerbang kediaman beliau. “Tolong beritahukan kepada Muawiyyah, saudaranya datang”, ujarnya. Ketika mendapatkan pesan itu, Muawiyyah terheran-heran. “Rasanya aku tidak kenal. Tapi biarkan dia masuk”, titah Muawiyyah.
Orang itupun masuk. Ketika tiba di hadapannya, ia pun bertanya, “Anda saudaraku dari pihak mana?”, tanya beliau.
“Dari Adam dan Hawa”, jawab orang itu santai.
“Tolong berikan 1 dirham pada orang ini”, perintah Muawiyyah.
“Hai, kenapa engkau cuma memberi 1 dirham kepada saudara seayah dan seibumu?”, protes orang itu dengan kesal.
Muawiyyah pun lalu menjawab dengan santai, “Kalau setiap saudaraku dari Adam dan Hawa harus kuberi uang, pasti 1 dirham pun tak akan sampai ke tanganmu!”. [5]

[1]. Al-Adzkia, hlm. 15
[2]. Al-Adzkia, hlm. 16
[3]. Al-Adzkia, hlm. 18
[4]. HR. Abu Dawud, kitab Al-Adab (160), bab MenciumTubuh (Nabi), No. 5223, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud, III/980, No. 4352.
[5]. Al-Adzkia, hlm. 20-21
[6]. Al-Adzkia, hlm. 20


♣♣♣

KURMA DAN SAKIT MATA
Suatu saat Ali sakit mata dan duduk bersama Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lain membawa kurma untuk mereka santap.
Kemudian Mereka asyik makan kurma. Ketika makan rasulullah berkata kepada Ali.

“Mengapa kamu makan kurma sedang matamu sakit?”

Kemudian Ali spontan menjawab “ya rasulullah saya makan dengan sebelah mata saya yang masih sehat?” mendengar jawaban Ali Rasulullah pun tersenyum lebar.

................

♥`•¸.•´¸.•*¸.•´ *•.¸¸.•*¨*•♫♥


▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

ADAB BERCANDA YANG ISLAMI

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

1. Meluruskan tujuan yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang dibolehkan. Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.

2. Tidak melewati batas. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa seseorang.

3. Janganlah bercanda jangan mengandung asma Allah, ayat-ayat-Nya, sunnah rasul-Nya apalagi dengan maksud melecehkan Syariat Islam. Allah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olok sahabat Nabi dan ahli baca al-Qur'an yang artinya:

"dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,"sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." katakanlah," apakah dengan Allah, ayat0ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman."

(At- taubah 65-66)

4. Janganlah mengandung dusta maupun mengada-ada. Rasulullah SAW bersabda: "

Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dangannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah."
(HR.Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-albani)

5. Tidak bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda. Terkadang ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.

6. Tidak bercanda dalam perkara-perkara yang serius. Seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim (pengadilan-ed), ketika memberikan persaksian dan lain sebagainya.

7. Hindari bercanda yang dilarang Allah Azza Wa Jalla seperti menakut-nakuti orang lain, berdusta saat bercanda, melecehkan orang lain, dan memfitnah dengan bercanda.

8. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk. Allah telah berfirman, yang artinya,

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.”

(QS. Al-Isra’: 53)

8. Tidak banyak tertawa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa,

Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.”

(HR. Ibnu Majah)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Ϡღ♥ Semogah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,....wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥Ϡღ♥


1 komentar:

liseum mengatakan...

Bagus.....meringankan beban hati... Trims

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami