Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

****KONSISTEN TERHADAP AJARAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS [Part.2]****

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 05.35

Oleh Ummu Marwah 20 November 2011









KONSISTEN TERHADAP AJARAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS [Part.2]

بِسْـــــــــــــــــــــ ـمِ اﷲِارَّتْمَنِ ارَّتِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


- keluarga sakinah -




Suami Muslim yang baik, tidak cukup berbuat baik kepada istrinya, akan tetapi kebaikan dan kemuliaannya sampai juga kepada teman-teman istrinya. Hal ini dalam rangka meneladani apa yang dilakukan oleh Rasululllah. Aisyah radhiyallahu anha berkata:

”seorang wanita tua mendatangi Nabi, lalu beliau menyambutnya dan memuliakannya, dan bertanya kepadanya: ”apa kabar? Bagaimana keadaanmu? Bagaimana engkau setelah kami?”

Dia menjawab:
”baik.”

Setelah itu dia keluar, Aisyah berkata:
” engkau menyambut wanita tadi sedemikian rupa? Engkau telah melakukan sesuatu yang tidak engkau lakukan terhadap orang lain..”

Nabi menjawabnya:
”dulu ia datang kepada kami bersama Khadijah, tidakkah engkau tahu bahwa ketulusan cinta termasuk sebagian dari iman?”
[HR. Hakim ]

Terkadang istri marah,atau ia emosi karena sesuatu sebab,sehingga ia tidak perduli pada suaminya,dan menampakkan kemarahan dan emosinya. Di sini seorang suami muslim harus menampakkan akhlaknya yang tinggi,kesabarannya yang luas,dan pandangannya yang mendalam terhadap hakikat wanita dan tabiatnya, sebagaimana Rasulullah sabar terhadap istri-istrinya apabila mereka marah kepada beliau dan tidak menegurnya dari siang hingga malam.


- Terkadang istri marah, atau ia emosi karena sesuatu sebab -

Umar bin Khattab berkata :

”Dulu kami orang-orang Quraisy mengalahkan wanita, tatkala kami datang ke Madinah,kami mendapatkan suatu kaum yang dikalahkan oleh istri-istri mereka,maka mulailah istri-istri kami belajar kepada istri-istri mereka.

ia berkata: “rumahku berada di perkampungan Bani Umayyah bin Zaid di daerah awali.”…. ia berkata:”suatu hari istriku marah kepadaku dan ia membantahku, maka aku mempersoalkan masalah tersebut.”
ia berkata, “mengapa engkau mempersoalkan aku membantahmu!,.....demi Allah,sungguh istri-istri Nabi membantahnya, dan mereka tidak menegurnya dari siang hingga malam!''

beliau berkata:”aku pergi menemui Hafshah, aku bertanya padanya :
” apakah engkau membantah Rasulullah?”
ia berkata: “benar” ,
Lalu aku mempertegas:”dan engkau tidak menegurnya dari siang dan malam,?
ia berkata:”ya”.
aku berkata:”sungguh telah merugi orang yang melakukan demikian,apakah kalian merasa aman dari kemarahan ALLAH,karena kemaran Rasul-Nya,?''yang nantinya ia binasa?”, jangan engkau membantah Rasulullah dan janganlah engkau meminta sesuatu padanya,dan mintalah kepadaku apa yang engkau mau.”

lalu Umar datang menemui Rasulullah dan memberitahu tentang pembicaraannya dengan Hafshah, maka Rasulullah tersenyum.”
[HR.Bukhari,Muslim,Tirmidzi dan Nasa’i]

Dengan akhlak yang tinggi ini seorang muslim harus menghias diri agar menjadi pengikut Rasulullah dalam sifat-sifat dan kebiasaannya,dan dalam semua perbuatannya.
Ketika itu tegaklah dalil bahwa Islam adalah agama yang kehidupan sosialnya tinggi. Dan bahwa kesengsaraan, perselisihan, kegoncangan, keresahan dan ketelantaran yang menimpa pribadi muslim, keluarga dan masyarakat, disebabkan karena ketidak tahuan dan kesalah pahaman mereka serta jauhnya mereka dari norma-norma yang tinggi ini yang disebarkan orang-orang Islam, yang diajarkan oleh Islam. Itu adalah norma akhlak yang mahal, apabila para suami menghiasi diri dengannya, niscaya perselisihan dan perpecahan dalam kehidupan keluarga tidak terjadi lagi, dan rumah-rumah akan dipenuhi dengan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman.

 
- Akhlak yang baik akan membawa ketenangan dan kedamaian dalam rumah tangga -




**SUAMI YANG PALING SUKSES.**


Dari sini dapat tercermin bahwa seorang suami muslim adalah suami paling sukses dalam kehidupan social,dan paling dicintai oleh wanita salehah yang bersih. Hal ini karena dengan ajaran Islam yang agung, ia tahu bagaimana mempengaruhi jiwa wanita dengan lembut dan cerdas, maka ia mengarahkannya kepada jalan yang lurus yang dituntut oelh kehidupan Islami yang benar-benar sesuai dengan fitrah manusia yang sehat dan akhlak yang jernih dan lurus.


- Suami memuliakan istri, bukan berarti memanjakan -




Ia mengenal kecenderungan,keinginan dan seleranya, maka ia berusaha menyesuaikan antara kecenderungan dan keinginan tersebut dengan jalan hidup yang baik yang ia inginkan,tanpa melupakan sedetik pun bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan meluruskan tulang rusuk adalah sesuatu yang tidak mungkin.


**CERDAS TERHADAP ISTRI.**

Seorang muslim sejati dan sadar, selalu cerdas dan pandai dalam bergaul dangan istrinya, tidak pernah mencela seorang pun dari keluarga istrinya di hadapannya, dan tidak memperdengarkan pada telinganya kata-kata yang tidak baik dan menyinggung dari salah satu keluarganya,karena menjaga perasaannya,sehingga ia tidak melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakitinya atau menyakiti salah satu keluarganya.

Ia tidak membuka rahasia yang di amanatkan istrinya kepadanya, dan tidak mengeluarkan berita yang disampaikan istrinya kepadanya secara khusus,hal ini karena menggangap sepele suatu masalah sering mencetuskan perpecahan antara suami istri,sehingga dapat memadamkan cahaya cinta antara keduanya. Seorang suami muslim yang cerdas menjahui hal tersebut, selama ia mengambil dari sumber Islam yang jernih, dan berakhlak dengan akhlaknya yang tinggi dan lurus.

- Suami yang baik tidak membuka rahasia yang di amanatkan istrinya kepadanya -


**MENYEMPURNAKAN KEKURANGAN ISTRI.**


Seorang suami muslim yang sadar,berusaha menyempurnakan kekurangan istrinya manakala melihat kekurangannya baik dalam ilmu pengetahuan atau perilakunya. Dan ia menempuh jalan yang terbaik dan paling lembut,kalau mendapat penentangan atau penyelewengan. Kemudian ia mengembalikannya ke jalan yang lurus dan lembut,lunak dan cerdas serta menghindari menghardik atau mencela di depan umum,apa pun sebabnya,karena yang paling menyakitkan wanita adalah apabila ada orang yang mendengar atau melihat ia ditegur.
Seorang muslim yang takwa adalah orang yang paling halus perasaannya,dan paling menghormati perasaan orang lain.





- Suami sayang istri -




**MENGKOMPROMIKAN ANTARA KEWAJIBAN MENYENANGKAN ISTRINYA DAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA**


Seorang muslim yang saleh, tahu bagaimana mengkompromikan antara menyenangkan ibunya dan istrinya, ia menggunakan kecerdasan, kesabaran dan kekuatan kepribadiannya dalam bergaul dengan keduanya, sehingga tidak melebihkan salah satu atas yang lain.

- Suami yang cerdas pandai menyelaraskan hubungan antara Istri dan Ibunya -


Dengan demikian ia tidak durhaka terhadap ibunya dan tidak menzalimi istrinya, akan tetapi ia tahu hak-hak ibunya, dan berbakti kepadnya dengan sebaik-baiknya, dan ia juga tahu hak-hak istrinya. Maka ia tidak melalaikan hak istrinya karena berbakti dan merawat ibunya. Seorang muslim sejati mampu melakukan hal itu, selama ia berbekal dengan takwa, mempunyai akhlak mulia, yang menghargai masing-masing antara ibu dan istri, dan meletakkan keduanya dalam posisi yang benar.


**PANDAI MEMIMPIN ISTRI**


Dengan akhlak mulia ini, dan dengan pergaulan yang baik, seorang suami muslim memiliki hati istrinya, sehingga tidak menentang perintahnya, dari sinilah kepemimpinan laki-laki muslim atas wanita, dengan sifat-sifat yang dihiasi oleh agama, dan aturan-aturan yang harus dipatuhi.

Sebagaimana ALLAH berfirman-Nya:

”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka [laki-laki] atas sebagian yang lain [wanita],dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.]
[QS. An-nisa :34 ]

- Pemimpin yang baik adalah yang sangat menyayangi dan melindungi wanitanya -

Kepemimpinan ini memiliki beberapa konsekuensi,dan dengannya seorang laki-laki mempunyai tanggung jawab. Seorang laki-laki bertanggung jawab penuh atas istrinya:

”Semua kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,
Imam adalah pemimpin, dan ia bertangung jawab atas rakyatnya,
Orang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,
dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,
Dan pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya,
dan setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”
[Muttafaq ‘alaihi]


Itulah tanggung jawab yang memegang ubun-ubun setiap pribadi dalam masyarakat muslim, maka tidak ada seorang pun kecuali betangguNg jawab atas salah satu sisinya.
Hal ini karena kehidupan dalam pandangan Islam adalah kesungGuhan, kerja dan membangun.Ia menuntut setiap pribadi dalam masyarakat untuk bertanggung jawab,dan bukan permainan dan senda gurau. Sebagaimana Islam berwasiat untuk berbuat baik pada wanita dan meninggikan kedudukannya. Ia memerintahkan wanita untuk memahami perasaannya dalam kehidupan, dan konsisten dengan batas-batas yang telah digariskan oleh agama, agar ia bisa mengemban misinya, dan memainkan peranannya dangan cara terbaik.


- Istri, partner suami dalam suka dan duka -


Ia adalah patner bagi laki-laki dalam mendidik generasi, dan menghiasi kehidupan dengan kesenangan, kebahagiaan dan keindahan. Kalau Islam menuntut laki-laki agar mempergauli wanita dengan baik,dan berwasiat tentangnya dengan baik, ia juga memerintahkan wanita agar taat kepada laki-laki dalam batas-batas halal dan adil, juga sangat menekankan ketaatan ini, sebagaimana di gambarkan oelh sabda Rasulullah :

”Kalau seandainya aku menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain,niscaya aku menyuruh wanita sujud pada suaminya.”
[HR. Tirmidzi ]

Bahkan Rasulullah menjadikan keridhaan suami pada istrinya sebagai sebab ia masuk surga. Rasulullah bersabda:

”Wanita yang mana saja yang meninggal sedangkan suaminya ridha padanya, maka ia masuk surga.”
[HR. Ibnu majah dan hakim]


Selain itu Islam mengancam wanita yang tidak taat kepada suaminya dan manjahuinya, dengan laknat yang ditimpakan oleh para malaikat kepadanya,sehingga ia kembali ke jalan yang lurus dan berdamai dengan suaminya:

” Apabila wanita bermalam meninggalkan tempat tidur suaminya,malaikat melaknatnya hingga pagi.”
[Muttafaq ‘alaihi ]


 Islam sangat menegaskan kepemipinan laki-laki atas perempuan dan wajib taat kepadanya dan mencari ridhanya,bahkan tidak mengizinkan wanita berpuasa di luar bulan Ramadhan kecuali mendapat izinya:

”Tidak halal bagi wanita berpuasa bila suaminya ada di rumah kecuali mendapat inzinnya,dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumahnya kecuali atas izin suaminya.”
[HR. Bukhari ]
- Istri yang baik  tidak akan mengizinkan siapa pun masuk ke rumahnya kecuali atas izin suaminya -


Islam telah memberikan hak kepemimpinan bagi laki-laki atas perempuan agar ia betul-betul menjadi laki-laki yang sebenarnya, yang tahu bagaimana menahkodai kapal kehidupan dalam keluarganya agar bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Islam juga memperingatkan semua laki-laki agar tidak terkena fitnah wanita, sehingga mata mereka menjadi silau, dan tekad mereka menjadi lemah serta agamanya lunak.
Dan menjadikan mereka tidak peka atas pelanggaran wanita terhadap agama, kemudian tidak mampu lagi mengendalikannya, sehingga wanita yang rusak menjadi segalanya dirumah dan tidak bisa dilanggar perintahnya.Juga tidak bisa dibantah kata-katanya, dan tidak bisa di tolak keinginannya.

- Wanita harus taat pada suaminya, bukan sebaliknya  -

Benar sekali ketika Rasulullah menjadikan hal ini sebagi fitnah yang paling bahaya bagi laki-laki. Sebagaimana sabda beliau:

” Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari wanita.”
[Muttafaq ‘alaihi]

Seorang suami muslim tidak lemah di hadapan godaan istrinya yang rusak, walau bagaimana pun besarnya godaan tersebut. Ia memahaminya dengan lembut dan cerdas bahwa walaupun godaannya menyenangkan bagi dirinya, akan tetapi ridha ALLAH lebih ia sukai sebesar apapun kecintaan seorang suami pada istrinya, tetap dia membawa kecintaannya ini hanya kepada ALLAH dan Rasul-Nya.

ALLAH berfirman:

”Katakanlah:”jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada ALLAH  dan Rasul-Nya dan [dari] berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan keputusan-Nya.”

Dan ALLAH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”
[QS. At-Taubah: 24 ]

Dari sini pelanggaran-pelanggaran wanita terhadap agama tidak ada dalam kehidupan seorang muslim sejati seperti yang biasa kita dapatkan di banyak rumah orang-orang yang mengaku beragama Islam. Orang laki-laki yang melihat dengan mata kepalanya sendiri, istrinya dan putra-putrinya,saudara serta saudarinya keluar ke jalan dengan berpakaian tapi telanjang, membuka kepala mereka,memperlihatkan dada dan lengannya, tidak segera merubah kenyataan ini yaitu pelanggaran terhadap ajaran ALLAH dan etika Islam, maka laki-laki tersebut telah kehilangan kejantanannya dan lepas dari kaedah2 Islamnya, serta mendapat kemurkahan ALLAH.


Tidak ada yang dapat menyelamatkannya kecuali tobat nashuha, yang membangkitkan kesadarannya untuk mengembalikannya ke jalan yang lurus. Islam telah menetapkan etika bagi wanita,dan mengkhususkan baginya pakaian yang boleh dipakai untuk keluar ke tempat umum,atau tampil di depan laki-laki yang bukan mahramnya. Itulah yang dinamakan dengan hijab syar’I bagi wanita muslimah. Wanita muslimah yang mempelajari ajaran Islam dan menimba dari sumbernya yang jernih,tumbuh di bawah naungannya yang rindang.




 

- Wanita sholihah = perhiasan terindah -




Menerima hijab ini dengan sepenuh hati dan keyakinan yang mendalam bahwa itu adalah agama yang datang dari ALLAH. Dan Bukan diskriminasi dari laki-laki,juga bukan pula menuruti egoisme mereka.Dan kesewenang-wenangan mereka terhadap wanita dan bukan mengekor ke zaman Bani Umayyah (zamannya al walid),sebagaimana dikatakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa didasari oleh ilmu atau argument yang kuat dan petunjuk dari AL-QUR’AN.

Dari Aisyah Ummul mukminin radhiyallahu anha sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dari beliau berkata:

”Semoga ALLAH merahmati wanita-wanita Muhajirat pertama,tatkala ALLAH menurunkan : “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung mereka ke dada mereka.” Mereka merobek horden mereka untuk dipakai sebagai kerudung.
Dalam riwayat lain,bukhari juga berkata:

” Mereka mengambil sarung-sarung mereka, lalu meyobeknya di bagian pinggir dan memakainya sebagai kerudung.”





- Wanita dan Hijab -



Dalam riwayat lain,dari shafiyah binti syaibah berkata:

”tatkala kami sedang berada di sisi aisyah radhiyallahu anha kami menyebut wanita quraisy dan keutamaan mereka,” maka aisyah radhiyallahu anha berkata:” wanita quraisy mempunyai keutamaan,dan sungguh aku tidak melihat yang lebih utama dari wanita anshar,dan lebih mempercayaai kitabullah,dan paling beriman kepada wahyu,yang telah diturunkan surah an-nur :

” dan hendaklah mereka muntupkan kerudung mereka pada dada mereka,''

para laki-laki mereka pulang menemui wanita-wanita mereka,membacakan apa yang telah diturunkan kepada mereka,orang laki-laki mebacakannya kepada istri,putri dan saudari mereka,dan kepada semua sanak kerabatnya,maka tidak seorang wanita pun dari mereka kecuali mengambil hordennya lalu memakainya sebagai kerudung,karena mempercayai dan menyakini terhadap apa yang telah diturunkan di dalam kitabnya,sehingga mereka berada di belakang rasulullah dengan kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak.”
[Lihat,Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari ; Kitab Tafsir.]

Semoga ALLAH merahmati wanita ANSHAR, alangkah kuatnya iman mereka,dan alangkah tingginya keIslaman mereka,juga alangkah cepatnya mereka menerima kebenaran sejak datangnya wahyu.
Semua wanita yang benar-benar beriman kepada ALLAH dan Rasul-Nya,tidak mau tidak harus mencontoh wanita ANSHAR.Mereka mengharuskan dirinya untuk memakai busana Muslimah, dan tidak perduli pada orang-orang di sekitarnya yang membuka aurat.

Sebagaimana contoh ada seorang mahasiswa muslimah yang berjilbab, dan tidak kalah mengagumkan dari sikap wanita-wanita ANSHAR,ketika ia ditanya oleh seorang wartawan yang berkunjung ke UNIVERSITAS DAMASKUS tentang hijabnya dan yang membuatnya ia sabar dan tekun memakainya ditengah udara panas,ia menjawab:” KATAKANLAH NERAKA JAHANAM LEBIH PANAS.”





- Neraka jauh lebih panas -


Rumah-rumah muslim hendaknya dipenuhi dengan wanita-wanita seperti itu,dan mendidik generasi yang bermoral sehingga memenuhi masyarakat dengan pahlawan-pahlawan yang siap berjuang. Tanggung jawab suami atas istrinya tidak hanya terbatas pada penampilan luarnya saja, akan tetapi juga mencakup ibadah dan prilakunya sehari-hari. Ia bertangung jawab atas istrinya apabila lalai dalam beribadah, atau melanggar perintah ALLAH atau melakukan maksiat, ia bertanggung jawab atas nama baiknya, kelurusan perilakunya dan pelaksanaannya terhadap kewajiban-kewajiban dan apapun kekurangannya dalam salah satu sisi ini. Yaitu merusak nama baik suami,cacat dalam kelaki-lakiannya dan merusak kepemimpinan yang dikaruniakan ALLAH padanya.

Hal ini karena Islam menjadikan wanita sebagai amanat di pundak laki-laki,karena biasanya agama wanita tergantung pada suaminya. Bahwa adakah ia sanggup membawanya ke surga atau neraka. Oleh karena itu,ALLAH memerintahkan orang-orang mukmin untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.Peritah tersebut mengambarkan akibat yang menakutkan yang mencekam hati dan memusingkan kepala apabila mereka mengabaikan istri dan keluarganya,serta tidak membawa mereka ke jalan yang lurus.
ALLAH berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,yang keras,yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

[QS.At-Tahrim : 6 ]
Kepemimpinan laki-laki atas wanita tidak bisa terwujud sebagaimana dikehendaki oleh Islam kecuali apabila laki-laki itu sukses dalam memimpin rumah tangga dan keluarganya, suami muslim tidak menjadi laki-laki yang sejati karena kekerasan dan kekasarannya, karena ini adalah identik dengan laki-laki jahiliyah.



Kelaki-lakian dalam Islam sangat jauh dari hal ini. Kelaki-lakian dalam Islam adalah kepribadian yang kuat dan menarik serta simpatik, akhlak yang mulia, toleran dan mudah memaafkan kesalahan-kesalahan kecil, konsisten terhadap hukum ALLAH, serta menerapkan hukum-hukum-Nya bagi seluruh keluarga. Kepemimpinan yang cerdas kepada kebaikan,dan pemurah tanpa boros, Juga kecerdasan dan perasaan yang mendalam terhadap tangung jawab di dunia dan akhirat serta betul-betul memahami keteladanan yang harus dimiliki oleh rumah tangga muslim. Inilah sifat-sifat muslim yang sejati yang diinginkan Islam.


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
♥ღϠ₡ღ♥ Semogah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,....wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥







0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami