Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*****MENJAUHI HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT BAGI KAUM MUSLIMIN MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS*****

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 05.58

 
Oleh Ummu Marwah 10 Desember 2011









بِسْـــــــــــــــــــــ ـمِ اﷲِارَّتْمَنِ ارَّتِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ








●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●

MENJAGA KEHORMATAN DAN NAMA BAIK ORANG LAIN,
PENYAKIT RIYA
DAN BERBUAT ADIL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●



Muslim yang cerdas dan sadar,tidak mencampuri urusan orang lain. Dia tidak melayangkan padangannya kepada saudara-saudara seiman disekitarnya dengan tujuan untuk mengetahui persoalan-persoalan pribadi mereka,baik yang dekat maupun yang jauh karena hal itu akan mendatangkan dosa dan siksa. Seorang muslim senantiasa menjahui hal-hal yang tidak berfaedah,dan tidak pula mengumbar kata-kata yang tidak berguna. Tetapi dia senantiasa berpegang teguh kepada budi pekerti yang mulia,membekali dirinya dengan keluhuran akhlak dan pergaulan yang baik dengan manusia. Rasulullah bersabda:

”DI ANTARA TANDA KEBAIKAN ISLAM SESEORANG ADALAH DIA MENINGGALKAN HAL-HAL YANG TIDAK BERFAEDAH.”
[HR.TIRMIDZI DAN IBNU MAJAH]







Di riwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: telah bersabda Rasulullah:

”SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI BAGI KALIAN TIGA HAL DAN MEMBENCI TIGA HAL.ALLAH MENYUKAI TIGA HAL ,YAITU KALIAN MENYEMBAH-NYA DAN TIDAK MENYEKUTUKAN-NYA DENGAN SESUATU PUN,KALIAN BERPEGANG TEGUH PADA TALI AGAMA ALLAH DAN TIDAK BERCERAI BERAI DAN DIA MEMBENCI TIGA HAL,YAITU BANYAK BICARA,BANYAK BERTANYA DAN MENYIA-NYIAKAN HARTA BENDA.”
[HR. MUSLIM]

Sesungguhnya masyarakat Rabbani yang di tumbuhkan Islam,tidak ada tempat bagi orang yang banyak bicara yang tidak perlu,banyak bertanya dan turut mencampuri urusan orang lain. Karena setiap individu muslim baik laki-laki maupun wanita disebukkan dengan urusan yang lebih besar dan mulia dari pada itu. Mereka sibuk menunaikan risalah (misi) mereka dalam kehidupan. Semua bekerja di bidangnya masing-masing dimana mereka semua mengerahkan segala daya upaya untuk menegakkan kalimat ALLAH di muka bumi,dan menyebarkan akhlak Islam di tengah-tengah manusia. Mereka yang sibuk dengan amalan yang agung seperti ini,tidak memiliki waktu untuk melakukan dosa-dosa semacam itu.







●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●

MENJAGA KEHORMATAN DAN NAMA BAIK ORANG LAIN

●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●


Seorang muslim yang bertakwa senantiasa menjaga lisannya untuk tidak membeberkan aib manusia dan mencemarkan nama baik mereka serta membenci beredarnya berita –berita buruk semacam itu di masyarakat. Hal itu semua sebagai implikasi dari petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah yang memberikan ancaman berat kepada orang-orang yang merusak kehormatan manusia dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat nanti. ALLAH berfirman:

”SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG INGIN AGAR [BERITA] PERBUATAN YANG AMAT KEJI ITU TERSIAR DI KALANGAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN,BAGI MEREKA AZAB YANG PEDIH DI DUNIA DAN AKHIRAT.”
[QS. AN-NUR; 19]






Yang demikian itu karena mencemarkan nama baik orang lain dan menyebarkan aib mereka di tengah-tengah masyarakat dosanya seperti dosa pelaku maksiat itu sendiri. ALI BIN ABU THALIB pernah berkata:

”PENYEBARAN KEKEJIAN DAN MELAKUKANNYA MEMPEROLEH DOSA YANG SAMA.”
[HR. BUKHARI ]

Maka seorang muslim yang sadar degan petunjuk agamanya mengetahui bahwa terapi terhadap kesalahan dan kekejian manusia bukan dengan jalan membeberkan aib serta menyebarkannya di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi, dengan jalan nasihat yang bijak dan memperindah ketaatan di hati mereka serta menumbuhkan kebencian terhadap maksiat dalam jiwa mereka,tanpa membeberkan aib,melukai dan berdebat kusir. Dengan demikian perkataan yang baik dan nasihat yang bijaksana dan tenang dalam menyampaikan yang hak akan membuka hati yang terkunci,sehingga jiwa akan patuh,dan raga pun akan tunduk.
Untuk itu ALLAH mencela perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain, dan menyebarkan aib manusia. ALLAH berfirman:

” DAN JANGANLAH KAMU MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN.”
[QS.AL-HUJURAT:12 ]



Yang demikian itu karena menyebarkan aib,mencari-cari kesalahan serta menyebarkan kekejian orang lain bukan hanya sekedar menorehkan luka di hati mereka,tetapi sejatinya melukai hati masyarakat di sekitarnya. Maka dari itulah Al-QUR’AN memberi ancaman keras terhadap orang-orang yang menginginkan tersebarnya kekejian di tengah-tengah masyarakat,pencemaran nama baik dan banyaknya prasangka buruk melainkan hanya akan meciptakan kerusakan di masyarakat,serta menjamurnya penyakit mental dan meracuni keindahan ukhuwah serta terwujudnya permusuhan,kebencian,tipu daya,kekerasan hati dan tersebarnya kerusakan antara individu di sebuah masyarakat. Rasulullah mengingatkan kita dengan sabdanya:

”SESUNGGUHNYA JIKA ENGKAU MENGINTAI KESALAHAN ORANG LAIN,BERARTI ENGKAU TELAH MERUSAK KEHORMATANNYA,ATAU NYARIS MERUSAKNYA.”
[HR. ABU DAUD]

Demikian pula Rasulullah melarang keras perbuatan mengintai dan mencari-cari kesalahan orang lain,dan mengancam orang yang meremehkan perbuatan tersebut,dengan dibeberkannya aib dan auratnya meskipun di bersembunyi di dalam rumahnya. Beliau bersabda:

”JANGANLAH KALIAN MENYAKITI HAMBA-HAMBA ALLAH,DAN JANGAN PULA KALIAN MERENDAHKAN MEREKA,DAN JANGAN PULA KALIAN MENCARI-CARI KESALAHAN MEREKA.
KARENA SIAPA YANG MECARI AIB DAN KESALAHAN SAUDARANYA SESAMA MUSLIM MAKA ALLAH AKAN MEMBEBERKAN AIB DAN MENCEMARKAN NAMA BAIKNYA WALAUPUN DIA BERADA DI DALAM RUMAHNYA.”
[HR. AHMAD ]







Rasulullah merasa tersiksa dengan adanya prilaku orang yang memiliki akhlak yang tercela,suka berprasangka buruk,meragukan kebaikan orang lain,dan memperdengarkan aib mereka. Terlebih ketika sampai berita kepada beliau orang yang suka menyakiti hati saudaranya yang lain. Ibju Abbas melukiskan perasaan Rasulullah terhadap orang yang suka membeberkan aib saudaranya. Ia menuturkan, Rasulullah suatu ketika berkhotbah yang didengar oleh semua orang hingga gadis-gadis pingitan di rumah-rumah mereka,beliau bersabda:

”WAHAI SEKALIAN MANUSIA YANG KEIMANANNYA HANYA SEBATAS DI BIBIR SAJA DAN TIDAK MENYENTUH HATINYA, JANGANLAH KALIAN MENYAKITI HATI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN JANGANLAH KALIAN MENGINTAI KESALAHAN-KESALAHAN MEREKA.KARENA SESUNGGUHNYA SIAPA YANG MENCARI-CARI AIB ORANG LAIN, MAKA ALLAH AKAN MEMBUKA AIBNYA.

DAN BARANG SIAPA YANG MENGINTAI AURAT SAUDARANYA,MAKA ALLAH AKAN MEMEBERKAN AIBNYA DI HADAPAN MANUSIA,MESKIPUN DIA BERSEMBUNYI DI BILIK RUMAHNYA.”
[HR. THABRANI ]
Ini khotbah yang disampaikan oleh Rasulullah yang berkobar dari dalam jiwanya, hingga gadis-gadis pingitan mendengar dari rumah-rumah mereka. Beliau memulai khotbahnya dengan bahasa yang sangat keras.

“WAHAI SEKALIAN MANUSIA YANG KEIMANANNYA HANYA SEBATAS BIBIR SAJA DAN TIDAK MENYENTUH HATI….,” ALANGKAH BURUK DAN BERATNYA KESALAHAN DAN DOSA YANG DILAKUKAN OLEH ORANG YANG MENCEMARKAN NAMA BAIK MANUSIA HINGGA MENGELUARKANNYA DARI NIKMAT IMAN.


●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●

TERHINDAR DARI PENYAKIT RIYA’ (PAMER)

●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●



Seorang muslim yang lurus dan berilmu tidak akan tergelincir ke jurang riya, bangga diri, dan sombong. Karena dia selalu sadar dengan petunjuk agamanya,yang selalu menuntutnya kepada kesuksesan dan perlindungan diri dari dosa. Dia juga senantiasa menyadari bahwa intisari dari agama ini adalah ikhlas semata-mata karena ALLAH baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Setiap warna dari RIYA AKAN MENGHAPUS PAHALA,MERUSAK AMALAN DAN MENETESKAN KEHINAAN PADA HARI KIAMAT. Yang demikian itu karena beribadah kepada ALLAH semata adalah tujuan penciptaan manusia dan jin,sebagaimana firman-Nya:

” DAN AKU TIDAK MENCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA MELAINKAN SUPAYA MEREKA MENYEMBAH-KU.”
[QS. ADZ DZARIYAT : 56 ]






IBADAH KEPADA-NYA TIDAK AKAN DITERIMA OLEH ALLAH,MELAINKAN JIKA DILAKSANAKAN IKHLAS KARENA-NYA SEMATA.
ALLAH BERFIRMAN:

” PADAHAL MEREKA TIDAK KECUALI SUPAYA MENYEMBAH ALLAH DENGAN MEMURNIKAN KETAATAN KEPADA-NYA DALAM [MENJALANKAN]AGAMA YANG LURUS.”
[QS.AL-BAYYINAH : 5 ]











Ketika amalan muslim ternodai riya’ atau cinta popularitas, ingin di dengar orang, mengharap sanjungan dan keharuman nama,maka rusak dan sia-sialah amalnya,terhapus pahalanya dan akhirnya pelakunya mengalami kerugian yang besar. Yang demikian itu karena AL-QUR’ANUL KARIM telah mengingatkan orang-orang yang menginfakkan hartanya,lalu menyebut-nyebutnya dan menyakiti hati orang yang diberi. Dan mereka pun menjadi terluka hatinya dan terendahkan kehormatan mereka.
ALLAH berfirman:

”HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN,JANGANLAH KAMU MENGHILANGKAN PAHALA SEDEKAHMU DENGAN MENYEBUT-NYEBUTNYA DAN MENYAKITI [PERASAAN SIPENERIMA] SEPERTI ORANG YANG MENAFKAHKAN HARTANYA KARENA RIYA KEPADA MANUSIA DAN DIA TIDAK BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN.MAKA PERUMPAMAAN ORANG ITU SEPERTI BATU LICIN YANG DI ATASNYA ADA TANAH,KEMUDIAN BATU ITU DITIMPA HUJAN LEBAT,LALU MENJADILAH DIA BERSIH [TIDAK BERTANAH].MEREKA TIDAK MENGUASAI SESUATU PUN DARI APA YANG MEREKA USAHAKAN;DAN ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG KAFIR.”
[QS.AL-BAQARAH :264 ]







Menyebut-nyebut pemberian sedekah kepada orang yang menerimannya akan menghapus pahala sedekah orang yang memberi. Perumpamaannya seperti air deras yang mengucur melenyapkan debu yang menempel di atas batu yang licin,terhempas tak berbekas.Kemudian di penghujung ayat ini ALLAH memberikan ancaman yang sangat mengerikan,yaitu bahwa orang-orang yang berbuat riya tidak pantas mendapat petunjuk-Nya,dan bahwa mereka bersama dengan barisan orang-orang yang kafir. Yang demikian itu karena keadaan orang-orang yang berbuat riya selalu tampilkan amalan baik di hadapan manusia. Tujuan amal mereka bukanlah menggapai ridha ALLAH.
Sebagaimana firman-Nya tentang prilaku mereka:

”MEREKA BERMAKSUD RIYA [DENGAN SHALAT] DI HADAPAN MANUSIA DAN TIDAKLAH MEREKA MENYEBUT ALLAH KECUALI SEDIKIT SEKALI.”
[QS.AN-NISA : 142 ]






Dengan demikian maka amalan mereka terolak,karena menyekutukan ALLAH dengan selain-Nya. Padahal ALLAH tidak mau menerima sesuatu amalan apapun terkecuali bila ikhlas karena-Nya semata, sebagaimana tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda:” ALLAH berfirman:

” AKU ADALAH DZAT YANG PALING TIDAK MEMBUTUHKAN SEKUTU,SIAPA YANG BERAMAL DENGAN MENYEKUTUKAN-KU DENGAN SELAIN-KU,MAKA AKU TINGGALKAN DIA BERSAMA SEKUTUNYA.”
[HR.MUSLIM ]

Sesungguhnya muslim yang tersinari petunjuk agamanya,senantiasa waspada dan berhati-hati agar tidak tergelincir kepada perbuatan riya yang telah banyak menjebak umat muslim ditaman kebaikan sedangkan mereka tidak menyadarinya. Oleh karena itu riya adalah suatu perbuatan yang kebaikannya selalu di tampakan supaya namanya disebut dan disanjung dalam berbagai kesempatan,maka disinilah awal ketergelinciran dan keterpurukannya.
Rasulullah cukup detail dan rinci dalam menjelaskan persoalan riya ini. Dimana beliau menerangkan tentang kehinaan yang besar pada hari Kiamat yang akan ditemui oleh mereka yang berbuat riya, di hari yang tiada lagi bermanfaat harta benda dan anak-anak terkecuali bagi siapa yang datang dengan hati yang bersih. Sebagaimana tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah,ia berkata:” Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

”SESUNGGUHNYA MANUSIA PERTAMA YANG AKAN DI ADILI PADA HARI KIAMAT ADALAH ORANG YANG MATI SYAHID.DIA DI HADIRKAN DI HADAPAN ALLAH DAN DIPERLIHATKAN KEPADANYA BEBERAPA NIKMAT YANG TELAH DIKARUNIAKAN-NYA KEPADANYA HINGGA DIA MENGAKUINYA. ALLAH bertanya:” APA YANG TELAH KAMU KERJAKAN DI DUNIA ?” Dia menjawab:”AKU TELAH BERJUANG DI JALAN-MU HINGGA AKU TERBUNUH . ALLAH menjawab:”KAMU TELAH BERDUSTA,AKAN TETAPI KAMU BERJUANG SUPAYA KAMU DI KATAKAN SEBAGAI PAHLAWAN, DAN SEBUTAN ITU TELAH KAMU DAPATKAN, LALU ORANG ITU DI SERET DENGAN WAJAH TERTELUNGKUP DI ATAS TANAH UNTUK DILEMPARKAN KE DALAM NERAKA.







Manusia ke dua adalah orang-orang yang mempelajari Ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain dan sebagai pembaca AL-QUR’AN. Dia dihadirkan di hadapan ALLAH dan diperlihatkan kepadanya beberapa nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepadanya hingga ia mengakuinya. ALLAH bertanya:

” APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN DI DUNIA ?” Dia menjawab:” AKU TELAH MEMPELAJARI ILMU DAN MENGAJARKANNYA KEPADA ORANG LAIN SERTA AKU MEMBACA AL-QUR’AN IKHLAS KARENA-MU. ALLAH menjawab:” KAMU TELAH BERDUSTA,AKAN TETAPI KAMU MEMPELAJARI ILMU SUPAYA KAMU DIKATAKAN SEBAGAI ALIM (ORANG YANG BERILMU),DAN KAMU MEMBACA AL-QUR’AN SUAPAYA KAMU DISEBUT SEBAGAI QARI, DAN SEBUTAN ITU TELAH KAMU DAPATKAN,LALU ORANG ITU DISERET DENGAN WAJAH TERTELUNGKUP DI ATAS TANAH UNTUK DI LEMPARKAN KE DALAM NERAKA.

Dan manusia ketiga adalah orang yang diberi keleluasaan rezki dan kecukupan harta. Dia dihadirkan di hadapan ALLAH dan diperlihatkan kepadanya beberapa nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepadanya hingga dia mengakuinya. ALLAH bertanya:

” APAKAH YANG TELAH KAMU KERJAKAN DI DUNIA ?” Dia menjawab:”AKU TELAH MENGGUNAKAN HARTAKU DI JALAN YANG TELAH ENGKAU RIDHA’I, SEMUA ITU KULAKUKAN IKHLAS KARENA-MU”. ALLAH menjawab :” KAMU TELAH BERDUSTA,AKAN TETAPI KAMU MELAKUKANNYA SUPAYA KAMU DIKATAKAN SEBAGAI DERMAWAN, DAN SEBUTAN ITU TELAH KAMU DAPATKAN,LALU ORANG ITU DISERET DENGAN WAJAH TERTELUNGKUP DI ATAS TANAH UNTUK DILEMPARKAN KE DALAM NERAKA.”
[HR. MUSLIM ]








Sesungguhnya kaum muslimin yang senantiasa terjaga dan menghirup udara hidayah ALLAH dan Rasul-Nya, dia sangat berhati-hati dalam melangkah agar tidak tergelincir ke jurang riya dengan segala bentuk dan warnanya. Dan dia memberikan totalitas amalnya hanya untuk ALLAH semata dan mengharap ridha-Nya. Dia senantiasa mengenang petunjuk Rasulullah terhadap amalannya yang mungkin bisa ternodai debu-debu riya. Sebuah hadits mengatakan :

”BARANGSIAPA YANG BERBUAT SUM’AH (INGIN DI DENGAR AMAL BAIKNYA),MAKA ALLAH AKAN MEMBEBERKAN NIAT BURUKNYA PADA HARI KIAMAT. DAN BARANGSIAPA YANG BERBUAT RIYA,MAKA ALLAH AKAN MEMBEBERKAN NIAT BURUKNYA PADA HARI KIAMAT.”
[MUTTAFAQ ‘ALAIHI]





●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●

ADIL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

●●●▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬●●●



Terkadang seorang muslim yang baik,diposisikan sebagai orang yang di mintai pendapat dan orang yang mengambil keputusan. Dari sini akan terlihat keimanan,kedewasaan dan ketakwaannya. Dimana ia dengan matangnya berpikir akan mengambil keputusan dengan adil dan bijaksana,tidak zalim,pilih kasih atau mengambil keputusan berdasarkan hawa nafsunya,dalam bagaimana pun kondisinya. Karena ia tahu bahwa adil dan tidak berbuat zalim merupakan dasar agama dan substansinya,yang telah banyak di terangkan oleh AL-QUR’AN dan SUNNAH sebagaimana ia merealisasikan dalam kehidupannya tanpa ada keringanan atau berijtihad di dalamnya. ALLAH berfirman:

”SESUNGGUHNYA ALLAH MENYURUH KAMU MENYAMPAIKAN AMANAT KEPADA YANG BERHAK MENERIMANNYA DAN [MENYURUH KAMU] APABILA MENETAPKAN HUKUM DI ANTARA MANUSIA SUPAYA KAMU MENETAPKAN DENGAN ADIL.”
[QS.AN-NISA : 58 ]





Keadilan yang di pahami oleh seorang muslim yang baik adalah keadilan yang tulus,totalitas dan murni,yang tidak tergoyahkan oleh rasa cinta dan benci,yang tidak dipengaruhi oleh cinta,kekerabatan,nasab maupun kecendrungan pribadi. ALLAH berfirman:

”HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN,HENDAKLAH KAMU MENJADI ORANG-ORANG YANG SELALU MENEGAKKAN KEBENARAN KARENA ALLAH,MENJADI SAKSI YANG ADIL. DAN JANGANLAH SEKALI-KALI KEBENCIANMU TERHADAP SUATU KAUM MENDORONG KAMU UNTUK BERLAKU TIDAK ADIL.BERLAKU ADILAH, KARENA ADIL ITU LEBIH DEKAT KEPADA TAKWA.DAN BERTAKWALAH KEPADA ALLAH,SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN.”
[QS. AL-MAIDAH : 8 ]

Dan ALLAH juga berfirman:

” DAN APABILA KAMU BERKATA: MAKA HENDAKLAH KAMU BERLAKU ADIL KENDATIPUN DIA ADALAH KERABAT[MU] DAN PENUHILAH JANJI ALLAH.”
[QS.AL-AN’AM : 152 ]

Sungguh Rasulullah telah memberikan permisalan yang tinggi dalam masalah keadilan,yaitu ketika datang kepada beliau Usamah bin Zaid untuk meminta syafaat bagi wanita dari bani Makhzumiyah yang mencuri,namun Rasulullah tetap berteguh hati untuk memotong tangan wanita itu seraya bersabda:

” APAKAH KAMU AKAN MEMINTAKAN SYAFAAT PADA HUKUM ALLAH ?,…DEMI ALLAH,SEKIRANYA FATIMAH BINTI MUHAMMAD MENCURI,NISCAYA AKAN AKU POTONG TANGANNYA.”
[MUTTAFAQ ‘ALAIHI ]

Sungguh suatu keadilan yang sempurna dan total,yang berlaku bagi orang tua dan orang muda,penguasa dan rakyat jelata,muslim dan non muslim. Dan seorang pun tak dapat mengelak darinya. Inilah dinding pemisah antara keadilan dalam masyarakat Islam dan keadilan pada masyarakat lainnya. Dan diantara catatan sejarah yang membuat para pelaku keadilan berdecak kagum,adalah apa yang pernah dilakukan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib saat berselisih dengan orang Yahudi yang mencuri baju besinya di hadapan hakim syuraih,yang mana rasa hormat sang hakim tidak menghalanginya untuk meminta bukti dari Amirul Mukminin bahwa Yahudi itu telah mencuri baju besinya. Ketika beliau tidak dapat menghadirkan bukti,maka hakim memenangkan perkara Yahudi tersebut.






Sejarah Islam senantiasa bertabur contoh dan keteladanan tentang keadilan dan kebenaran yang tumbuh di masyarakat Islam. Bertolak dari hal itu, maka seorang muslim yang jujur dan bertakwa serta berkomitmen dengan ajaran Islam senantiasa berlaku adil baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Tertancap keyakinan dalam hatinya bahwa kebenaran itu warisan para pendahulunya. Sehingga keadilan melekat pada tubuh umatnya,dan menyelisihkan atau berselisih paham dalam hal kebenaran dan keadilan adalah haram hukumnya dalam syariat.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
♥ღϠ₡ღ♥ Semogah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,....wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥


0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami