Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***PANDANGAN AL-HARITS AL-MUHASIBI TENTANG KEDAHSYATAN HARI KIAMAT MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS***

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 00.55

 
Oleh Ummu Marwah 1 November 2011











بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Al-Harits Al-Muhasibi Rahimahullah berkata saat mengambarkan tentang kedahsyatan yang terjadi pada hari itu:”Hingga apabila jumlah orang-orang mati telah cukup,langit dan bumi kosong dari penghuninya,mereka diam setelah bergerak,maka tidak ada sesuatu yang terdengar dan tidak ada orang yang terlihat,hanya tinggal “AL-JABBAR YANG MAHA TINGGI SEBAGAIMANA DZAT-NYA YANG TERDAHULU,AZALI,ESA DAN SATU-SATUNYA YANG MEMPUNYAI KEAGUNGAN DAN KEBESARAN.”







Kemudian ruhmu dikagetkan oleh suara yang memanggil semua makhluk bersamamu untuk dihadapkan kepada ALLAH dengan kehinaan dan kekerdilan dirimu dan dari mereka.Maka bayangkan bagaimana suara sampai ke telingamu dan akalmu,dan pahamilah dengan akalmu bahwa engkau dipanggil untuk dihadapkan kepada RAJA YANG MAHA TINGGI. Hatimu terbang,kepalamu beruban,karena itu adalah satu teriakan untuk dihadapkan kepada yang MAHA AGUNG dan MAHA BESAR.









Tatkala engkau ketakutan kepada suara tersebut,tiba-tiba engkau mendengar suara terbukanya bumi di atas kepalamu,lalu engkau melompat dengan kepala hingga kakimu berlumuran tanah kuburanmu.

Engkau berdiri diatas kakimu mengangkat pandanganmu kearah seruan,dan semua makhluk bangkit bersamamu sekaligus, dan mereka berlumuran debu dari tanah yang mereka tinggali dalam waktu yang panjang.Bayangkan kebangkitan mereka semua dengan ketakutan,bayangkan dirimu dengan tanpa pakaian,hina,sendiri,dengan ketakutan,kesedihan,kebingungan dan keresahan ditengah keramaian makhluk.









Mereka semua tidak berpakaian dan tidak memakai alas kaki dan terdiam dengan kehinaan,kemelaratan dan ketakutan.Engkau tidak mendengar kecuali bunyi kaki mereka dan suara yang memanggil.Semua makhluk menuju kepada-Nya dan engkau berada diantara mereka menuju suara,berjalan dengan khusyu’dan hina.Hingga bila sampai ke tempat berkumpulnya semua umat baik dari bangsa jin maupun manusia dengan tidak berpakaian dan tidak beralas kaki,dan kerajaan telah dicabut dari raja-raja dunia.Mereka mendapat kehinaan dan tidak berharga,mereka menjadi orang yang paling hina di antara semua makhluk dan paling kecil badanya,setelah di dunia mereka berbuat sombong dan angkuh kepada hamba-hamba ALLAH.









Kemudian hewan-hewan liar datang dari lembah-lembah dan punca gunung menundukkan kepalanya karena merasa hina di hari kiamat,setelah ia liar dan memisahkan diri dari makhluk yang lain.Pada hari kebangkitan ia merasa terhina padahal tanpa mendapat cobaan,dan tanpa melakukan kesalahan.

Maka bayangkan bagaimanakah kedatangannya dalam keadaan hina di hari yang agung pada hari dihadapkan dan dibangkitkan.

Lalu datanglah binatang-binatang buas,setelah kebuasan dan keangkuhannya,menundukkan kepalanya pada hari kiamat,hingga ia berhenti dibelakang manusia dengan nista dan hina serta tunduk kepada YANG MAHA PERKASA,dan setan-setan datang dengan tunduk dan hina untuk dihadapkan kepada ALLAH,setelah di dunia ia sombong dan durhaka.









MAHA SUCI ALLAH yang mengumpulkan mereka setelah lama diuji.Dan perbedaan tabi’at mereka,masing-masing saling bermusuhan,sekarang mereka dihinakan dan dikumpulkan saat kebangkitan.

Hingga bila jumlah penduduk bumi telah cukup,baik manusia,jin,setan,hewan liar dan binatang buas,hewan ternak dan serangga.Mereka semua berdiri di tempat hisab.

Bintang-bintang langit berjatuhan dari atas mereka,matahari dan bulan padam,dan bumi gelap karena lampunya redup dan cahayanya padam.Tatkala engkau dan semua makhluk dalam keadaan yang demikian,tiba-tiba langit dunia berada diatas mereka,berputar dengan besarnya di atas kepala mereka,dan engkau melihat kedahsyatannya dengan mata kepalamu,kemudian pecah dan terbelah dengan keagungan dahysatnya hari kiamat,sementara malaikat berdiri disisi-sisinya,yaitu tepian-tepian yang retak dan pecah tersebut.









Maka bagaimana menurut anda kedahsyatannya ketika langit dengan keagungannya pecah. Tuhannya mencairkannya hingga menjadi seperti timah cair yang bercampur dengan warna kuning karena ketakutan di hari kiamat,sebagaimana firman-Nya:”MAKA APABILA LANGIT TERBELAH DAN MENJADI MAWAR SEPERTI [KILAPAN]MINYAK.” [QS.AR-RAHMAN: 37]

JUGA FIRMAN ALLAH:”PADA HARI KETIKA LANGIT MENJADI SEPERTI LULUHAN PERAK.DAN GUNUNG-GUNUNG MENJADI SEPERTI BULU [YANG BERTERBANGAN]. [QS.AL-MA’ARIJ: 8-9]



Tatkala malaikat langit dunia berada pada tepian-tepian langit,tiba-tiba mereka berhamburan ke bumi untuk dihadapkan dan dihisab,mereka berhamburan turun dari tepian langit dengan keagungan wujud jasad dan pangkat mereka dan gemuruhnya suara mereka saat mensucikan TUHAN yang menurunkan mereka ke bumi dengan perasaan nista dan hina untuk dihadapkan kepada-Nya dan dipertanyakan kepada-Nya.Bayangkan bagaimana gambaran turunnya mereka dari awan dengan bentuk mereka yang besar ,dan gemuruhnya suara mereka.Dan karena rasa takut,mereka tertunduk untuk dihadapkan kepada ALLAH.









Alangkah gemetarnya dirimu disaat semua makhluk dikuasai ketakutan,khawatir jika dihadapkan dengan gilirannya untuk pertanyaan kepada mereka:”APAKAH DI ANTARA MEREKA ADA TUHAN,?”….MAKA MALAIKAT TAKUT PADA PERTANYAAN MEREKA KARENA DEMI MENGAGUNGKAN TUHAN MEREKA,BILA BERADA DI ANTARA MEREKA.Maka mereka menyeru dengan suara mereka yang mensucikan TUHAN mereka dari apa yang dibayangkan oleh penduduk bumi:”MAHA SUCI TUHAN KAMI,DIA TIDAK BERADA DI ANTARA KAMI,AKAN TETAPI DIA DATANG SETELAH INI,HINGGA MEREKA MENGAMBIL BARISAN MEREKA,melihat kepada para makhluk,menundukkan kepala mereka karena hinanya mereka pada hari itu.Bayangkan bagaimana kedahsyatan gambaran mereka dikala mereka tampak dengan sayap-sayap,dan menundukkan kepala mereka dengan besarnya jasad.









mereka dengan nista dan hina serta khusyu pada TUHAN mereka dan seluruh makhluk bahkan langit ketujuh,di mana setiap langit di huni oleh makhluk dengan jumlah dan besar yang berlipat ganda dan semua penduduk langit memandang kepada semua makhluk dalam suatu barisan.

Hingga apabila semua penduduk bumi yang tujuh telah berkumpul di suatu tempat,matahari diliputi rasa panas yang meninggi sampai seukuran panas sepuluh tahun.Matahari itu didekatkan ke kepala para makhluk dengan jarak ujung busur panah atau dua ujung busur panah.Dan tidak ada naungan bagi seorang pun,kecuali naungan arsy TUHAN semesta alam.









Ada yang bernaung dibawah naungan arsy dan ada yang kepanasan dibawah terik matahari.PANASNYA TELAH MELULUHKANNYA,KEBINGUNGAN DAN KEGELISAHANNYA SEMAKIN BERTAMBAH KARENA NYALANYA,KEMUDIAN UMAT-UMAT BERDESAKAN DAN SALING MENDORONG SATU SAMA LAIN.KAKI-KAKI SALING BERSILANG DAN LEHER HAMPIR TERCEKIK KARENA KEHAUSAN.PANAS MATAHARI BERCAMPUR DENGAN NAFAS PARA MAKHLUK DAN BERDESAKANNYA BADAN MEREKA,MAKA MENGALIRLAH KERINGAT DARI BADAN HINGGA MENGGENANG DI BUMI ,KEMUDIAN MENEGGELAMKAN BADAN MEREKA SESUAI DENGAN MARTABAT DAN KEDUDUKAN MEREKA DI SISI ALLAH BAIK YANG BAHAGIA MAUPUN YANG CELAKA.









Sebagian orang keringatnya sampai di mata kaki,sebagian yang lain menggenangi lututnya dan sebagian sampai ke daun telinganya,bahkan ada orang yang hampir tenggelam dalam keringatnya,dan ada pula yang keringatnya keluar dengan biasa-biasa.

Dari Ibnu Umar berkata:” Rasulullah bersabda:”SESUNGGUHNYA SEORANG LAKI-LAKI (SUATU KALI BERKATA:SESUNGGUHNYA ORANG KAFIR)BERDIRI DI HARI KIAMAT DI LAUTAN KERINGATNYA HINGGA PERTENGAHAN TELINGANYA KARENA LAMANYA BERDIRI.” [MUTTAFAQ ALAIHI]









Dari Abdullah,ia meriwayatkan dengan derajat “Marfuu”(artinya:”Istilah bagi hadits yang dinisbath oleh sahabat kepada Nabi,baik perkataan,perbuatan,persetujuan maupun sifat)ke Nabi :



”SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG KAFIR DI KEKANG DENGAN KERINGATNYA DIHARI KIAMAT KARENA LAMANYA HARI ITU.” (Dan Ali berkata:”karena lamanya berdiri)Hingga berkata:”Wahai TUHANku bebaskan aku walaupun k e neraka.



Sudah barang tentu engkau menjadi salah satu dari mereka,maka bayangkan dirimu ketika dipenuhi oleh keringat dan di liputi oleh kesedihan.Nafasmu sesak di dadamu karena terhimpit keringat dan ketakutan,dan manusia bersamamu menunggu keputusan,apakah menuju ke rumah kebahagiaan atau ke rumah kesengsaraan,hingga kesulitan padamu dan semua makhluk mencapai puncaknya,dan mereka diajak bicara dan tidak diperdulikan.



“Dari Qatadah atau Ka’ab berkata sebagaimana firman-Nya:”YAITU HARI [KETIKA] MANUSIA BERDIRI MENGHADAP TUHAN SEMESTA ALAM.” [QS.AL-MUTHAFFIFIN;6]









Ia berkata:Mereka berdiri sekitar tiga ratus tahun,dan ia berkata. Aku mendengar AL-Hasan berkata:”Bagaimana pendapatmu tentang kaum yang berdiri di atas kaki mereka menghadap ALLAH selama lima puluh ribu tahun.Selama itu mereka tidak makan dan tidak minum sama sekali,hingga apabila leher mereka terputus karena kehausan,dan lambung mereka terbakar karena kelaparan,akhirnya mereka digiring ke neraka.Mereka diberi minuman dari sumber air yang sangat panas.Tatkala mereka sampai kepada puncak kesulitan sehingga mereka tidak kuat lagi menahannya,mereka berkata satu sama lain untuk mencari siapa yang bisa member syafa’at bagi mereka agar dihindarkan dari keadaan mereka agar bisa meningalkan tempat tersebut entah menuju ke surga atau ke neraka.



Maka mereka pergi menemui Nabi Adam dan Nuh,setelah itu ke Ibrahim lalu ke Musa dan Isa.Setelah Ibrahim,mereka semua berkata:”Sesungguhnya TUHANKU pada hari ini sangat marah sekali,belum pernah marah seperti hari ini.Dan tidak akan pernah marah seperti itu,mereka menyebut kemarahan TUHANNYA ALLAH AZZA WA JALLA,dan mereka menyeru: “NAFSI NAFSI (diriku diriku) mereka disibukkan dengan dirinya sendiri hingga tidak bisa memohon syafa’at kepada TUHAN mereka karena sibuk menyelamatkan diri sendiri.

ALLAH berfirman:”[INGATLAH] SUATU HARI [KETIKA]TIAP-TIAP DIRI DATANG UNTUK MEMBELA DIRINYA SENDIRI.” [QS.AN-NAHL;111]



Bayangkan suara-suara makhluk,semuanya menyeru,masing-masing mengurus dirinya sendiri,menyeru nafsi-nafsi,engkau tidak mendengar kecuali nafsi-nafsi.Alangkah dahsyatnya hari itu dimana engkau menyeru bersama mereka dengan menyibukkan diri menyelamatkan dirinya dari siksa TUHANNYA.Bagaimana pikiranmu di hari Adam yang terpilih menyeruh,Ibrahim Al-Khalil menyeru,Musa Kalimullah menyeru Isa roh ALLAH dan kalimatnya menyeru,padahal mereka mempunyai kedudukan yang tinggi disisi ALLAH.Semuanya menyeru:nafsi-nafsi,karena takut kepada kemurkahan TUHANNYA,maka dimana engkau dibandingkan mereka dalam ketakutanmu pada hari itu dan kesibukanmu serta kesedihanmu,?”…Hingga tatkala para makhluk putus asa dari syafa’at mereka karena mereka melihat bahwa para Nabi tersebut sibuk dengan urusan diri mereka sendiri,mereka mendatangi Muhammad,mereka memohon agar dimintakan syafa’at kepada TUHAN mereka.Dan IA memenuhi permohonan mereka,kemudian berdiri manghadap TUHANNYA ALLAH AZZA WA JALLA dan minta izin.Beliau di izinkan,kemudian tersungkur sujud kepada TUHANNYA.Lalu beliau di ilhami pujian dan sanjungan kepada TUHANNYA sesuai dengan kedudukan-Nya.Dan ini semua dalam pendengaranmu dan pendengaran semua makhluk,hingga ALLAH AZZA WA JALLA mengabulkannya untuk mempercepat pengadilan mereka. [Di jelaskan dalam Kitab at Tawahhum wal Ahwal,oleh Al-Harits bin Asad Al Muhasibi,hal;5]

===============================================================

AL-HARITS AL-MUHASIBI.

Al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Bagdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena suka melangsungkan introspeksi. Harits bin As’ad al-Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin.

Harits bin As’ad al-Muhasibi, adalah seorang sufi yang mengkompromikan ilmu syari’at dan ilmu hakikat. Menurut al-Qusyairi, dalam ilmu, kerendahan hati dan pergaulannya yang terpelihara baik tidak ada bandingannya pada masa itu.

Menurut asy-Sya’rani, “Dia ( al-Muhasibi ) adalah seorang alim diantara tokoh-tokoh alirannya, menguasai ilmu-ilmu lahir, ilmu pokok agama, serta ilmu-ilmu muammalah.

Harits bin As’ad al-Muhasibi, berkata: “Rasa sedih itu berbagai macam, rasa sedih karena hilangnya sesuatu yang adanya sangat disenangi, rasa sedih karena khawatir tentang yang terjadi esok lusa, rasa sedih karena merindukan yang diharap bisa tercapai ternyata tidak tercapai dan rasa sedih karena ingat betapa diri menyimpang dari ajaran-ajaran Allah.”

Diriwayatkan dalam Tadzkirah al-Aulia’ ath-Ththar, “landasan ibadah itu kerendahan hati, sementara landasan kerendahan hati itu taqwa. Landasan taqwa itu introspeksi, sementara landasan introspeksi itu rasa takut maupun rasa harap. Rasa takut maupun rasa harap muncul dari pemahaman terhadap janji dan ancaman Allah. Pemahaman terhadap janji dan ancaman Allah itu muncul karena ingat balasan Allah, dan ingat balasan Allah itu sendiri muncul dari penalaran serta perenungan.

Harits bin As’ad al-Muhasibi, membedakan amal menjadi dua, “Amal-amal Qolbu, dalam mengkaji hal-hal goib, lebih luhur ketimbang amal-amal anggota tubuh luar.

Pendapat-pendapat Harits bin As’ad al-Muhasibi sangat berpengaruh terhadap Imam Ghozali, ketika menulis Ihya’ ulumuddin banyak mengutip dari Ri’ayah li Huquq al-Insan karya al-Muhasibi.

===========================================================

♥ღϠ₡ღ♥ Semoggah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,dan selamat menjalankan ibadah puasa,...BARAKALAHU FIIKUM,......wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami