Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***SEORANG MUSLIM DENGAN KELUARGA DAN KERABATNYA MENURUT AL-QUR'AN DAN SUNNAH***

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 00.17


Oleh Ummu Marwah 10 Agustus 2011












بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



*Penghormatan ISLAM terhadap sanak kerabat*



ISLAM menghormati sanak kerabat dengan penghormatan yang belum pernah dikenal dalam sejarah kemanusiaan pada agama-agama lain dan ajaran lainnya.

Oleh karena itu,ISLAM mewasiatkan dengan menghormati sanak kerabat,serta menganjurkan untuk menyambungnya,dan mengancam yang memutuskan hubungan tersebut.

Tidak ada yang lebih menunjukkan atas penghormatan ISLAM terhadap sanak kerabat dari gambaran yang indah yang digariskan oleh Rasulullah,bagi sanak kerabat.Ia berdiri dihadapan ALLAH disuatu lapangan yang luas dimana ALLAH menciptakan makhluk-Nya, padanya ia mohon perlindungan dari diputuskannya,dan ALLAH mengabulkan permohonannya.Dan menyambung orang yang menyambungnya,dan memutuskan hubungan orang yang memutuskannya.



Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,berkata,“Rasulullah bersabda:”SESUNGGUHNYA ALLAH MENCIPTAKAN MAKHLUK,HINGGA SETELAH SELESAI MENCIPTAKANNYA,HUBUNGAN KEKELUARGAAN BERKATA;”INI ADALAH TEMPAT BAGI ORANG YANG MEMOHON PERLIDUNGAN PADAMU DARI MEMUTUSKAN (KEKERABATAN).ALLAH BERKATA:”YA, TIDAKKAH ENGKAU RIDHA JIKA AKU MENYAMBUNG HUBUNGAN DENGAN ORANG YANG MENYAMBUNGMU,DAN MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN YANG MEMUTUSKANNYA?” IA BERKATA:”BENAR, ALLAH BERKATA:”INI UNTUKMU,KEMUDIAN RASULULLAH BERSABDA:”BACALAH BILA KAMU SUKA.” ..(MAKA APAKAH KIRANYA JIKA KAMU BERKUASA KAMU AKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI DAN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN? MEREKA ITU ORANG-ORANG YANG DILAKNATI ALLAH DAN DITULIKAN-NYA TELINGA MEREKA DAN DIBUTAKAN-NYA PENGLIHATAN MEREKA.),…[QS.MUHAMMAD :22-23]



Ayat AL-QUR’AN telah datang berturut-turut menegaskan kedudukan silaturahmi dalam ISLAM yang menganjurkan berbuat baik padanya,menghaluskan perasaan padanya dan menunaikan hak-haknya,dan menghindari melanggar hak-hak tersebut atau mengurangi atau menzalimi atau menyakitinya,memberi peringatan agar tidak berbuat buruk padanya.



Di antara ayat-ayat tersebut adalah firman ALLAH: “DAN BERTAKWALAH KEPADA ALLAH YANG DENGAN [MENGGUNAKAN]NAMA-NYA KAMU SALING MEMINTA SATU SAMA YANG LAIN,DAN [PELIHARALAH]HUBUNGAN SILAHTURAHMI.”,…[QS.AN-NISAA; 1]



Ayat tersebut telah menyuruh bertakwa kepada ALLAH,kemudian hubungan silahturahmi,sebagai penghormatan baginya,dan menegaskan penghargaannya,serta selalu rindu kepada tempat bernaungnya. Hubungan kekeluargaan sangat penting dan mempunyai kedudukan yang tinggi dalam perasaan seorang muslim sejati,karena perintah menyambungnya dan berbuat baik padanya dalam banyak ayat datang setelah IMAN dan berbuat baik kepada kedua ORANG TUA.



ALLAH berfirman:”DAN TUHANMU TELAH MEMERINTAHKAN SUPAYA KAMU JANGAN MENYEMBAH SELAIN DIA DAN HENDAKLAH KAMU BERBUAT BAIK PADA IBU BAPAKMU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA.” [QS.AL-ISRA :23]

Dan firman-Nya yang lain;”DAN BERIKANLAH KEPADA KELUARGA-KELUARGA YANG DEKAT AKAN HAKNYA,KEPADA ORANG MISKIN DAN ORANG YANG DALAM PERJALANAN; DAN JANGANLAH KAMU MENGHAMBUR-HAMBURKAN [HARTAMU]SECARA BOROS.” [QS.AL-ISRA:2]



“SEMBAHLAH ALLAH DAN JANGANLAH KAMU MEMPERSEKUTUKAN-NYA DENGAN SESUATU PUN.DAN BERBUAT BAIKLAH KEPADA KEDUA ORANG IBU BAPAK,KARIB-KERABAT,ANAK-ANAK YATIM,ORANG-ORANG MISKIN,TETANGGA YANG DEKAT DAN TETANGGA YANG JAUH,TEMAN SEJAWAT, IBNU SABIL DAN HAMBA-SAHAYA YANG KAMU MILIKI.SUNGGUH,ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG YANG SOMBONG DAN MEMBANGGAKAN DIRI .” [QS.AN-NISAA; 36]



Dari sini kedudukan sanak keluarga dalam berbuat baik berada setelah perintah berbuat baik kepada kedua orang tua secara langsung,sebagaimana telah ditegaskan oleh petunjuk AL-QUR’AN al karim secara berurutan dari yang paling tinggi hingga kepaling rendah,dalam urutan hubungan manusia.Kemudian berbuat baik berlanjut kepada sanak kerabat dan makin meluas,sehingga kebaiknnya sampai kepada semua orang yang membutuhkan dalam keluarga besar manusia. Hal ini yang sesuai dengan tabiat jiwa manusia yang cenderung memulai berbuat baik kepada orang-orang terdekat,dan sesuai dengan MANHAJ/metodologi ISLAM ,dimana penanganan masalah sosial dimulai dari lingkungan keluarga,kemudian berlanjut ke lingkungan kerabat,kemudian meluas ke lingkup jamaah.Dan dengan mudah dalam saling kasih dan sayang,juga menjadikan hidup menjadi manis,indah dan layak bagi manusia.



SILAHTURAHMI termasuk prinsip-prinsip ISLAM yang UTAMA,asas yang besar sejak pertama kali munculnya agama ini kepermukaan dunia ketika Rasulullah mulai berdakwah secara terang-terangan,MENJELASKAN DASAR-DASARNYA DAN ATURAN-ATURANNYA.

Maka aturan-aturan inilah yang PALING TAMPAK DAN JELAS DALAM AJARAN AGAMA INI,Ini dibuktikan oleh dialog Abu Sufyan yang panjang dengan Heraklius,dimana ia bertanya kepada Abu Sufyan:” APA YANG DIPERINTAHKAN KEPADA KALIAN?”…ia menjawab:” Dia berkata:”SEMBAHLAH ALLAH SEMATA,DAN JANGAN KALIAN MEMPERSEKUTUKAN-NYA DENGAN APAPUN,TINGGALKAN APA YANG DIKATAKAN OLEH NENEK MOYANG KALIAN,DAN MENYURUH KAMI SHALAT,JUJUR,MENJAGA HARGA DIRI DAN SILAHTURAHMI.” [MUTTAFAQ ‘ALAIHI]



Tuntunan untuk menyambung silahturahmi datang bersama sekumpulan pokok-pokok ajaran agama ini,yaitu TAUHID ke pada ALLAH,mendirikan shalat,dan berpegang teguh kepada kejujuran dan menjaga harga diri.Maka dari sini silahturhami menjadi ciri agama yang paling menonjol yang diperdengarkan kepada orang-orang yang bertanya sejak pertama kali.



DALAM HADITS AMR BIN AMBASAH YANG PANJANG, YANG MENGANDUNG SEJUMLAH KAIDAH ISLAM DAN ADAB-ADABNYA. IA BERKATA:”AKU MASUK MENEMUI RASULULLAH DI MEKKAH,YAKNI DI AWAL KENABIAN,AKU BERKATA KEPADANYA:” SIAPAKAH ENGKAU?”…BELIAU BERKATA:” SEORANG NABI,” AKU MELANJUTKAN:” APAKAH NABI ITU?”….BELIAU MENJAWAB:” ALLAH YANG MENGUTUS KU,”….AKU BERKATA:”DENGAN APA ALLAH MENGUTUSMU?”…..BELIAU BERKATA:”ALLAH MENGUTUSKU DENGAN SILAHTURAHMI,MENGHANCURKAN BERHALA,DAN MENGESAKAN ALLAH DAN TIDAK MENYEKUTUKAN-NYA DENGAN APAPUN.” [HR.SHAHIH MUSLIM]



Betapa jelas bahwa Rasulullah dalam menjelaskan prinsip-prinsip ISLAM yang penting dan kaidah-kaidahnya dalam hadits ini,beliau mendahulukan silahturahmi.Beliau menyebutnya di awal asas-asas dan kaidah-kaidahnya tersebut,INI MENUJUKKAN TINGGINYA KEDUDUKAN SILAHTURAHMI DALAM SYARIAT AGAMA INI YANG DITURUNKAN OLEH ALLAH SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM.



Banyak sekali nash-nash yang menganjurkan menyambung silahturahmi,baik dengan memberikan dorongan,dan memberi peringatan dari yang memutuskannya,serta mengancam bagi yang menjauhinya.



Dari Abu Ayyub Al Anshari bahwa seorang laki-laki berkata:”WAHAI RASULULLAH,BERITAHUKAN KEPADAKU TENTANG AMAL YANG BISA MEMASUKKAN AKU KE SURGA,”…NABI BERSABDA:”ENGKAU MENYEMBAH ALLAH DAN JANGAN MENYEKUTUKANNYA DENGAN APAPUN,MENDIRIKAN SHALAT,MENUNAIKAN ZAKAT DAN MENYAMBUNG HUBUNGAN KELUARGA.” [MUTTAFAQ ‘ALAIHI]



Jadi,SILAHTURAHMI datang bersama ibadah kepada ALLAH dan MENGESAKAN-NYA,mendirikan shalat dan menunaikan zakat dalam satu kalimat.Kalau demikian,ia termasuk amal saleh yang paling agung yang menjamin surga bagi pelakunya,dan menjaganya dari neraka.



Dari Anas bahwasanya Rasulullah bersabda:”BARANGSIAPA YANG SUKA DI MUDAHKAN REZEKINYA,DIPANJANGKAN UMURNYA,MAKA HENDAKLAH MENYAMBUNG HUBUNGAN KELUARGA.” [MUTTAFAQ ‘ALAIHI]





Oleh karena itu,silatuhrahmi menjadi keberkahan rezeki bagi yang melakukannya, dan menjadi berkah bagi umurnya, serta menambah harta dan mengembangkannya.

Ibnu umar berkata “BARANG SIAPA YANG BERTAKWA KEPADA TUHANNYA, DAN MENYAMBUNG HUBUNGAN KEKELUARGAAN, MAKA IA AKAN DIPANJANGKAN UMURNYA, DIBANYAKKAN HARTANYA, DAN DICINTAI OLEH KELUARGANYA.” [HR.SHAHIH BUKHARI]



Sebagaimana kita melihatnya silatuhrahmi menjadi keberkahan bagi pelakunya dalam rezeki dan umurnya, rahmat dari ALLAH yang memenuhi di dunia dan akhiratnya, menarik kecintaan manusia kepadanya, dan pujian baginya.Dan kita akan mendapatkan kebalikan apabila kita memutuskan hubungan kekeluargaannya . hal ini dapat menjadi kesialan dan bala bagi pelakunya, kebencian dari ALLAH dan manusia padanya, dan menjauhkan dari surga di alam akhirat nanti.

Dan cukup menjadi bencana dan celaka bagi orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan, ancaman yang diberitakan dalam sabda Rasulullah: “TIDAK MASUK SURGA ORANG YANG MEMUTUSKAN KEKELUARGAAN.” [MUTTAFAQ ‘ALAIHI]



Dan cukup sial dan celaka serta sesat baginya,sebab rahmat tidak turun kepada kaum yang di dalamnya terdapat orang-orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan,sebagaimana dalam hadits Rasulullah.” SESUNGGUHNYA RAHMAT TIDAK AKAN TURUN KEPADA SUATU KAUM YANG DI ANTARA MEREKA ADA ORANG YANG MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN.” [HR.SHAHIH BUKHARI]



Oleh karena itu Sahabat terkemuka Abu Hurairah tidak mau berdoa di suatu majelis yang didalamnya ada orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan,karena ia menghalangi turunya rahmat dan dikabulkannya doa.Dalam salah satu majelisnya pada hari kamis malam juma’at beliau berkata”SAYA BERHARAP KEPADA SETIAP ORANG YANG MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN HENDAKLAH PERGI DARI KAMI,MAKA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG BANGUN,HINGGA BELIAU MENGATAKAN TIGA KALI.

LALU SEORANG PEMUDA DATANG KEPADA BIBINYA YANG TELAH DI JAUHI SELAMA DUA TAHUN,LALU MASUK MENEMUINYA. BIBINYA BERKATA:”WAHAI ANAK SAUDARAKU,APA YANG MENYEBABKAN ENGKAU DATANG?”……IA BERKATA:” AKU MENDENGAR ABU HURAIRAH BERKATA, BEGINI DAN BEGITU,” BIBINYA BERKATA:”KEMBALILAH KEPADANYA DAN BERTANYALAH KEPADANYA:” MENGAPA IA MENGATAKAN DEMIKIAN?”……ABU HURAIRAH BERKATA:” AKU MENDENGAR RASULULLAH BERKATA:” SESUNGGUHNYA AMAL MANUSIA DISAMPAIKAN KEPADA ALLAH DI SORE HARI KAMIS MALAM JUM’AT, MAKA AMAL ORANG YANG MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN KELUARGANYA TIDAK DITERIMA.” [HR.SHAHIH BUKHARI DAN AHMAD]



Seorang muslim yang punya perasaan halus,yang mengharapkan ridha TUHANnya dan keselamatan akhiratnya,hatinya terketuk oleh nash-nash ini, KARENA TELAH JELAS BAHWA MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN MENGHALANGI RAHMAT,MENOLAK DOA,DAN MENGHAPUS AMAL,DAN SUNGGUH BESAR BENCANA YANG MENIMPA SESEORANG MANAKALA BERDOA TIDAK DIKABULKAN,BERAMAL TAPI TIDAK DITERIMA DAN IA MENGHARAPKAN RAHMAT TUHANNYA TAPI DI JAUHKAN DARINYA. Oleh karena itu tidak terbayang sama sekali ,jika seorang muslim yang baik memutuskan hubungan kekeluargaan.



Dosa memutuskan hubungan kekeluargaan tidak menimpa seorang muslim yang hatinya disinari dengan ajaran ISLAM,dan jiwanya terbuka untuk taat kepada ALLAH dan keridhaan-Nya,hal ini karena memutuskan hubungan kekeluargaan termasuk dosa yang hukumannya disegerakan di dunia,bahkan ia adalah dosa pertama yang pelakunya dihukum di dunia sebelum di akhirat.Sebagaimana disebutkan dalam hadits:”TIDAK ADA DOSA YANG LEBIH PANTAS DISEGERAKAN HUKUMANNYA DI DUNIA DISAMPING HUKUMAN DI AKHIRAT KECUALI MEMUTUSKAN HUBUNGAN KEKELUARGAAN DAN PERMUSUHAN.” [HR.SHAHIH AHMAD,ABU DAUD,TURMUDZI DAN IBNU MAJAH.]



Memutuskan hubungan kekeluargaan dan membuat permusuhan adalah satu jenis (kesalahan),oleh karena itu Rasulullah menyebutkan keduanya dalam haditsnya ini yaitu ,memutuskan hubungan kekeluargaan termasuk kezaliman,dan kezaliman yang mana yang lebih besar dari memutuskan hubungan,dan melepaskan ikatan cinta,dan mengerigkan sumber-sumber kasih.



RASULULLAH telah menjadikan kezaliman terhadap hubungan kekeluargaan yang diputuskan,”BELIAU BERSABDA:”SESUNGGUHNYA “AL-RAHIM” HUBUNGAN KEKELUARGAAN TERAMBIL DARI KATA “AR-RAHMAN,” IA BERKATA: “WAHAI TUHANKU,SESUNGGUHNYA AKU DI ZALIMI,WAHAI TUHANKU,SESUNGGUHNYA AKU DIPUTUSKAN, WAHAI TUHANKU,SESUNGGUHNYA AKU…..” MAKA ALLAH MENJAWABNYA:”TIDAKAH ENGKAU RIDHA APABILA AKU MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN SIAPA YANG MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGANMU,DAN MENYAMBUNG HUBUNGAN DENGAN YANG MENYAMBUNG HUBUNGAN DENGANMU.” [HR.SHAHIH BUKHARI]



ALLAH telah meninggikan kedudukan hubungan kekeluargaan,karena yang menjadikannya terambil dari nama AR-RAHMAN,dan memuliakannya, ALLAH berfirman:”AKU ADALAH AR-RAHMAN (ALLAH YANG MAHA PENGASIH),dan AKU MENGAMBILKAN NAMANYA DARI-KU,BARANGSIAPA YANG MENYAMBUNGNYA MAKA AKU AKAN MENYAMBUNGNYA,DAN BARANGSIAPA YANG MEMUTUSKAN HUBUNGANNYA NISCAYA AKU AKAN MEMUTUSKANNYA.” [HR.SHAHIH BUKHARI,AHMAD,ABU DAUD DAN TIRMIDZI)



====================================

♥ღϠ₡ღ♥ Semoggah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa,dan selamat menjalankan selamat berbuka puasa,...BARAKALAHU FIIKUM,......wabillahi taufik wal hidayah,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami