Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***KETERPAUTAN PARA NABI DAN RASUL SESUAI AL-QUR'AN DAN HADITS.***

Written By Ummu Marwah on Senin, 09 April 2012 | 02.33

Oleh Ummu Marwah 21 September 2011











 

 nabi Musa as membelah laut




 





***KETERPAUTAN PARA NABI DAN RASUL SESUAI AL-QUR'AN DAN HADITS.***

ALLAH memberi tauh kita bahwa DIA mengutamakan sebagian para NABI atas yang lain,sebagaimana firman-Nya:

“DAN SESUNGGUHNYA TELAH KAMI LEBIHKAN SEBAGIAN NABI-NABI ITU ATAS SEBAGIAN [YANG LAIN],DAN KAMI BERIKAN ZABUR [KEPADA] DAUD.”
[QS.AL-ISRA :55 ]

Dan umat ISLAM telah sepakat bahwa para rasul lebih utama dari pada para nabi,dan setelah itu para rasul tidak sama kedudukannya diantara mereka sebagaimana ALLAH berfirman:

” RASUL-RASUL ITU KAMI LEBIHKAN SEBAGIAN MEREKA ATAS SEBAGIAN YANG LAIN. DI ANTARA MEREKA ADA YANG ALLAH BERKATA-KATA [LANGSUNG DENGAN DIA] DAN SEBAGIANNYA ALLAH MENINGGIKANNYA BEBERAPA DERAJAT.DAN KAMI BERIKAN KEPADA ISA PUTRA MARYAM BEBERAPA MUKJIZAT SERTA KAMI PERKUAT DIA DENGAN RUHUL QUDUS.”
[QS.AL-BAQARAH : 253]

PARA RASUL ULUL AZMI ADALAH RASUL PALING UTAMA.

PARA RASUL DAN NABI PALING UTAMA ADA LIMA: “IBRAHIM , NUH ,MUSA , ISA DAN MUHAMMAD.” MEREKA ADALAH PARA RASUL ULUL AZMI.

Sebagaimana firman-Nya:

”MAKA BERSABARLAH KAMU SEPERTI ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI KETEGUHAN HATI [ULUL AZMI] DARI RASUL-RASUL.”
[QS.AL-AHQAF :35 ]

ALLAH telah menyebutkan mereka dalam kitabnya lebih dari satu tempat.
Sebagaimana firman-Nya:

” DIA TELAH MENSYARIATKAN KAMU TENTANG AGAMA APA YANG TELAH DIWASIATKAN-NYA KEPADA NUH DAN APA YANG TELAH KAMI WAHYUKAN KEPADAMU DAN APA YANG TELAH KAMI WASIATKAN KEPADA IBRAHIM,MUSA DAN ISA, YAITU: TEGAKKANLAH AGAMA DAN JANGANLAH KAMU BERPECAHBELAH TENTANGNYA.”
[QS.ASY-SYURA : 13 ]

Dan dalam firman-Nya yang lain,:

”DAN [INGATLAH] KETIKA KAMI MENGAMBIL PERJANJIAN DARI NABI-NABI DAN DARI KAMU [SENDIRI],DARI NUH,IBRAHIM,MUSA DAN ISA PUTRA MARYAM.” [QS.AL-AHZAB : 7]




**DENGAN APA PARA NABI DAN RASUL BERBEDA DALAM KEDUDUKANNYA**

Yang memperhatikan dua ayat yang memberitahu perbedaan para nabi dan rasul adalah bahwa ALLAH memberi kelebihan sebagian mereka dengan memberi kebaikan yang tidak diberikan kepada yang lain,atau mengangkat derajat lebih tinggi dari yang lain. Atau kesungguhannya dalam ibadah kepada ALLAH dan berdakwah kepadanya,dan melaksanakan perintah yang dibebankan kepadanya.

DAUD : Diberi kelebihan oleh ALLAH dengan diberikan ZABUR.
ALLAH berfirman:

” DAN KAMI BERIKAN ZABUR [KEPADA] Daud.” [QS.AL-ISRA : 55 ]

 
daud vs jalut



DAN ALLAH memberi MUSA kitab TAURAT.
ALLAH berfirman:

” DAN [INGATLAH],KETIKA KAMI BERIKAN KEPADA MUSA AL-KITAB [TAURAT] DAN KETERANGAN YANG MEMBEDAKAN ANTARA YANG BENAR DAN YANG SALAH,AGAR KAMU MENDAPAT PETUNJUK.”
[QS.AL-BAQARAH : 53 ]
KITAB TERSEBUT ADALAH TAURAT, ALLAH berfirman:

” SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN KITAB TAURAT DI DALAMNYA [ADA] PETUNJUK DAN CAHAYA [YANG MENERANGI].” [QS.AL-MAIDAH : 44 ]

SEBAGAIMANA ALLAH MEMBERI NABI ISA INJIL.
Sebagaimana firman-Nya:

” DAN KAMI IRINGI JEJAK MEREKA [NABI-NABI BANI ISRAIL] DENGAN ISA PUTRA MARYAM,MEMBENARKAN KITAB YANG SEBELUMNYA,YAITU ; TAURAT.DAN KAMI MEMBERIKAN KEPADANYA KITAB INJIL SEDANG DIDALAMNYA [ADA] PETUNJUK DAN CAHAYA [YANG MENERANGI.” [QS.AL-MAIDAH : 46 ]
ALLAH memberi keistimewaan ADAM,bahwasanya ia adalah bapak manusia,dimana allah menciptakannya dengan tangan-Nya dan meniupkan padanya dari roh-Nya,dan memerintahkan malaikat untuk sujud kepadanya.

Dan memberikan kelebihan kepada NUH bahwa ia adalah (Rasul pertama kepada penduduk bumi,dan ALLAH menamakannya dengan hamba yang bersyukur).

Dan memberi kelebihan kepada IBRAHIM dengan mejadikannya dengan menjadikannya kekasih ALLAH.
Sebagaimana firman-Nya:

”DAN ALLAH MENGAMBIL IBRAHIM MENJADI KESAYANGAN-NYA.” [QS.AN-NISA :125 ]

 
telapak kaki nabi Ibrahim as

 
makkah al mukarromah



Serta menjadikannya IMAM bagi seluruh umat manusia. Sebagaimana firman-Nya:

"Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu(Ibrahim) imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim".[ QS.2:124 ]
Dan ALLAH melebihkan MUSA dengan risalah dan berbicara kepadanya, sebagaimana firman-Nya:

”SESUNGGUHNYA AKU MEMILIH [MELEBIHKAN] KAMU DARI MANUSIA YANG LAIN [DI MASAMU] UNTUK MEMBAWA RISALAH-KU DAN UNTUK BERBICARA LANGSUNG DENGAN-KU.” [QS. AL-A’RAF : 144 ]
 
profil Firaun
 
nabi Musa dan semak yang terbakar di lembah Thuwa
 
kebudayaan Mesir kuno




Dan juga firman-Nya yang lain:

”DAN AKU TELAH MEMILIHMU UNTUK DIRI-KU.” [QS. THAHA : 41 ]

Dan melebihkan ISA bahwa ia adalah utusan ALLAH,dan kalimatnya yang disampaikannya kepada Maryam dan Roh dari-Nya,dan ia berbicara dengan manusia ketika dalam buaian.
ALLAH berfirman:

”SESUNGGUHNYA AL-MASIH,ISA PUTRA MARYAM ITU ADALAH UTUSAN ALLAH DAN [YANG DICIPTAKAN DENGAN ]KALIMAT-NYA YANG DISAMPAIKAN-NYA KEPADA MARYAM,DAN [DENGAN TIUPAN ] ROH DARI-NYA.”
[QS.AN-NISA : 171 ]

Antara para nabi berbeda dalam segi yang lain,ada yang hanya menjadi nabi saja tidak yang lain,ada yang menjadi nabi dan raja,dan ada yang menjadi hamba dan rasul.Adapun nabi yang didustakan dan tidak diikuti,dan tidak ditaati,kalau ia tidak memerintah dengan dia kehendaki dan boleh baginya maka ia nabi dan raja.Sebagaimana firman-Nya kepada SULAIMAN:

”INILAH ANUGERAH KAMI,MAKA BERIKANLAH [KEPADA ORANG LAIN] ATAU TAHANLAH [UNTUK DIRIMU SENDIRI] DENGAN TIADA PERTANGGUNGAN JAWAB.” [QS. SHAAD : 39 ]..

Nabi yang menjadi raja di sini adalah kebalikan seorang hamba dan rasul,sebagaimana dikatakan kepada nabi :

”SILAHKAN PILIH, APAKAH ENGKAU MAU MENJADI HAMBA DAN RASUL,ATAU NABI DAN RAJA.” [HR. SHAHIH AHMAD]

Dan kedudukan hamba yang menjadi rasul lebih sempurna daripada nabi yang menjadi raja,sebagaimana nabi kita MUHAMMAD,beliau adalah hamba dan rasul.Didukung dan ditaati serta diikuti. OLEH KARENA ITU BELIAU MENDAPAT PAHALA SEPERTI ORANG YANG MENGIKUTINYA, MAKHLUK MENDAPAT MANFAAT DARINYA,MEREKA MENYAYANGINYA DAN BELIAU SAYANG KEPADA MEREKA (UMATNYA). Beliau tidak memilih menjadi raja, agar tidak berkurang,karena raja menikmati kedudukan dan harta,dari bagiannya di akhirat. Jadi hamba dan rasul lebih utama disisi ALLAH dari pada nabi dan raja. Oleh karena itu, NUH,IBRAHIM,MUSA DAN ISA LEBIH UTAMA DISISI ALLAH dari pada DAUD ,SULAIMAN dan YUSUF.

 
nabi Sulaiman yang juga seorang raja

 
cincin nabi sulaiman





**KEUTAMAAN RASUL TERAKHIR MUHAMMAD **

Ketika Allah mengutus orang-orang dahulu dan terakhir pada hari Kiamat, Rasulullah menjadi penghulu anak cucu Adam, di tangannya ada bendera pujian, para nabi dan rasul pada hari itu berada di bawah benderannya, dari Ubai ia berkata: Rasulullah berkata:

”Aku adalah penghulu keturunan Adam pada Hari Kiamat, dan tidak sombong, dan di tanganku ada bendera pujian, dan bukan somgong, dan tidaklah seorang nabi pada hari itu Adam dan lainnya kecuali berada di bawah benderaku, dan aku aalah orang pertama yang bumi terbelah untuknya, bukan sombong.”>>
(HR.Turmudzi)

 
jubah nabi Muhammad berumur lebih dr 1000 tahun




Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah dengan lafaz:

“Aku adalah penghulu keturunan Adam, dan orang pertama yang terbelah bumi baginya, dan orang pertama memberi syafaat, dan orang pertama yang diberi syafaat.”

Ketika kesulitan sangat memuncak pada hari itu orang-orang minta syafaat kepada para rasul yang agung agar mereka mereka meminta syafaat kepada Allah agar meringankan bagi hamba-Nya, maka para rasul menolak, masing-masing berkata: “Pergilah kepada selainku,” sehingga ketika mereka mendatangi Isa as ia berkata: “Pergilah kepada Muhammad seorang hamba yang telah diampuni oleh Allah dosanya yang terdahulu dan yang akan datang.”



Ini adalah keutamaannya pada hari yang agung itu, oleh karena Allah mengaruniyainya sifat-sifat yang agung, akhlak yang mulia, bermujahadah dalam ketaatan kepada Allah, dan melaksanakan perintahnya. Allah telah memberikan kelebihan dalam dirinya, dakwahnya dan umatnya dengan berberapa kelebihan, di antaranya adalah bahwa ia dijadikan kekasihnya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim sebagain kekasihnya, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-Nya dari  Abu  Awanah:

"Sesungguhnya Allah menjadikan aku kekasih sebagaimana menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya."

dan ALLAH memberinya Al-Qur’an yang agung dimana tidak seorang pun dari nabi dan rasul yang diberi sepertinya :

“Dan sesungguhnya kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.”
(QS. Al-Hijr : 87)
 
pedang pedang nabi Muhammad SAW


 
stempel resmi Nabi Muhammad SAW


Dan ALLAH mengistimewakannya dengan enam perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun dari para nabi sebelumnnya, dalam hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda :

"aku dilebihkan atas para nabi yg lain dengan enam perkara : aku diberi kata yang singkat, aku ditolong dengan rasa takut pada diri musuh, rampasan perang dihalalkan untukku, bumi dijadikan bagiku sebagai alat bersuci dan sebagai mesjid, aku diutus kepada semua makhluk, dan aku dijadikan penutup para nabi ."
(HR. Shahih Muslim dan Turmudzi)
Rasulullah mengabarkan bahwa ALLAH melebihkannya  atas para rasul yang lain dengan enam perkara, diberi kata yang ringkas, yaitu kata-kata yang singkat namun penuh makna.

Dan aku ditolong dengan rasa takut musuh, yaitu ALLAH memberikan rasa takut di hati musuh-musuhnya, takut kepada rasul-nya dan kepada pengikut rasulullah.
Harta rampasan dihalalkan untukku, dulu harta rampasan para rasul sebelumnya dan para pengikutnya dikumpulkan, kemudian turun dari  langit api  lalu membakarnya.


Dan bumi dijadikan baginya dan umatnya sebagai masjid dan alat bersuci, siapa saja dari umat ini yang memasuki waktu shalat, ia bisa berwudhu dan jika tidak ada air boleh tayammum, kemudian shalat di masjid,atau di rumah atau di padang pasir.

Beliau di utus kepada seluruh manusia. (Catatan kaki: Dalam bukunya  (LAMAHAT MIN TARIKH AL ALAM) NEHRU menganggap bahwa MUHAMMAD khusus di utus kepada bangsa Arab,dan anggapan ini juga di katakan oleh beberapa kelompok orang Nasrani pada masa dahulu dan sekarang, IBNU TAIMIYAH telah menulis di kitabnya (AL JAWAB AS SHAHIH) untuk menjawab syubhat orang Nasrani,di antara syubhat yang di jawab oleh IBNU TAIMIYAH dengan panjang lebar adalah anggapan Nasrani tersebut bahwa MUHAMMAD hanya di utus kepada bangsa Arab bukan kepada seluruh umat,dan cukup membantah fitnah ini dengan menjelaskan kepada mereka pertentangan pendapat mereka,bahwa ia adalah nabi yang di utus,dan mengharuskannya mempercayai apa yang diberitakan olehnya.Dan beliau telah memberitakan bahwa beliau diutus kepada seluruh umat manusia.
Dan apabila mereka beriman dengan nabi yang diutus,kemudian mendustakannya dan berkata:engkau diutus khusus kepada bangsa Arab,maka mereka telah menentang pendapatnya sendiri dan jelas bahwa maksud mereka adalah ingin membenarkan kekufuran mereka.

SEBAGAIMANA DISEBUTKAN DALAM FIRMAN-NYA: “HAI MANUSIA SESUNGGUHNYA AKU ADALAH UTUSAN ALLAH KEPADAMU SEMUA.” [QS.AL-A’RAF : 158 ]

ALLAH mengutus beliau kepada Jin, sebagaimana mengutusnya kepada manusia.Rombongan Jin telah kembali setelah mendengarkan AL-QUR’AN,beriman kepada kebenaran yang diturunkan oleh ALLAH.Mereka mengajak kaumnya untuk beriman. Sebagaimana ucapan mereka dalam firman-Nya:

”HAI KAUM KAMI,TERIMALAH [SERUAN] ORANG YANG MENYERU KEPADA ALLAH DAN BERIMANLAH KEPADA-NYA,NISCAYA ALLAH AKAN MENGAMPUNI DOSA-DOSA KAMU DAN MELEPASKAN KAMU DARI AZAB YANG PEDIH.DAN ORANG YANG TIDAK MENERIMA [SERUAN] ORANG YANG MENYERU KEPADA ALLAH MAKA DIA TIDAK AKAN MELEPASKAN DIRI DARI AZAB ALLAH DI MUKA BUMI DAN TIDAK ADA BAGINYA PELINDUNG SELAIN ALLAH.MERKA ITU DALAM KESESATAN YANG NYATA.”
[QS.AL-AHQAF:31-32 ]


DAN KELEBIHAN SELANJUTNYA YANG ADA PADA "RASULULLAH",ADALAH PENUTUP PARA NABI DAN TIDAK ADA NABI SETELAH BELIAU.
Sebagaimana firman-Nya:

” MUHAMMAD ITU BUKANLAH BAPAK DARI SEORANG DI ANTARA KAMU,TETAPI DIA ADALAH UTUSAN ALLAH DAN PENUTUP PARA NABI.DAN ALLAH  MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU."  [QS.AL-AHZAB: 40 ]

Dan apabila Rasul kita adalah penutup para Nabi,maka sudah pasti ia penutup para Rasul,hal ini karena setiap Rasul pasti Nabi.Dan tidak diragukan lagi,kalau kenabian setelah Nabi kita sudah putus,maka kerasulan juga diputus.Karena Rasul sudah pasti Nabi.Makna dari penutup para Nabi dan Rasul adalah bahwa tidak diutus Rasul sesudahnya tanpa syariatnya, dan membatalkan sebagian dari agamanya. ADAPUN TURUNNYA ISA DI AKHIR ZAMAN,ITU BENAR,SEBAGAIMANA DIKABARKAN OLEH RASULULLAH,AKAN TETAPI IA TIDAK TURUN UNTUK MEMIMPIN DENGAN TAURAT DAN INJIL,TETAPI MENGHUKUMI DENGAN AL-QUR’AN,MENGHANCURKAN SALIB,MEMBUNUH BABI,DAN ADZAN UNTUK SHALAT.

Catatan kaki:"SETELAH RASULULLAH DIUTUS, MUNCUL ORANG-ORANG YANG MENGAKU NABI,SEPERTI "MUSAIILAMAH AL KAZDAB", AL ASWAD AL ANSI, DAN SAJJAH ,JUGA ORANG-ORANG SEPERTI MEREKA MASIH SELALU MUNCUL,PADA ABAD YANG LALU TELAH MUNCUL ALI MUHAMMAD ASY SYAIRAZI (DILAHIRKAN TAHUN 1819 M). DAN DIA DI GELAR AL-BAB,PENGIKUTNYA MENAMAKAN DIRI AL BABIYAH,SEKALI WAKTU IA MENGAKU NABI DAN DI LAIN WAKTU IA MENGAKU TUHAN.DAN MURIDNYA YANG DIBERI GELAR (BAHA'ULLAH) MENGIKUT JEJAKNYA,DAN PARA PENGIKUTNYA MENAMAKAN DIRI DENGAN AL BAHA'IYAH, DIANTARA MEREKA ADALAH mirza gulam ahmad al qadiyani, IA MEMPUNYAI PENGIKUT YANG TERBESAR DI INDIA,JERMAN,INGGRIS DAN AMERIKA,MEREKA MEMPUNYAI MASJID2 YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYESATKAN  UMAT ISLAM,DULU MEREKA DISEBUT AL QADIYANI  ,DAN SEKARANG MEREKA MENYEBUT DIRI MEREKA DENGAN AHMADIYAH,UNTUK LEBIH MENYESATKAN HAMBA ALLAH. DAN TERAKHIR ORANG YANG MENGAKU NABI MUNCUL DI SUDAN,ALLAH TELAH MENJAMIN UNTUK MEMBONGKAR KEDOK SEMUA YANG MENGAKU NABI. Sebagaimana firman-Nya:

"SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG MENGADA-ADAKAN KEBOHONGAN TERHADAP ALLAH TIDAK BERUNTUNG."
[QS.YUNUS: 69 ]


 
makkah di jaman dahulu
 
bekas telapak kaki nabi Muhammad SAW






**NASH-NASH YANG MELARANG MEMBEDA-BEDAKAN DI ANTARA PARA NABI.**

Ada beberapa hadits yang melarang umat ISLAM membeda-bedakan sebagian NABI dari yang lain,di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh ABU SAID AL-KHUDRI dari RASULULLAH bersabda: :

JANGALAH KALIAN MEMILAH-MILAH ANTARA PARA NABI."
[Muttafaq al'aihi ]

Dan dari Abu Hurairah ia berkata: RASULULLAH bersabda:

"JANGANLAH KALIAN MELEBIHKAN ANTARA SALAH SATU NABI DARI YANG LAIN."
[HR.SHAHIH MUSLIM DAN BUKHARI]

Yakni janganlah kalian katakan bahwa fulan lebih baik dari pada fulan,jangan pula fulan lebih utama dari fulan. Hadits-Hadits ini tidak bertentangan dengan nash-nash AL-QUR'AN yang menunjukkan bahwa ALLAH melebihkan sebagian nabi atas yang lain, dan sebagian rasul atas yang lain,larangan yang ada dalam hadits seharusnya dipahami dengan larangan mengutamakan apabila berdasarkan fanatisme,dan menghinakan,atau apabila melebihkan ini menyebabkan pertengkaran atau fitnah, ini bisa kita fahami dari sebab datangnya hadits. [Lihat Syarh at Thahawiyah hal; 170]

Dalam Shahih Bukhari dan lainnya dari Abu Hurairah Rasulullah,ia berkata:

SEORANG MUSLIM SALING MENCACI DENGAN SEORANG YAHUDI,YANG MUSLIM BERKATA:"DEMI ZAT YANG TELAH MEMILIH MUHAMMAD KEPADA MANUSIA,"

ORANG-ORANG YAHUDI BERKATA:" DEMI ZAT YANG MEMILIH NABI MUSA KEPADA MANUSIA."
KETIKA ITU SEORANG MUSLIM MENGANGKAT TANGANNYA DAN MENAMPAR ORANG YAHUDI,LALU ORANG YAHUDI TERSEBUT PERGI MENEMUI RASULULLAH DAN MEMBERI TAHU APA YANG TERJADI ANTARA DIA DAN SEORANG MUSLIM, MAKA RASULULLAH MEMANGGILNYA DAN BERTANYA, LALU DIBERITAHU, MAKA RASULULLAH BERSABDA:" JANGANLAH KAMU MENGUTAMAKAN AKU ATAS MUSA, SESUNGGUHNYA MANUSIA MATI PADA HARI KIAMAT, DAN AKU MATI BERSAMA MEREKA, DAN AKU ADALAH ORANG PERTAMA YANG DIBANGKITKAN, TERNYATA MUSA BERADA DI SISI ARSY, AKU TIDAK TAHU APAKAH MUSA IKUT MATI LALU DIBANGKITKAN SEBELUM AKU, ATAU IA TERMASUK YANG DIKECUALIKAN ALLAH." [HR. SHAHIH BUKHARI DAN MUSLIM]

Dalam riwayat lain,

" JANGANLAH KAMU MENGUTAMAKAN DI ANTARA PARA NABI." [HR.SHAHIH BUKHARI]

Ibnu Hajar berkata dalam hal ini:

" ULAMA BERKATA TENTANG LARANGAN MENGUTAMAKAN DI ANTARA PARA NABI." LARANGAN ITU HANYALAH BAGI SIAPA YANG BERKATA BERDASARKAN DALIL,ATAU YANG MENGATAKANNYA LALU MENYEBAKAN PADA PENGHINAAN TIDAK UTAMA,ATAU MENYEBABKAN PADA PERTENGKARAN DAN PERTIKAIAN,ATAU MAKSUDNYA JANGAN MENGUTAMAKAN DENGAN SEGALA MACAM KEUTAMAAN SEHINGGA YANG LAIN DIANGGAP TIDAK PUNYA KEUTAMAAN SAMA SEKALI. [Di jelaskan dalam KITAB,.FATH AL-BARI, 6/446 ,untuk tambahan lihat tafsir Ibn Katsir,dan tafsir Qurthubi dalam tafsir ayat:253 dalam surah al-Baqarah]

Dinukil dari sebagian ulama bahwa ia berkata:"riwayat-riwayat yang ada tentang larangan mengutamakan salah satu nabi,hanyalah berkaitan dengan perdebatan dengan ahli-kitab,dan mengutamakan sebagian nabi atas yang lain dalam perdebatan,karena perdebatan apabila terjadi antara dua pemeluk agama,tidak tertutup kemungkinan salah satu menghinakan yang lain,sehingga menyebabkan kekafiran,adapun mengutamakan berdasarkan membandingkan antara kelebihan masing-masing agar diketahui yang lebih utama maka itu tidak masuk dalam larangan."




0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami