Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*******HIKMAH DIBIARKANNYA IBLIS HIDUP HINGGA HARI KIAMAT MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS*******

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 09.49


oleh Ummu Marwah pada 30 Oktober 2010







Ibnu Qayim menjelaskan masalah ini dalam kitabnya: "Syifa'ul "Alil.diantaranya:

1- UJIAN BAGI SEORANG HAMBA.

ALLAH menjadikan Iblis sebagai batu ujian untuk menyeleksi siapa baik dan siapa yang buruk,siapa yang setia kepada-Nya dan siapa yang memusuhi-Nya.Karena itu kebijaksanaan-Nya menuntut untuk membiarkannya demi tujuan yang diinginkan dari makhluk-Nya.

Seandainya Dia mematikan Iblis,niscaya tujuan tersebut tidak akan tercapai.Begitu pula dibiarkannya musuh-musuh ALLAH dibumi hingga hari kiamat,yaitu orang-orang kafir.Seandainya mereka dimusnahkan sama sekali,niscaya banyak hikmah yang didapat dari keberadaan mereka dan menjadi sirna.Sebagaimana telah teruji dengan hikmah yang terdapat dibalik ujian yang dialami oleh bapakanya manusia (Adam),maka begitu pula halnya hikmah tersebut didapatkan oleh anak keturunannya setelah beliau.Maka lahirlah kebahagiaan bagi siapa yang menentang Iblis dan memusuhinya serta kesengsaraan bagi mereka yang mengikuti dan membelanya.

2- SEBAGAI BALASAN ATAS AMAL SALEHNYA YANG TELAH LALU.

Diantaranya adalah karena ketetapan ALLAH bahwa Iblis tidak akan mendapat apa-apa diakhirat,padahal mereka sempat beramal shaleh dan beribadah pada masa lalunya.Maka balasan untuk amal shalehnya tersebut diberikan di dunia dengan membiarkannya hinggah hari kiamat.Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidak akan menzalimi seseorang yang pernah berbuat baik.Adapun orang beriman maka dia akan mendapatkan balasan di dunia dan akhirat.Sedangkan orang kafir,dia akan dibalas kebaikannya didunia.Jika telah berada di akhirat,maka tidak sedikit pun bagian untuknya,sebagaimana makna tersebut terkandung dalam hadits shahih dari Rasulullah.

3-SEBAGAI PENANGGUHAN BAGINYA AGAR SEMAKIN BERTAMBAH DOSANYA.

Dibiarkannya Iblis hingga hari kiamat,bukan menunjukkan kemuliaannya.Karena seandainya dia mati,hal itu lebih baik baginya karena akan meringankan azabnya dan memperkecil keburukannya.Akan tetapi ketika dosanya besar dan dia terus menerus dengan kemaksiatannya serta menentang kepada yang seharusnya dia tunduk terhadap keputusannya,menyangkal segala kebijaksanaan-Nya dan bersumpah untuk menghalangi hamba-Nya yang ingin beribadah kepada-Nya.Maka hukuman yang akan diberikan kepadanya akan sangat berat sesuai berat kesalahannya,karena itu dia dibiarkan di dunia dan ditangguhkan agar dosanya terus bertambah dari dosa yang sudah dilakukan,sehingga dia mendapatkan hukuman yang hanya layak untuknya.

Iblis layak dikatakan sebagai pemimpin ahli maksiat,dan dalam hal hukuman,sebagaimana halnya mereka adalah pemimpin dalam keburukan dan kekufuran.Sehingga selama dia merupakan sumber segala keburukan dan darinya semua bermula,maka dia akan disiksa di neraka dengan setimpal,semua azab yang ditimpakan kepada ahli neraka akan dimulai darinya kemudian setelah itu baru diberlakukan kepada para pengikutnya berdasarkan hikmah dan keadilan yang nyata.

4- IBLIS DIBIARKAN AGAR MENJADI PEMIMPIN KAUM DURHAKA.

Di antara hikmah dibiarkannya Iblis hingga hari kiamat,adalah ketika dia berkata saat menetang Tuhannya:>> (QS. Al-Isra; 62 ).

ALLAH maha mengetahu bahwa di antara keturunan Anak Adam ada yang tidak layak tinggal ditempat yang baik,dia hanya layak tinggal ditempat duri dan kotoran.Karena itu Iblis dibiarkan adalah untuk menjadi pemimpin bagi makhluk seperti itu,sehingga pada dasarnya ALLAH mengatakan kepada Iblis :"Mereka adalah pengikut dan kawan-kawanmu,duduklah dan tunggulah mereka,sehingga setiap kali lewat seseorang diantara mereka,maka urusilah mereka itu,seandainya dia layak untuk-Ku niscaya tidak akan Aku serahkan kepadamu,karena yang akan aku lindungi hamba-hamba-Ku yang shaleh,merekalah yang hanya layak untuk-Ku dan engkau adalah pemimpin para pendurhaka itu yang berpaling dari tunduk kepada-Ku dan berpaling dari mencari ridho-Ku. ALLAH berfirman:>> (QS.An-Nahl: 99-100.).

Adapun dimatikannya para Rasul dan para Nabi,hal tersebut bukan menunjukkan kerendahan mereka,tetapi justru agar mereka mendapatkan tempat kemuliaan dan beristirahat dari keletihan dunia serta kerasnya musuh dan para pengikutnya.Juga agar ada Rasul yang diutus silih berganti.Maka dimatikannya para Rasul lebih baik bagi mereka dan umat mereka.Bagi para Rasul merupakan istirahat dari kehidupan dunia dan agar mereka dapat mencapai tempat tertinggi dengan kelezatan dan kebahagiaan yang sempurna,apalagi Tuhan mereka telah memilih mereka antara tetap di dunia dan menemui-Nya.Adapun manfaat diwafatkannya para Rasul bagi umatnya adalah agar ALLAH mengetahui bahwa mereka yg tidak mentaatinya saat kehidupannya saja,tetapi mereka juga mentaatinya ketika para Rasul itu sudah meninggal sebagaimana ketika hidupnya dahulu.Sekaligus untuk menunjukkan bahwa para pengikut Rasul tidak menyembahnya,akan tetapi menyembah ALLAH berdasarkan perintah dan larangan para Nabi,karena ALLAH-LAH Yang Maha Hidup dan tidak mati.Betapa banyak hikmah dan kemaslahatan bagi mereka dan umatnya dengan kematian para Rasul.hal tersebut karena mereka juga adalah manusia,dan ALLAH tidak menciptakan manusia didunia untuk hidup pada-Nya secara terus menerus,akan tetapi ALLAH menjadikan mereka saling bergantian,yang datang berikutnya menggantikan yang sebelumnya.Seandainya para Nabi dibiarkan terus menerus,niscaya maslahat tersebut tidak didapatkan,dan bumi akan sempit dengan mereka.Kematian adalah kesempurnaan bagi setiap mu'min,seandainya tidak ada kematiaan tidaklah kehidupan dunia menjadi baik dan tidak ada ketenangan bagi penghuni didalamnya.Hikmah yang terkandung dalam kematian sebagai hikmah yang terkandung dalam kehidupan.Pada masa sekarang ini kita menyaksikan para wali (pendukung) setan memenuhi kehidupan,mereka mengusung panjinya dan menyerukan prinsip-prinsipnya,mereka juga menyiksa wali-wali ALLAH (orang beriman). Dan untuk mengetahui sejauh mana setan dapat mewujudkan programnya,dapat diketahui bahwa ALLAH memerintah Adam pada hari kiamat untuk mengeluarkan anak keturnannya yang menjadi utusan neraka,maka ketika Adam bertanya tentang jumlah utusan tersebut,Dia berkata kepadanya; "Sembilan puluh sembilan ke neraka,dan satu ke surga,"dalam sebuah riwayat :>> (HR.Bukhari dan Muslim.)...Dengan demikian,berarti manusia telah mewujudkan keinginan Iblis dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang pernah dialami bapak mereka ,Adam dan para pendahulunya.Hingga setan akhirnya menggiringnya kepada kehancuran bahkan kadang-kadang mendahuluinya masuk ke neraka jahim.Betapa buruknya orang yang mewujudkan keinginan musuhnya sendiri. ALLAH berfirman:>> (QS.Saba : 20.)***********Semoggah menjadi bahan renungan untuk kita semua......Barakallahu fikum....Assalamu'alaikum wr wb.....Salam ukhuwah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami