Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

****SEJUMLAH SIFAT-SIFAT ALLAH YANG TERDAPAT DALAM NASH AL-QUR'AN DAN HADITS****

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 22.33

 
Oleh Ummu Marwah 17 April 2011










((Bismillahirrahmanirrahim))


Sifat-sifat ALLAH yang terkandung dalam AL-QUR'AN dan Sunnah Nabi terbagi atas dua bagian:

Pertama:Sesuatu yang tidak sanggup diketahui dan dikenal oleh Akal manusia sendiri,tanpa melalui nash(wahyu) seperti penetapan tangan dan wajah bagi ALLAH.

Kedua:Sesuatu yang dapat dijangkau dalilnya oleh akal,seperti sifat mampu dan bijaksana.Kita tidak akan menyebutkan semua sifat ALLAH,tetapi kita hanya akan menyebutkan beberapa sifat ALLAH saja,yang dapat menjelaskan tujuan,meneliti maksud dan memberi gambaran yang cukup,Insyaallah Ta'ala.



A..[ALLAH MEMPUNYAI SIFAT].



ALLAH memiliki Dzat yang bersifat sempurna,bersih dari sifat-sifat kekurangan.Orang yang membaca pernyataan AL-QUR'AN tentang ALLAH akan mengetahui dengan pasti bahwa ALLAH memiliki DZAT.

ALLAH berfirman:.>> (QS.Al-Baqarah: 255).



Firman ALLAH yang lain:> (QS.Al-Ikhlas: 1- 4 ).

Ketika orang-orang kafir ingin membunuh Khubaib,ia bersenadung:"Saya tidak perduli bila aku terbunuh sebagai orang Muslim,dari sisi manapun,selama kematianku kerena ALLAH.Yaitu pada Dzat ALLAH,bila Dia berkehendak,Dia akan memberkati anggota tubuhku yang terpotong."



Dzat ALLAH berbeda dengan dzat-dzat makhluk-Nya.sebagaimana sifat-sifat-Nya tidak mempunyai sifat-sifat makhluk-Nya sedikit pun,karena ALLAH MAHA SEMPURNA YANG TAK ADA KESEMPUNAAN SETELAH-NYA. Sementara setiap makhluk pasti memiliki kekurangan dalam satu sisi di antara sisi-sisi kehidupannya, minimal adalah kebutuhannya kepada yang lain.

ALLAH menafikan penyerupaan antara DZAT ALLAH dan makhluk-Nya Dalam firman-Nya:> (QS.Asy Syuura: 11)



B..[DIRI ALLAH ]



ALLAH memiliki diri yang sesuai dengan kesempurnaan dan kemuliaan-Nya yang tidak serupa dengan makhluk-makhluk-Nya.ALLAH mengambarkan kepada kita tentang hal itu dalam Kitab-Nya yang Agung.

ALLAH berfirman:> (QS.Al- An'aam : 54 ).



ALLAH telah mengambarkan kepada kita bahwa DIA memiliki diri,dan bahwa DIA telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.ALLAH menyebutkan hal itu pada ayat yang lain dalam firman-Nya:> (QS.AL-AN'AAM : 12 )



Rasulullah telah menjelaskan hal yang berkaitan dengan penetapan ini.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah:> (Muttafaq 'alaih)

[Dijelaskan dalam kitab Misykat Al Mashabih, 1/726,no.2364]

PENETAPAN DIRI UNTUK ALLAH ADALAH MERUPAKAN MANHAJ (PEDOMAN) PARA RASUL SEBELUMNYA.SEBAGAI CONTOH ADALAH NABI ISA A.S,YANG BERKATA KEPADA TUHAN PEMILIK KEMULIAAN.

SEPERTI DALAM FIRMAN-NYA:> (QS.AL MAAIDAH: 116 )



KEMUDIAN ALLAH JUGA BERFIRMAN KEPADA NABI MUSA:> (QS. THAHAA:40-41)



ALLAH YANG MAHA BENAR, juga telah memperingatkan kita terhadap diri-Nya dalam firman-Nya:

DAN ALLAH SANGAT PENYAYANG KEPADA HAMBA-HAMBA-NYA.>> (QS. ALI IMRAN: 30 )



ALLAH akan mengingat hamba-Nya, pada hamba-hamba yang mengingat-Nya dalam diri mereka.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shahih keduannya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:> (HR.Bukhari dan Muslim) ..[di jelaskan dalam kitab;Misykat Al Misbah,1/693, no.2264]



Mengingat ALLAH dalam (dzikrullah) akan membuat ridha diri RABB kita Tabaraka wa ta'ala, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Muslim dari Ibnu Abbas dari Juwairiyah bahwa Nabi keluar dari sisinya diwaktu pagi setelah beliau shalat Subuh,sementara Juwairiyah ada di tempat shalatnya. Kemudian beliau kembali diwaktu Dhuha sedang ia masih dalam keadaan duduk,lalu beliau bertanya kepadanya:"Apakah keadaanmu masih seperti ketika aku meninggalkanmu,?"....Ia menjawab: "Ya, benar."

Lalu Rasulullah bersabda:"Setelah (meninggalkan) mu tadi,saya telah mengucapkan empat kata sebanyak tiga kali yang seandainya kata-kata itu ditimbang dengan apa yang engkau baca sejak hari ini,maka tentu kata-kata itu akan sebanding denganya,yaitu bacaan: > (HR.Muslim)



B..[WAJAH ALLAH]



ALLAH memiliki Wajah yang tidak menyerupai wajah makhluk-makhluk-Nya.

Kita membenarkan itu dan mengimaninya,karena ALLAH telah mengambarkan kepada kita tentang hal itu dalam Kitab-Nya dan juga disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya.

ALLAH berfirman:> (QS.Ar Rahman: 27)

Diantara nash AL-QUR'AN yang menegaskan penetapan wajah ALLAH adalah firman-Nya:> (QS. Al-Qashash :88 )



** Pengaruh Beriman Kepada Wajah ALLAH**



Beramal Saleh Karena Mengharapkan Wajah (keridhaan) ALLAH.

Bila kita telah mengetahui apa yang telah ditetapkan oleh ALLAH,maka kita harus menjadikan segala amalan-amalan kita karena wajah ALLAH semata,sebagaimana yang dituntut ALLAH dalam Kittab-Nya yang agung.Jadi,amalan yang tidak ditujukan untuk wajah ALLAH adalah amalan batil,sebagaimana firman-Nya:> (QS. Al-Qashash: 88)

Termasuk dengannya berinfak dengan harta yang ditujukan karena wajah ALLAH.

sebagaimana firman-Nya:> (QS. Ar-Ruum: 39 )



ALLAH telah menyifati hamba-hamba-Nya yang shaleh,bahwa mereka melakukan amal shaleh karena menginginkan wajah [keridhaan] ALLAH.Mereka tidak menginginkan apa-apa kecuali wajah-Nya,sebagaimana firman ALLAH:> QS. Al-Insaan : 9)



Firman ALLAH yang lain:> (QS.Al-Lail:19-20)

Juga firman ALLAH lainnya:> (QS.Al-Kahfi: 28)



Dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits ’Ataban bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:> (HR.Bukhari dan Muslim.)



**Meminta Perlindungan Kepada Wajah ALLAH**



Rasulullah pernah melakukan itu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah bahwa ketika turun ayat berikut ini:> QS.Al-An’aam: 65)

Lalu Nabi berdoa:>

Kemudian ALLAH berfirman:> (QS.Al-An’aam:65)

Rasulullah kemudian berdoa lagi:>

ALLAH berfirman:

LONGAN-GOLONGAN [YANG SALING BERTENTANGAN]DAN MERASAKAN KEPADA [SEBAGIAN]KAMU KEGANASAN SEBAGIAN YANG LAIN.>> (QS.Al-An-aam:65)

Rasulullah bersabda:> (HR.Bukhari)

Dan dari Ali bin Abu Tholib bahwa Rasulullah ketika berbaring membaca doa:> (HR.Abu Dawud)

[dijelaskan dalam Kitab Jami’Al Ushul,14/271,no.2263 dengan sanad yang hasan,sebagaimana yang dikatakan oleh muhaqiq Jami’Al Ushul.]



**Memenuhi Permintaan Orang Yang Meminta Dengan Wajah ALLAH.**



Dari Abbas berkata: Rasulullah bersabda:> (HR.Abu Dawud)

[Lihat Shahih Sunan Abu Dawud,3/961,no.4260. Al Albani berkata tentang hadits ini sebagai hadits hasan Shahih.Juga dalam kitab Al Asma wa Ash Shifat,karangan Al Baihaqi,1/306.]



**Berusaha melihat Wajah ALLAH**



Dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah pernah berdoa dengan ucapan:> (hr.Ibnu Khuzaimah dan Nasa’i)



Tambahan dalam firman ALLAH;> (qs. Yunus: 26 )

Bahwa yang dimaksud dengan tambahan itu adalah memandang wajah Tuhan kita ALLAH Azza Wa Jalla.

Perkataan seperti itu dinukil pula dari Abu Bakar dan Huzaifah kemudian berkata bahwa atsar (riwayat) dari para sahabat dan tabi’in tentang ini sangat banyak.

[Lihat Kitab Al Asma wa Ash Shifat,karya Al Baihaqi, hal.308]



Imam Muslim dalam Shahihnya dari Shuhaib dari Nabi bersabda:> (QS. Yunus: 26) ,,,(HR.Muslim ).



Dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:> (HR.Bukhari,Muslim dan Ibnu Khuzaimah.)



**Hijab Wajah ALLAH**



Dari Abnu Musa Al Asy’ariy berkata:Rasulullah bersabda:

DAN DALAM RIWAYAT Abu Bakar:”api”-Seandainya ”DIA” MENYINGKAPNYA,MAKA KEAGUNGAN WAJAH-NYA AKAN MEMBAKAR SELURUH MAKHLUK SEPANJANG PANDANGAN MATA-NYA.>> (HR.Muslim )



Ada keraguan dari perawi hadits, antara cahaya dan api .Tetapi tidak menjadi masalah,karena melalui api suci seperti ini pulalah, ALLAH berdialog dengan Nabi Musa yang disebut dengan cahaya atau api.

Sebagaimana ALLAH juga menamakan api pada pelita sebagai cahaya.Berbeda dengan api gelap seperti api neraka Jahanam,maka hal itu tidak dinamakan cahaya.

Hijab ini menghalangi hamba-hamba untuk melihat,sebagaimana awan atau atap menghalangi mereka dari matahari dan bulan.Tidak berarti bahwa hijab ini menghalangi ALLAH untuk melihat.

Tidak seorang muslim pun yang mengatakan seperti itu,karena tidak ada sesuatu pun yang dilangit dan dibumi yang tersembunyi dari ALLAH,tetapi ”DIA” menghalangi cahaya-Nya agar tidak sampai kepada makhluk-makhluk-Nya,sebagaimana sabda Rasulullah:> (HR.Muslim)

Jadi,Pandangan-Nya dapat menjangkau seluruh makhluk. Adapun keagungan wajah-Nya terhalangi oleh hijab cahaya atau api.

((SEMOGGAH BERMANFAAT, DALAM MENINGKATKAN IMAN DAN TAKWA.....WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH,,,ASSALAMU'ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH........
Salam ukhuwah.))..{Insyaallah nanti bersambung lagi.}

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami