Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***SESUATU YANG DICIPTAKAN PASTI ADA PENCIPTANYA.***

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 22.30

 
Oleh Ummu Marwah 14 Agustus 2011











((Bismillahirrahmanirrahim))



AL-QUR'AN menegakkan hujjah atas orang-orang yang mendustakan dan mengingkari wujud ALLAH,dengan argumentasi yang pasti dan diakui oleh akal.

Dan tidak mungkin ditolak oleh orang yang memiliki akal sehat,ALLAH berfirman:"APAKAH MEREKA DICIPTAKAN TANPA SESUATU PUN ATAUKAH MEREKA YANG MENCIPTAKAN DIRINYA SENDIRI? ATAUKAH MEREKA YANG TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI ITU? SEBENARNYA MEREKA TIDAK MENYAKINI APA YANG MEREKA KATAKAN." (QS.Ath Thuur:35-36)



ALLAH berkata kepada mereka: "Keberadaan kalian di alam ini adalah suatu kenyataan,yang tidak mungkin diingkari,demikian pula keberadaan langit dan bumi,tidak mungkin di ragukan".

Di dalam benak telah ditetapkan sesuatu yang ada,bahkan hal ini diketahui oleh pengembala onta di padang pasir,dalam ucapannya: "Kotoran onta menunjukkan adanya onta,sisa-sisa pijakan menunjukkan adanya perjalanan.

Demikian halnya dengan langit yang memiliki bintang-bintang dan bumi memiliki jalan-jalan.

Tidakkah hal itu menujukkan adanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengenal?,.. Hal itu juga diketahui oleh para ilmuan dan penelitian besar tentang kehidupan dan makhluk-makhluk hidup.

Petunjuk yang terkandung dalam ayat inilah yang dikenal oleh ilmuwan dengan nama hukum sebab akibat.Hukum ini mengatakan bahwa sesuatu yang mungkin,tidak muncul dengan sendirinya karena tabiatnya tidak mengandung sebab yang cukup untuk terwujud,dan juga tidak dapat berdiri sendiri untuk mengadakan sesuatu,karena ia tidak dapat memberikan kepada yang lain sesuatu yang ia sendiri tidak miliki.



**BEBERAPA CONTOH YANG MENJELASKAN HUKUM INI.**



Sejak beberapa tahun yang lalu pasir-pasir di padang sahara membuka seperempat bagian yang kosong sebagai akibat angin kencang yang bertiup didaerah itu, sehingga ditemukanlah sebelumnya timbunan dalam pasir.

Maka para ilmuwan pun mulai meneliti benda-benda arkeolog yang ada, untuk mengetahui masa dibangunya kota itu.

Tidak seorang pun diantara ilmuwan purbakala atau sesiapa pun juga, yang berpikir bahwa kota ini berdiri akibat dari peristiwa alam dan angin,hujan,panas dan dingin,dan juga bukan karena pekerjaan manusia.

Seandainya ada orang manusia yang mengatakan hal itu,maka tentu oarang-orang akan menganggapnya tidak waras dan perlu dikasihani.

Maka bagaimana pula bila seseorang berkata bahwa bahwa kota ini terbentuk diudara dari sesuatu yang ada di zaman lampau,kemudian berlabuh secara tiba-tiba diatas tanah?,..Ini tidak lebih mengherankan dari perkataan sebelumnya,atau bahkan lebih mengherankan.

Mengapa??,,,Karena ketiadaan tidak mungkin membuat sesuatu.

Hal ini adalah perkara yang sudah pasti diterima oleh akal (rasio)karena sesuatu yang tidak dapat menciptakan dirinya.

Kota,seperti yang kita ketahui pasti ada yang membangunnya.

Dan pekerjaan memperindah serta mengenalkan kita kepada pembuatnya.

Jadi kota tersebut pasti merupakan hasil kerja suatu kaum yang berakal dan yang tauh bagaimana cara pembangunan serta mengaturnya.

Apabila kita menyaksikan seorang manusia yang naik dari bawah hingga ke atas bangunan,maka kita tidak akan mengingkari dan merasa heran,karena manusia memiliki kemampuan untuk itu.

Bila kita melihat sebuah batu di halaman sebuah bagunan berpindah ke bagian atas,maka kita akan memastikan bahwa batu itu tidak akan mungkin berpindah dengan sendirinya,tetapi pasti ada seseorang yang mengangkat dan memindahkannya,karena batu tidak memiliki kekhususan untuk bergerak.



Dan merupakan hal yang aneh jika manusia memastikan bahwa kota itu tidak mungkin tercipta tanpa ada yang membuatnya,dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya.

Mereka juga memastikan bahwa ada seseorang yang mengangkat batu itu ke atas.

Akan tetapi diantara mereka ada yang menganggap bahwa alam ini tercipta tanpa adanya pencipta atau terbetuk tanpa adanya pembuat,padahal susunan alam ini lebih rumit dan lebih besar (dari kota itu).



ALLAH berfirman:"SESUNGGUHNYA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI LEBIH BESAR DARIPADA PENCIPTAAN MANUSIA." (QS.Ghaafir: 57)

Akan tetapi orang-orang yang mengingkarinya ketika dihadapkan dengan hal itu dengan logika ilmiah berdasarkan akal sehat,mereka tidak dapat berbuat apa-apa kecuali harus mengakui atau menyombongkan diri (dengan tidak mengakuinya).



Dengan dalil inilah, para ulama senantiasa menghadapi orang-orang yang mengingkari hal itu.

Salah seorang ulama didatangi oleh sekelompok orang-orang atheis yang mengingkari adanya pencipta.

Lalu beliau berkata kepada mereka:Bagaimana pendapat kalian bila seseorang berkata kepada kalian:"SAYA MELIHAT SEBUAH PERAHU YANG PENUH DENGAN MUATAN DAN BERISI BARANG-BARANG,YANG BERADA DI TENGAH LAUTAN YANG GANAS DAN DITERPA OLEH OMBAK YANG MENGHANTAM DAN ANGIN YANG BERTIUP KENCANG,SEMENTRA PERAHU ITU BERLAYAR DENGAN DI TENGAH2 BADAI TANPA SEORANG NAKODA YANG MENGENDALIKANNYA ATAUPUN SEORANG PENGEMUDI YANG MENGEMUDINYA." APAKAH HAL TERSEBUT BISA DITERIMA OLEH AKAL?"

Mereka menjawab:" Ini adalah sesuatu yang tidak diterima oleh akal.



Lalu orang alim itu berkata:"MAHA SUCI ALLAH,kalau akal tidak menerima adanya perahu yang berlayar ditengah laut dengan tenang tanpa adanya pengemudi ataupun nahkoda,maka bagaimana mungkin dunia ini tegak diatas kondisinya yang beraneka ragam,geraknya yang berubah-ubah,wilayah yang sangat luas dan kedua ujungnya yang berjauhan.

Tercipta tanpa adanya Pencipta ataupun Pemelihara?,.

Akhirnya mereka pun menagis semua,kemudian berkata:"Engkau benar." Kemudian mereka bertaubat.



HUKUM ini,di mana akal menerima dan tunduk kepada-Nya, seperti yang disingung oleh ayat yang mulia berikut ini:"APAKAH MEREKA DICIPTAKAN TANPA SESUATU ATAUKAH MEREKA YANG MENCIPTAKAN DIRI MEREKA SENDIRI." (QS.Ath Thuur:35).



Ini merupakan sebuah dalil yang meskipun orang-orang berakal dan tidak menerima adanya pencipta yang berhak disembah,tetapi ayat ini tersusun dengan ungkapan-ungkapan kata yang sangat dalam dan menyentuh pendengaran dan menggetarkan jiwa.

Iman Bukhari dalam Kitab Shahihnya meriwayatkan dari Jubair bin Muth'im berkata:

"Saya telah mendengar Rasulullah membaca surah Ath Thuur dalam shalat magrib,dan ketika sampai pada ayat berikut ini,hatiku hampir saja terbang. (HR.Shahih Bukhari)



ALLAH berfirman:APAKAH MEREKA MENCIPTAKAN TANPA SESUATU ATAUKAH MEREKA YANG MENCIPTAKAN DIRI MEREKA SENDIRI ATAUKAH MEREKA TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI ITU?,..SEBENARNYA MEREKA TIDAK MENYAKINI APA YANG MEREKA KATAKAN.ATAUKAH DI SISI MEREKA ADA PERBENDAHARAAN TUHANMU ATAUKAH MEREKA YANG BERKUASA." (QS- Ath Thuur:35-37).



[Dalam Kitab Al Asmaa wa Ash Shifaat,Al Baihaqi,1/391.] Al-Baihaqi berkata,bahwa Abu Sulaiman berkata:"Kegoncangan yang terjadi pada dirinya (Jubair bin Muth'im) ketika mendengar ayat ini karena penerimaannya yang baik terhadap ayat makna ayat dan pengetahuannya terhadap argumentasi yang sangat kuat yang terkandung dalam ayat tersebut,lalu bertemu dengan fitrah yang halus dan memahami maknanya dengan pemahamannya yang suci."



Menurut Al Khattabi,makna ayat:"APAKAH MEREKA DICIPTAKAN TANPA SESUATU." (QS Ath Thuur; 35)

"Apakah mereka ada tanpa Pencipta?,..Dan hal itu adalah sesuatu yang tidak mungkin,karena ketergantungan makhluk terhadap Sang Khalik adalah sesuatu yang niscaya.

Oleh sebab itu,suatu ciptaan pasti ada memiliki Pencipta.

Akan tetapi mereka telah mengingkari Sang Pencipta padahal tidak mungkin mereka ada tanpa Pencipta yang menciptakan mereka.

Jadi pakah mereka menciptakan diri mereka sendiri,?...Kesalahan (pendapat) itu lebih besar dan kebatilannya sangat jelas,karena sesuatu yang tidak ada waujudnya,bagaimana mungkin ia memiliki kemampuan dan bagaimana mungkin ia dapat menciptakan,?...Bagaimana ia melakukan pekerjaan,?..Bila dua sisi ini batil semuanya,maka hal itu menjadi hujjah atas mereka bahwa mereka mempunyai Pencipta,maka hendaklah beriman kepada-Nya."

((SEMOGGAH BERMANFAAT, DALAM MENINGKATKAN IMAN DAN TAKWA.....WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH,,,ASSALAMU'ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH........Salam ukhuwah.))

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami