Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

******ROH DAN JIWA MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS*******

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 07.06


oleh Ummu Marwah pada 20 September 2010







Penelitan hal-ihwal manusia setelah kematiannya wajib memberi pemikiran tentang roh yang diberikan kenikmatan atau diazab setelah kematiannya.Apakah hakekat-hakekatnya?....Apakah ia memiliki kaiffiyah (bentuk,ukuran dan sifat ) yang bisa diketahui ?...Apakah ia bagian dari badan, ataukah sesuatu yang lain yang berbeda dengan badan ?...Jika ia adalah sesuatu yang lain, yang berbeda denganya maka di manakah tempatnya di alam tersebut ?....Apakah ia makhluk ?....Apakah jumlahnya hanya satu dalam diri seseorang ataukah banyak jumlahnya ?....Apakah roh itu mati dan bagaimana pula kematiannya ?....Lalu di mana temapatnya di alam Barzakh dan apakah dia mengetahui sesuatu yang terjadi di dunia dari alam Barzakh ?.....Ibnu Taimiyah berpendapat : "Roh yang mengatur badan dan terpisah dengannya.Karena kematian adalah roh yang ditiupkan ke dalam tubuh,dan ia adalah jiwa yang berpisah dengan jasad dikarenakan kematian." (1)< dlm kitab Risalah Al-Aqli wa Ar-Ruh,Majmu'ah Ar-Rasail Al-Muniriyah:II/36.Lihat Syarh Al-Aqidah At-Thahawiyah,h.445.>

Sungguh keliru sekali orang-orang yang membedakan roh dan an-nafs (jiwa) dan meyakini bahwa keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Barangsiapa yang merenungkan nash-nash yang telah kami paparkan pada pembahasan sebelumnya maka ia akan mengetahui bahwasnya jiwalah yang sebenarnya dicabut oleh malaikat,kemudian diangkat ke langit,lalu kembali dimasukkan ke dalam jasad,yang akan ditanyai,diberi kenikmatan dan azab.Jiwa itu adalah roh yang jika keluar dari badan, ia diikuti oleh pandangan mata seperti halnya yang terdapat dalam beberapa hadits.

Makhluk yang menjadikan kehidupan ini,dan kehidupan juga akan hilang (sirna) dengan hilangnya makhluk ini dinamakan roh dan jiwa.Pernyataan ini tidak menghalangi penggunaan masing-masing dari roh dan jiwa dalam penggunaan-penggunaan lain.

Ibnu Taimiyah berkata; Lafazh roh dan jiwa digunakan untuk mengungkapkan banyak makna.Roh berarti udara yang keluar dari badan dan yang masuk kedalamnya,asap yang keluar dari rongga hati dari darah yang hitamnya yang mengalir dipembuluh-pembuluh darah.Inilah yang disebut oleh para dokter sebagai roh yang berpisah dengan badan yang juga dinamakan jiwa.

Sedang yang di maksud dengan nafsu asy-syai' adalah dzat atau sesuatu itu sendiri.Kadang-kadang yang dimaksud dengan lafazh naf adalah darah yang ada dalam tubuh binatang,seperti perkataan para fuqaha,'Apa saja yang memiliki nafs (darah) yang mengalir,dan apa yang tidak memilki nafs (darah) yang mengalir."Kedua makna yang dikandung oleh lafazh nafs ini bukanlah makna roh.

Lafazh ar-ruh juga digunakan untuk menunjukkan malaikat Jibril.Dalam Al-Qur'an disebut;>> (QS.Asy-Syua'ra ; 193 )~~~Dan digunakan juga untuk Al-Qur'an. ALLAH berfirman;>> (QS.Asy-Syuura; 52 ).

Pensyarah kitab Al-Aqidah At-Thahaawiyah mengingatkan bahwa roh dan nafs,meskipun keduanya digunakan untuk Lathifa Rabbaniyah,hanya saja kebanyakan yang dinamakan nafs adalah jika roh menyatu dengan badan.Akan tetapi,jika telah diambil sendirian maka lebih sering menggunakan roh.

Mengenai hal ini,Ibnu Taimiyah mengatakan; "Tetapi dinamakan nafs karena ia mengatur badan,dan dinamakan roh karena kelembutannya.Oleh karena itu rih (angin) dinamakan roh." Nabi bersabda;> (HR.Bukhari,Abu Daud dan Hakim ).

**APAKAH ROH MEMPUNYAI KAIFIYAH YANG BISA DIKETAHUI ?...**

Karena roh termasuk makhluk dari jenis yang tidak ada bandingannya di alam nyata maka kita tidak dapat mengetahui sifat-sifatnya. ALLAH telah memberitahukan kepada kita bahwa roh juga naik turun,mendengar,melihat,berbicara,dan seterusnya.Hanya saja sifat-sifat ini berbeda dengan sifat jasad yang telah diketahui;naik,turun,mendengar,melihat,berdiri dan duduknya bukanlah dari jenis yang kiat kenal dan kita ketahui.Rasulullah telah memberitahu kita bahwa roh diangkat ke langit-langit tertinggi,lalu dikembalikan ke kubur dalam waktu singkat saja.Beliau juga memberitahukan kita bahwa ia diberi kenikmatan dan azab dikubur,dan tidak diragukan lagi bahwa kenikmatan ini dirasakan dengan cara berbeda dengan cara yang kita telah ketahui dan kenal.

**ROH TIDAK TERIKAT OLEH BADAN**

Sekelompok ahli kalam,ahli bid'ah, dan tukang mengada-ada dari sekte Jahmiyah dan Mu'tazilah berpendapat bahwa roh adalah salah satu bagian dari tubuh atau salah satu sifatnya.Hal ini sesuai dengan sebagian pendapat yang mereka kemukakan.Mereka mengatakan "Roh adalah nafas atau angin yang mengalir dalam tubuh,"dan perkataan sebagian yang lain, "Roh adalah kehidupan,tempramen,atau nafas badan." (1) (Majmu'Al-Fatawa,syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ; III/331).

Para filosof pengadu domba itu mengakui bahwa jiwa tetap kekal setelah meninggalkan badan.Namun mereka menggambarkan sifat jiwa dengan sifat-sifat yang baik dengan mengatakan bahwa jika ia telah meninggalkan tubuh maka ia adalah akal.Sementara akal,menurut mereka,terlepas dari pertalian2 materi.Materi,menurut mereka adalah badan dan akal berdiri sendiri,tidak disifati dengan gerak dan diam,dan situasi-kondisinya tidak berubah-ubah sama sekali."

Mereka ini (ahli kalam,ahli bid'ah,dan tukang mengada-ada dari sekte Jahmiyah dan Mu'tazilah dan mereka para folosofi dalam perkataan2nya telah merabah-rabah tentang roh.Ahli ilmu kalam, situkang pembuat bid'ah yang dicela mengatakan bahwa roh adalah kehidupan,tempramen,atau nafas badan,kebanyakan mereka mengingkari azab kubur,tidak ada roh yang diberi kenikmatan atau diazab di alam barzakh setelah mati. Mereka menolak nash-nash yang menegaskan hal tersebut.Sedangkan para filosof mengatakan bahwa roh jika telah meninggalkan jasad maka ia akan menjadi akal.Mereka berkata; "Jika roh telah meninggalkan badan,keadaannya tidak berubah-ubah baik ilmu,imajinasi,pendengaran,penglihatan,kehendak,kegembiraan,kebahagiaan,dan yang semisalnya di antara hal-hal yang berubah-ubah dan bisa menjadi baru.Tapi menurut mereka,ia tetap dalam suatu keadaan sejak azali hingga selama-lamanya,seperti apa yang mereka katakan tentang akal dan jiwa."

Sekelompok kalangan fiosof menyifati roh dengan sifat-sifat yang mereka berikan kepada wajib al-wujud (ALLAH),dia (sifat) adalah hal-hal yang tidak menjadi sifat kecuali untuk mumtani al-wujud.Mereka mengatakan bahwa roh tidak berada di dalam juga di luar badan,tidak berbeda dengannya,tidak masuk kedalamnya,tidak bergerak dan tidak juga diam,tidak naik dan tidak turun,dan ia bukan jism dan juga 'aradh. Sebab-sebab menjerumuskan kelompok ini dalam kesalahan ini adalah karena mereka berpegang teguh pada akal dan analogi-analogi yang mereka ciptakan dalam membahas suatu hal yang gaib (metafisik).Kelompok pertama mengingkari wujud roh yang independen dari badan.ini adalah bentuk pendustaan atas nash-nash mutawatir dan pengingkaran terhadap perkara yang wajib harus diketahui dalam masalah agama.Sedang para filosof berpendapat yang menempuh jalan mereka mengakui bhwa wujud roh tersebut independen dari badan.Tetapi karena roh ini bukan dari jenis badan,tidak dari jenis unsur2nya dan hal-hal yang timbul darinya,tetapi adalah jenis lain yang berbeda dengan jenis-jenis ini,maka sulit bagi mereka mendefinisihkan dan meng-konsepsi-kannya.ALLAH telah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang memenuhi seruan ALLAH dan Rasul-Nya dan mengimani apa yang telah diberitahukan-Nya kepadanya,sehingga mereka mengetahui bahwa roh adalah jisim yang berbeda hakikatnya dengan badan yang biasa dibuktikan dengan alat indra ini. Roh adalah jisim nurani (sebangsa cahaya ), alawi (luhur),ringan hidup dan bergerak,menembus dalam jauhar (inti) anggota-anggota tunbuh dan mengalir di dalamnya seperti mengalirnya air di atas bunga mawar,minyak dibuah Zaitun,dan api dalam arang.Selama anggota2 badan ini masih layak menerima pengaruh-pengaruh yang berasal dari jisim lembut,maka jisim lembut ini tetap bertautan erat dengan anggota-anggota badan.Dan roh memebrinya pengaruh-pengaruh berupa pengindraan,gerakan, dan kehendak.Apa bila anggota-anggota tubuh telah rusak sebagai akibat campuran-campuran keras yang melekat atas dirinya dan ia telah menolak menerimah pengaru-pengaruh maka roh pun kan meninggalkan badan,dan pergi ke alam arwah. (1),,(Ini adalah definisih Ibnu Qayyum dalam kitabnya,Ar-Ruh, As-Safarini telah menukilnya dalam Lawami' Al-Anwaar Al-Bahiyyah;II/29,dan menisbatkannya kepadanya.h. 433.),....Dalam pembahasan ini,kami telah menyebutkan beberapa dalil yang menetapkan roh adalah sesuatu yang independen ( berdiri sendiri ) dari badan, seperti firman ALLAH Ta'ala: >> (QS.Az-Zumur ; 42) juga ALLAH berfirman yang lain; >> (QS.Al-Anfal ; 50)...Dan juga dalam firman ALLAH yang lainnya;>> (Qs.Al-An'am ;93 ),,,,,..Firman ALLAH :>> (QS. Al-Qiyamah; 26-30).,,,ALLAH berfirman:>> (Qs. Al-Waqi'ah ; 83-84 ),...Maka apa yang dipegang,diwafatkan malaikat,yang sampai dikerongkongan,yang mendesak sampai dikerongkongan,dan di halau,pastilah sesuatu yang memiliki hakikat yang berbeda dengan jasad.~~~~~~~~~~~~Semoggah ALLAH SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya buat kita semua dalam memahaminya,.....Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil'aliyyil-azhiim.......Ass wr wb.

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami