Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*******SEBAB-SEBAB TERJADINYA KESESATAN DALAM MASALAH TAKDIR SESUAI AL-QUR'AN DAN HADITS********

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 10.15


oleh Ummu Marwah pada 5 November 2010










>> (QS.Al-Khafi: 1- 2 )



Sebab kesesatan aliran Qadariyah yang menafikan (takdir) dan Jabbariah menafikan perbuatan manusia,adalah karena dua aliran ini masing-masing memandang kebenaran dari satu sisi mengenyampingkan sisi yang lain.Mereka ibaratnya seperti orang buta yang melihat sesuatu dari satu sisi,tanpa melihat sisi yang lainnya.

Qadariyah berpendapat: Bahwa ALLAH tidak menginginkan dan mencintai serta merstui kekafiran dan kemasiatan.Maka,bagaimana Dia menciptakan perbuatan hamba,yang di dalamnya terdapat kekafiran,dosa,dan kemasiatan,?....

Jabariyah beriman bahwa ALLAH menciptakan segalah sesuatu dan beranggapan bahwa segala sesuatu yang Dia ciptakan dan wujudkan pasti Dia senangi dan ridhai.

Sementara Ahlus Sunnah wal Jama'ah melihat kebenaran dari berbagai sudut pandang.Mereka mengimani kebenaran yang terdapat pada setiap aliran dan menafikan kebatilan yang membuat kedua aliran bingung dan linglung.

Ahlussunnah berkata: "Sesungguhnya meskipun ALLAH menghendaki terjadinya kemaksiatan karena sudah keputusan takdir,namun Dia tidak menyukai dan meridhai kemaksiatan tersebut serta tidak memerintahkannya,bahkan membenci dan melarangnya.Ini adalah pendapat seluruh ulama salaf,Mereka berkata :"Apa yang ALLAH inginkan,maka terjadilah,dan apa yang tidak Dia inginkan,maka tidak akan terjadi."

Oleh karena itu para ulama fiqh (fuqoha ) berkata: Orang yang bersumpah,jika ia berkata : Demi ALLAH, saya akan melakukan perbuatan ini jika ALLAH menghendaki.Maka ia tidak dianggap melangar sumpah jika ia tidak melakukan perbuatan tersebut,meskipun perbuatan tersebut hukumnya wajib atau sunnah. Tetapi jika dia berkata : "Jika ALLAH mencintainya, " maka ia melanggar sumpah,sekalipun perbuatan itu wajib atau sunnah.

Para ulama' dari Ahlus Sunnah mengatakan : kehendak dalam kitab ALLAH terdapat dua macam :

Pertama: Iradah Qadariyah Kauniyyah (kehendak takdir yang bersifat alami.)

Kedua: Iradah Syar'iyyah yang mengandung makna cinta yang ridha.

Oleh karena itu Iradah Kauniyyah adalah kehendak yang mencakup semua yang ada di jagad raya.

Contoh Iradah Syar'iyyah,seperti yg disebutkan dalam firman ALLAH:>> (QS .Al-Baqarah : 185 )

Dan juga:>> (QS.Al-Maidah : 6 ).:>> (QS.An-Nisa : 26-28.)..>> (QS. Al-Ahzab : 33 ).

Kehendak semacam ini tidak harus terwujud,kecuali jika kehendak ini ada kaitannya dengan kehendak kedua.Kehendak ini menunjukkan dengan jelas bahwa ALLAH ta'ala tidak menginginkan dosa,kemaksiatan, kesesatan dan kekafiran.Tidak memerintahkan dan meridhainya,meskipun Dia menghendaki penciptaan dan perwujudannya.

ALLAH mencintai apa yang berkaitan dengan kehendak Syari'iyyah Diniyyah, kemudian memberikan pahala kepada pelakunya,memasukkannya kedalam surga dan menolongnya dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Kehendak ini mencakup segala ketaatan,yang terjadi dan belum terjadi. (disebutkan dlm kitab,Syarah Ath-Thahaawiyah : 116 dan Majmu' Fatawa : Viii/198 ).Iradah Kauniyyah adalah kehendak yang mencakup seluruh yang ada di jagad raya. Biasa disebut dengan ungkapan : "Apa yang dikehendaki ALLAH, maka terjadi,dan apa yang tidak dikehendaki-Nya,maka tidak terjadi." Kehendak ini seperti yang difirmankan ALLAH:>> (QS.Al-An'am: 125.)...>> (QS.Hud: 34.).....>> (QS.Al-Baqarah : 253.)....>> (QS.Al-Kahfi : 39.) Kehendak ini adalah kehendak yang mencakup semua yang tercakup dalam jagad raya ini,tidak ada yang keluar darinya. Setiap kejadian alam termasuk dalam kehendak ALLAH.Dan ini berlaku bagi orang yang beriman,kafir,orang yang baik,berdosa,ahli surga,ahli neraka,,kekasih ALLAH, dan musuh-Nya.Orang yang taat kepada ALLAH yang dicintai dan mencintai-Nya yang selalu dido'akan oleh para malaikat-Nya,ahli maksiat yang dibenci dan dilaknat-Nya dan yang melaknat orang-orang yang melaknat. Kehendak ini mencakup apa yang telah terjadi yang berupa ketaatan dan kemaksiatan. (dlm kitab,Majmu'Fatawa,Vii /198.)..Semua makhluk yang berkaitan dengan dua kehendak ini terbagi menjadi empat bagian:

PERTAMA : Sesuatu yang berkaitan dengan kedua kehendak ini berupa perbuatan baik yang terjadi dalam kenyataan.Karena ALLAH menghendakinya sesuai dengan kehedak Syar'iyyah dan Diniyyah.Oleh itu,ALLAH memerintahkan,mencintai dan meridhainya.ALLAH pun menghendakinya dengan kehendak kauniyyah-Nya. Oleh karena itu ia terjadi,kalau tidak,pasti tidak akan terjadi.

KEDUA :Sesuatu yang berkaitan dengan Iradah Diniyyah saja. Yaitu amal-amal shaleh diperintahkan ALLAH,yang orang-orang kafir bermaksiat kepadanya. Itu semua.iradah diniyyah ,yang ALLAH cinta dan ridhai,dapat terjadi atau tidak terjadi.

KETIGA ;Sesuatu yang berkaitan dengan kehendak Kauniyyah dan hal-hal yang tidak diperintahkan seperti hal yang mubah dan kemaksiatan.Sesusngguhnya Ia tidak memerintah,tidak meridhai ,dan tidak mencintainya.Karena ALLAH tidak memerintahkan perbuatan yang keji dan tidak meridhai kekafiran dari hamba-Nya.Kalaulah tidak karena kehendak,kekuasaan dan penciptaan-Nya niscaya ia tidak akan terwujud dan terjadi.Karena apa yang dikehendaki-Nya,pati terjadi,dan yang tidak dikehendakinya,tidak akan terjadi.

KEEMPAT :Sesuatu yang tidak berkaitan dengan kedua kehendak di atas.Sesuatu ini adalah apa yang tidak terjadi dan tidak terwujud dari hal-hal yang mubah dan kemaksiatan-kemaksiatan. ( di sebutkan dalam kitab: Majmu 'Fatawa, Viii/ 189 ).

Hamba ALLAH yang bahagia adalah hamba yang dikehendaki ALLAH seuai dengan keputusan takdir dan sesuai dengan kehendak-Nya secara syari'at. Hamba yang celaka adalah hamba yang dikehendaki ALLAH sesuai keputusan takdir yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya secara syari'at.

Ulama'Ahlus Sunnah wal-Jama'ah yang paham agama ALLAH dengan benar dan tidak membenturkan satu ayat dengan ayat yang lain, mengetahui bahwa keputusan ALLAH pada makhluk-Nya berjalan sesuai dengan dua kehedak (Iradah) di atas. Siapa yang melihat perbuatan yang lahir dari manusia dengan kaca mata pemahaman ini,maka ia orang yang melihat dengan kebenaran.Sedang siapa yang melihat dengan syari'at saja,tanpa melihat takdir,atau melihat takdir tanpa syari'at,maka ia buta.Mereka ini seperti orang Quraisy yang mengatakan seperti, "Dalam firman-Nya :>> (QS.Al-An'am : 148 ).***************Semoggah berkah dan bermanfaat,..Amin Ya Mujiib..........Salam ukhuwah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami