Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*****TETAP BERBAKTI MESKIPUN KEDUA ORANG TUA NON MUSLIM*****

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 23.15

Oleh Ummu Marwah 4 Juni 2011










((Bismillahirrahmanirrahim))

==================

Dengan petunjuk-Nya,Nabi mencapai puncak keluhuran.Di mana beliau mewariskan umatnya untuk berbakti dan berbuat baik pada kedua orang tua,meskipun keduanya dalam keadaan non muslim.

Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Asma binti Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu 'anah, ia berkata:"Telah datang ibuku dari Mekkah menemuiku (di Madinah) sedang dia masih dalam keadaan musyrik.Lalu aku meminta petunjuk kepada Rasulullah,aku berkata:> (MUTAFFAQ 'ALAIHI)



Sesungguhnya seorang muslim yang sadar dengan petunjuk AL-QUR'AN yang luhur,dan bimbingan yang mulia dari Nabi,pastilah ia akan menjadi seorang muslim yang paling berbakti dan paling baik pergaulannya dengan kedua orang tuannya pada setiap kondisi dan waktu.Demikianlah teladan yang telah dicontohkan oleh para sahabat dan generasi terbaik sesudahnya.

Pernah bertanya seorang laki-laki kepada sa'id bin Musayyib ayat birrul walidain seluruhnya,terkecuali firman ALLAH: > (QS. AL-ISRA : 23 )



Laki-laki tadi berkata:"Bagaimanakah perkataan yang mulia itu."Sa'id menjawab:"Berbicaralah kepada keduanya sebgaimana seorang budak berbicara dengan tuannya."

Adalah Ibnu Sirin rahimahullah berbicara kepada ibunya dengan suara yang sangat lemah,seperti perkataan orang yang sakit,sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan terhadap ibunya.

Berapa besar kadar kebaktian dan kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim sejati,maka demikian pula kadar rasa takut dari berbuat durhaka kepada keduannya.hal itu dikarenakan seorang muslim mengetahui besarnya dosa tersebut,bahkan termasuk dalam kategori dosa besar.Selain itu dia juga mengetahui gambaran yang sangat menakutkan,yang dilukiskan oleh hadits2 yang shahih tentang akhir perjalanan orang2 yang durhaka terhadap kedua orang tuanya.Lukisan itu dapat mengetuk pintu hatinya yang beku,dan membuka nuraninya yang tertutup serta dapat menghidupkan perasaannya yang telah mati.



Itulah gambaran setiap muslim yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya,dan dihubungkan pula durhaka dengan perbuatan syirik kepada ALLAH,sebagaimana birrul walidain dihubungkan dengan iman kepada-Nya.

Perbuatan durhaka termasuk dalam kategori dosa yang paling hitam,yang dapat menggoncangkan jiwa seorang muslim dan bisa menerbangkan kebenaran dari dirinya.Karena durhaka merupakan dosa terbesar dan kesalahannya yang paling tampak.

Diriwayatkan dari Abu Bakrah Nufai' bin Harits berkata:"telah bersabda Rasulullah:> (MUTTAFAQ 'ALAIHI)



**Mendahulukan Bakti Kepada Ibu Kemudian Bapak.**



Bimbingan Islam datang dengan anjuran untuk berbuat baik pada kedua orang tua. Di antara bimbingannya itu, Islam menganjurkan supaya berbuat baik dan berbakti kepada ibu dan bapak secara terpisah. Namun secara umum, mengharuskan adanya keseimbangan bagi anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dalam berbakti kepada kedua ibu-bapaknya dan tidak melebihkan sala satu dari keduanya. Walaupun ada berberapa hadits yang menegaskan keharusan mendahukan bakti ibu dari seorang bapak.

> (Muttafaq 'alaihi)

Hadits di atas menjadi dalil dari ketetapan Rasulullah untuk memberikan bakti dan berbuat baik pada kedua orang tua tanpa pilih kasih. Sedangkan pada hadits Asma',beliau memerintahkannya untuk menyambung tali keluarga dengan ibunya meskipun dalam keadaannya musyrik.

Dalam hadits yang lain disebutkan,suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulullah seraya berkata :LELAKI TADI BERTANYA:KEMUDIAN SIAPA LAGI?" ..RASULULLAH MENJAWAB : AYAHMU.">> (Muttafaq 'alaihi)

Hadits di atas menjelaskan mengenai berbakti kepada ibu lebih didahulukan dari seorang bapak. Para sahabat juga memberikan penegasan yang sama dalam masalah ini sesudah Rasulullah ,bahkan Ibnu Abbas yang bergelar 'Habrul Ummah wa Faqihuha ' (tokoh umat dan pakar fiqihnya) menjadikan berbakti pada kedua orang tua sebagai amalan yang paling dekat kepada Allah.

Pernah datang seorang laki-laki kepadanya seraya mengatakan :"Aku bermaksud meminang seorang wanita,tetapi ia menolak untuk menikah denganku, kemudian datang laki-laki lain memingangnya dan ia menerimanya.Lalu hatiku terbakar api cemburu, kemudian aku membunuh wanita tadi. Apakah masih ada jalan tobat untukku?"Ibnu Abbas menjawab:"Apakah ibumu masih hidup?" Laki-laki tadi menjawab:"Tidak." Ibnu Abbas berkata:"Jika demikian, bertobatlah kepada Allah dan dekatlah dirimu kepada-Nya semampumu."

Atha' bin Yasar rahimahullah berkata:"Hadits ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas, maka aku pergi menemuinya,lalu aku berkata: "Mengapa engkau menanyakan laki-laki itu tentang ibunya,?"...Ibnu Abbas menjawab:" Karena aku tidak melihat amalan yang lebih dekat kepada ALLAH selain dari berbakti kepada seorang ibu." >> (HR Bukari )



Oleh sebab itu,Imam Bukhari dalam kitab 'Al Adab Al Mufrad, dalam bab birrul walidain, mendahulukan bab berbakti kepada ibu sebelum , bab berbakti kepada bapak,sebagai perwujudan dari petunjuk Nabi yang mulia.

AL-QUR'AN telah memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua,dan mengingatkan kelebihan seorang ibu dari seorang ayah,lantaran ia telah mengandung dan menyusui serta berbagai kesusahan dan penderitaan dalam fase kehidupan (mengandung dan menyusui).Dimana pada kedua kondisi tersebut menggambarkan kelembutan,pengorbanan yang besar dan kasih sayang.

ALLAH berfirman:> (QS.Lukman :14)



Merupakan nilai pendidikan yang sangat tinggi dan bimbingan insani yang penuh dengan kasih sayang dari kalimat:> Syukur seorang anak kepada kedua orang tuanya mengiringi rasa syukurnya kepada Allah.Selain itu juga merupakan dasar keutamaan dan amal saleh. Alangkah tingginya kedudukan orang tua dalam pandangan agama yang agung ini.

Ibnu Umar pernah melihat seorang laki-laki berkebangsaan Yaman thawaf mengelilingi Ka'bah dengan menggendong ibunya sembari berkata:"Aku tak ubahnya seperti unta tunggangannya yang hina, aku telah menggendongnya lebih dari ia mengandungku. Tidaklah engkau melihat bahwa aku telah membayar jasa ibuku wahai Ibnu Umar?" Ibnu Umar menjawab:"Belum,walau hanya sekadar hembusan nafas."

Sedangkan Umar Bin Khattab setiap kali bertemu dengan pasukan dari Yaman,maka ia bertanya kepada mereka:"Apakah di antara kalian ada orang yang bernama Uwais bin Amir?"Hingga ia diantarkan menemui Uwais, lalu ia berkata:"Benarkah engkau yang bernama Uwais bin Amir?"Lelaki itu menjawab:"Ya benar." Umar bertanya lagi:"dari Murad suku Qaran?" Lelaki itu menjawab :"Ya benar." Umar bertanya lagi:"Engkau pernah terjangkit penyakit belang, kemudian sembuh kecuali bagian tubuh sebesar logam dirham?"Lelaki itu menjawab:"Ya benar" Umar bertanya lagi:"Apakah engkau masih mempunyai seorang ibu?" Lelaki itu menjawab:"Ya benar." Umar melanjutkan pertanyaannya:"Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:"Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama balantentara dari Yaman dari Murad suku Qaran.Dia pernah terjangkit penyakit belang kemudian sembuh,kecuali bagian tubuh sebesar logam dirham.Dia mempunyai seorang ibu dan dia sangat berbakti pada ibunya. Sekiranya dia meminta sesuatu kepada Allah, pasti akan dikabulkan.Jika kalian mampu supaya dia memohonkan ampunan bagimu,maka lakukanlah."

Maka Umar berkata kepada Uwais:"Mohonkanlah ampunan buatku." Maka ia pun memohonkan ampunan buat Umar. Selanjutnya Umar bertanya kepadanya:"Kemanakah engkau hendak pergi?" Uwais menjawab:"Kufah." umar berkata:Maukah kutuliskan untukmu surat kuasa untuk gubernurnya?" Uwais menjawab:"Tidak perlu,karena aku lebih suka hidup di tengah-tengah rakyat jelata."(HR.Muslim)



Alangkah agungnya kedudukan Uwais Al Qarni,karena amat berbaktinya ia kepada ibunya,hingga Rasulullah berpesan kepada para sahabatnya untuk meminta doa darinya.

Kesemuanya itu menunjukkan tingginya martabat seorang ibu dalam Islam.Dimana Islam menjadikan kedudukan ibu lebih dari kedudukan seorang bapak,dengan tidak ada pengecualian terhadap kedua kedudukan tersebut, dan tetap harus dihormati serta dijunjung tinggi.

Dunia akan tersenyum sinis,bila menyaksikan wanita yang berlayar dalam bahtera rumah tangga yang penuh dengan kenikmatan. Memberikan perhatian penuh pada suami dan anak-anaknya. Tetapi ia melupakan kedua orangtuanya. Ia kurang memperhatikan keadaan keduanya dan tidak berbuat baik terhadap keduanya.

Seorang muslim yang sadar dengan ajaran agamanya,akan selamat dari kelengahan dan kealpaan ini. Karena ia senantiasa memperhatikan petunjuk Al-Qur'an dan bimbingan Nabi agar senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Dimana ia menerima dengan senang hati keberadaan kedua orang tua, memperhatikan keduanya,kapan dan dimana pun berada,sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.



(Love hurts for all brother & siste.)

-.▀██▀

──██────(▒)(▒)

──██───(▒)(♥)(▒)...

─▄██▄▄█─(▒)(▒)..

───.───▄███▄...

───.──███─███─(▒)(▒)

───.──▀██▄██▀(▒)(♥)(▒)

───.────███───(▒)(▒)

───.─────── ▀██─██▀

───.──────── ██─██─(▒)(▒)

───.──────── ▀█▄█▀(▒)(♥)(▒)

───.──────────▀───(▒)(▒)

───.────────────██▀▀▀█

───.──(▒)(▒)──────██▄█──(▒)(▒)

───.─(▒)(♥)(▒)─────██▀█─(▒)(♥)(▒)

───.──(▒)(▒)──────██▄▄▄█(▒)(▒)



▀██─.██▀─██──██──▀█▀▀█──▀▀██▀▀─▄▄▀▀▀

─██▅██──██──██───█▀▀█▄───██───▀▀─▄▄

▄██─.██▄─██▄▄██───█───█───██───▄▄▄▀▀

=================================================================

♥ღϠ₡ღ♥ Semoggah bermanfaat dalam meningkatkan iman dan takwa.....wabillahi taufik wal hidayah,,,,Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakaatuh.....Salam Ukhuwah.♥ღϠ₡ღ♥

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami