Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

*****PERBEDAAN SYARIAT*****

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 22.04

 
Oleh Ummu Marwah 30 Maret 2011









(((BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM)))


Agama yang dibawa oleh para Rasul satu yaitu Islam,akan tetapi syariat para nabi berbeda.Syariat Isa berbeda dengan syariat Musa dalam sebagian hal,dan syariat Muhammad berbeda dengan syariat Musa dan Isa dalam banyak hal. ALLAH berfirman:> (QS.Al-Maidah: 48)

Ini bukan berarti bahwa syariat-syariat berbeda sama sekali,yang melihat pada syariat akan mendapatkan bahwa ia sama dalam masalah-masalah pokok.Dan telah disebutkan nash-nash yang berbicara tentang syariat ALLAH bagi umat-umat terdahulu,seperti:Shalat,Zakat, dan Haji,dan mengambil makanan dari tempatnya dll.Perbedaan di antaranya hanya dalam sebagian hal yang rinci.

Jumalah shalat dan syarat-syaratnya,dan rukun-rukunnya,jumlah harta yang wajib di zakati dan tempat-tempat menyembelih dan lain sebagainya,terkadang berbeda satu sama lain,terkadang ALLAH menghalalkan suatu hal dalam syariat karena suatu hikmah,dan mengharamkan dalam syariat yang lain karena suatu hikmah.

((PERTAMA)):Puasa,dulunya orang yang berpuasa berbuka diwaktu matahari terbenam,dia dibolehkan makan,minum dan berhubungan suami istri hingga terbit fajar selama ia belum tidur,kalau ia tidur sebelum fajar maka semua hal tersebut haram baginya hingga terbenam matahari pada hari kedua.Kemudian ALLAH memberi keringanan bagi umat ini dan menghalalkanya dari terbenam matahari hingga terbit fajar baik ia tidur atau tidak. ALLAH berfirman:> (QS.Al-Baqarah;187)



((KEDUA)):Menutup aurat ketika mandi,tidak wajib bagi Bani Israil,dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah bersabda:> (Hr.Bukhari dan Muslim)

((KETIGA)): Hal-hal yang diharamkan,di antara yang di halalkan ALLAH kepada Adam adalah menikahkan putri-putrinya dengan putra-putranya,kemudian ALLAH mengharamkannya setelah itu,dulu mengambil budak selain istri mubah dalam syariat Ibrahim,dan Ibrahim telah melakukannya pada Hajar ketika mengambilnya sebagai istri ke atas Sarah,dan ALLAH telah mengharamkan hal seperti ini diatas Bani Israil di dalam Taurat.

Demikian juga dulu menikahi dua wanita bersaudara sekaligus boleh,dan Ya'qub telah melakukannya,kemudian ALLAH mengharamkannya atas mereka dalam Taurat,dan Ya'qub mengharamkan daging unta dan susunya atas dirinya.[lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir;2/73]

Sebabnya adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Israil (Ya'qub) sakit keras yang berkepanjangan,maka ia bernadzar kepada ALLAH kalau ALLAH menyembuhkan penyakitnya ia akan mengharamkan makanan dan minuman yang paling ia sukai,dan makanan yang paling ia sukai adalah susu unta,yang diharamkan oleh Israil ini diharamkan atas Bani Israil dan diharamkan di dalam Taurat,[HR.Ahmad dalam musnadnya, dan Tafsir Ibnu Katsir;2/71]

ALLAH berfirman:> (QS.Ali-Imran; 93)

Di antara yang diharamkan oleh ALLAH atas orang Yahudi adalah apa yang dikisahkan kepada kita dalam surah AL IMRAN. Dan ALLAH berfirman:> (QS.AL-An'am;146)

ALLAH telah mengharamkan atas mereka semua yang berkuku,yaitu hewan ternak dan burung kecuali yang kukunya terbelah seperti unta,burung unta,itik dan bebek,dan mengharamkan atas mereka gajih sapi dan kambing kecuali gajih yang ada di punggung sapi dan kambing,atau yang ada didalam perutnya atau yang bercampur dengan tulang.

Pengaharaman ini bukan karena ia buruk,akan tetapi sebabnya adalah Ya'qub mengharuskan hal itu pada dirinya pada sebagian yang diharmkan,maka anak-anaknya setelahnya juga diharuskan demikian.

Sebagian yang diharamkan,sebabnya adalah kezaliman Bani Israil.

ALLAH berfirman:> (QS.Al-An'am; 146)

Dan firman ALLAH juga menyebutkan:> (QS.An-Nisa; 160 )



Kemudian setelah kedatangan Nabi Isa,maka ia menghalalkan bagi Bani Israil sebagian yang yang diharamkan atas mereka,,ALLAH berfirman:> (QS. Ali Imran: 50)

Kemudian datang syariat penutup yang memberi kaidah: menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk-buruk.



{Para Nabi Saudara Sebapa.}



RASULULLAH membuat perumpamaan bagi kesamaannya,para Rasul dalam satu agama dan perbedaannya dalam syariat.Beliau bersabda:> (HR.Bukhari dan Muslim.)

Ibnu Hajar dalam kitabnya Fatul Bari berkata: "Para Nabi adalah saudara-saudara sebapa,dalam riwayat Abdur Rahman yang lalu (yakni dalam Shahih Bukhari); dan para nabi adalah saudara-saudara sebapa dan ibu mereka berlainan,makna hadits adalah ;bahwa asal agama mereka satu yaitu tauhid,walaupun cabang-cabang syariatnya berbeda."



{Panjang dan Pendek Serta Waktu Diturunkan.}



AL-QUR'AN adalah kitab SAMAWI yang paling panjang dan paling menyeluruh.Dalam Hadis:> (HR.Thabrani dalam Al-Kabir)



Kitab-kitab samawi yang kita kenal semuanya diturunkan di bulan Ramadhan,disebutkan dalam hadits:> (HR.Thabrani).



{Kedudukan Risalah Penutup Dari Risalah-Risalah Terdahulu.}



ALLAH menyebutkan hal ini dalam sepotong ayat dalam kitab-Nya,,ALLAH berfirman:> (QS.Al-Maidah; 48),..AL-QUR'AN membenarkan kitab-kitab sebelumnya dalam beberapa segi:



PERTAMA:Kitab-kitab Samawi terdahulu mengandung sebutan tentang AL-QUR'AN ini dan memujinya,dan pemberitahuan bahwa ALLAH akan menurunkannya kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad,dan memang turunya sebagimana sifat yang dikabarkan oleh kitab-kitab.

Dan bertambahlah kebenaran bagi yang membawanya dari orang-orang yang punya mata hati yang tunduk kepada perintah ALLAH dan mengikuti syariat ALLAH,dan mempercayai Rasu-Rasul ALLAH,sebagaimana firman-Nya:> (QS.Al-Isra: 107-108 ).

Sesungguhnya apa yang dijanjikan ALLAH dalam kitab-kitab terdahulu,dan melalui lisan para Rasul-Nya,yaitu menurunkan AL-QUR'AN dan mengutus Muhammad dipenuhi,maksudnya; pasti terjadi tidak bisa tidak,karena telah menjadi ketentuan-Nya.



KEDUA:Bahwa AL-QUR'AN memuat hal-hal yang membenarkan kitab-kitab terdahulu,dan kesamaan dengannya,,ALLAH berfirman:> (QS. Al-Mudastsir;31),,

Dan keyakinan orang-orang yang diberi kitab itu karena sebab mereka mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka.



KETIGA: AL-QUR'AN mengambarkan diturunkannya KITAB-KITAB SAMAWI,dan bahwa ianya dari ALLAH,dan menyuruh beriman kepadanya sebagaimana yang telah dijelaskan.Dan MUHAIMIN dalam Bahasa Arab dipakai untuk MAKNA YANG MENGUASAI SESATU.[lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir,2/587],dan itu merupakan salah satu nama ALLAH,hal ini oleh karena ALLAH mengurusi urusan-urusan hamba-Nya,mengatur dan memelihara.

AL-QUR'AN mengurus KITAB-KITAB SAMAWI yang diturunkan sebelumnya,menyuruh untuk beriman kepadanya,dan menjelaskan kebenaran yang ada padanya,dan MENAFIKAN PEROBAHAN yang terjadi padanya,IA ADALAH HAKIM BAGI KITAB-KITAB tersebut,karena ia adalah risalah ILAHI terakhir,yang wajib dipegang,dan rujukan dalam menerapkan hukumnya,dan semua yang bertentangan dengannya dari kitab-kitab terdahulu,ada kalanya sudah dirubah atau dihapus.



Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir setelah menyebutkan perkataan salaf tentang makna Muhaimin:"Semua pendapat ini maknanya hampir sama,karena nama Muhaimin mengandung semua ini,ia menjadi pemegang amanat,menjadi saksi dan menghukumi semua kitab-kitab sebelumnya,ALLAH menjadikan kitab yang agung ini yang diturunkan sebagai kitab terakhir dan penutup,yang paling lengkap,paling agung,dan paling sempurna,dimana mengumpulkan padanya semua kebaikan yang sebelumnya,dan menambah kesempurnaannya dengan apa yang tidak ada pada selainnya,oleh karena itu menjadinya sebagai saksi,pemegang amanat,dan hakim atasnya."

Hal ini mengharuskan agar kitab ini dijadikan rujukan pertama dan terakhir dalam mengenal agama yang dikehendaki oleh ALLAH,dan tidak boleh mengukur AL-QUR'AN dengan kitab-kitab samawi yang lain,sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang sesat dari Yahudi dan Nasrani,,ALLAH berfirman:> (QS.Fushilat; 41-42)



Syariat Terakhir Tidak Butuh Kepada Yang Lain.

Syariat ILAHI terakhir tidak butuh pada Syariat sebelumnya,dan tidak juga pada Syariat sesudahnya,berbeda dengan Syariat Al-Masih,Al-Masih telah menyuruh para pengikutnya untuk merujuk kepada Taurat dalam banyak hal,dan Syariat Injil menyempurnakan Syariat Taurat.Oleh karena itu,orang-orang Nasrani membutuhkan kitab-kitab para nabi terdahulu seperti Taurat dan Zabur,dan umat-umat sebelum kita membutuhkan orang-orang yang mendapat ILHAM,berbeda dengan umat MUHAMMAD,ALLAH mencukupkannya dengan AL-QUR'AN,tidak perlu lagi kepada nabi ataupun orang-orang yang mendapat ilmah.[lihat Majmu'al Fatawa Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah:11/224)

(((((((((((((((SEMOGGAH MENJADI RENUNGAN BUAT KITA DALAM MENINGKATKAN IMAN DAN TAKWA.....WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH,,,ASSALAMU'ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH........Salam ukhuwah.)))))))))))))))))

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami