Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

**********JIWA MANUSIA DITENGAH PERTARUNGAN*********

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 09.31


oleh Ummu Marwah pada 24 Oktober 2010








Dalam pembahasan penting dari ucapan Ibnu Qayim.Beliau -Rahimahullah- mengambarkan hakikat pertarungan dan tabiatnya.

Ibnu Qayim berkata -kesimpulannya-;"ALLAH telah memilih manusia diantara makhluk-Nya,kemudian Dia memuliakan dan memilihnya,menjadikannya sebagai temapt bersemayamnya keimanan,tauhid,ikhlas,cinta,pengharapan,lalu dia diuji dengan syahwat,marah,lalai, serta di uji dengan musuhnya; Iblis yang tidak bosan mengodanya." (dlm kitab Al-Wabil ash-Shoyyib: hal.21 )

Ibnu Qayim selanjutnya berkata:"Dia (setan) masuk kedalam manusia dari berbagai pintu yang cenderung dikuasai jiwa dan tabiatnya;sedang dengan masuk dari sesuatu yang disukai,setan dapat menyesatkannya dari diri,jiwa dan hawa nafsunya. Tiga komponen ini diciptakan untuk menguasai dan memerintah,sedang anggota tubuh diciptakan untuk menunaikannya karena dia adalah alat yang tunduk dan hanya dapat bergerak.Inilah kondisi ketiga unsur tersebut dan unsur anggota tubuh.Maka anggota tubuh selalu akan menaati apa yang diperintahakan dan apa yang diinginkan ketiga komponen tersebut.

Itulah kondisi seorang hamba,maka kasih sayang ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih menyebabkan-Nya menolong hamba tersebut dengan tentara dan pertolongan lain yang dapat menghancurkannya.Maka diutuslah seorang Rasul,diturunkanya Kitab-Nya,dan diutus malaikat yang mulia untuk menandingi musuhnya; "Setan.

Jika setan memerintahkannya terhadap sesuatu,maka sang malaikat akan memerintahkan dengan ajaran Rabbnya.Jika seseorang sedang menaati musuhnya yang dapat membuatnya binasa,maka akan datang pertolongan kepadanya berkali-kali.Yang selamat adalah yang ditolong oleh ALLAH Ta'ala.

ALLAH memberikan jiwa yang tenang kepada manusia sebagai lawan dari jiwa yang mengajak kemungkaran.Jika nafsu buruknya memerintahkan keburukan,maka jiwa tenangnya akan mencegahnya,dan jika jiwa buruknya mencegah dari kebaikan,maka jiwa tenangnya akan memerintahnya.Kadang dia menaati yang satu,dan kadang yang satu menaati yang lain,demikianlah yang sering dialami keduanya,kemungkinan salah satu keduannya akan kalah mutlak sehingga tidak mampu berdiri lagi selamanya.

Kemudian ALLAH menjadikan cahaya dan pemahaman sebagai tandingan hawa nafsu yang selalu mengajaknya untuk mentaati setan dan nafsu buruknya,jika dijadikan akal untuk mencegahnya terjerumusnya seseorang dalam hawa nafsunya,akal,pemahaman dan cahayanya akan menegurnya; hati-hati,sesungguhnya kebinasaan berada di depanmu,sesungguhnya engkau akan menjadi mangsa makhluk jahat dan perampok jika kamu berjalan berdasarkan ajakan tersebut.Kadang-kadang seorang hamba menaati nasihat tersebut kemudian dijelaskan kepadanya petunjuk dan nasihatnya,tetapi dilain waktu dia akan mengikuti hawa nafsunya,maka jalannya terhadang,hartanya dirampas,dan pakaiannya dilucuti,kemudian dikatakan kepadanya; "Taukah kamu,dari mana kamu datang,?....

Yang anehnya,dia tauh dari mana dia datang dan mengetahui di jalan manakah dia dihadang,dan diambil hartanya,namun dia tetap menempuhnya,karena orang yang menjadi petujuknya telah menguasai dan mengendalikannya dan memiliki kedudukan kuat di hadapannya.Seandainya kekuatan setan dia lemahkan dengan melawanya,dan menghardikanya ketika dia memanggil atau memeranginya jika dia hendak menggoda,niscaya setan tidak dapat menguasainya.Jadi orang itulah yang membuatnya berkuasa terhadap dirinya dengan mengulurkan tangannya.Orang itu seperti halnya seseorang yang mengulurkan tangannya kepada tangan musuhnya, lalu dia bergaul denganya sehingga menyebabkan azab yang pedih,namun ketika dia meminta tolong tidak ada yang menolong.Demikianlah halnya orang yang menjadi tawanan setan,hawa nafsunya serta jiwanya terpuruk.Dia mencari2 penyelesaian,namun tidak mampu.Dan ketika seseorang menghadapi hal sepeti itu,dia mendapatkan pertolongan berupa bala tentara,perbekalan dan benteng,kemudian dikatakan kepadanya; "Perangilah musuhmu dan berjuanglah,inilah tentara,ambillah pasukan sesukamu,inilah benteng-benteng itu,pergunakanlah benteng yang kamu suka untuk berlindung,bertempurlah hingga mati.perkara sudah dekat dan masa perjuangan tinggal sedikit.,,Suatu hari,Rasulullah berkhutbah kepada para sahabatnya ketika matahari berada di puncak gunung saat henadak terbenam,beliau bersabda:>> (HR.Ahmad dan Tirmidzi.)***********Semoggah bermanfaat buat saya dan kita semua dlm merenungi akan hadits Rasulullah tadi......Barakallahu fikum....
Salam ukhuwah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami