Laman

Dompet Donasi Blog
Kumpulan Artikel Islami

No Rek : 046-10-45-234

A/N : Budi Darmawan

***MENGENAL DUNIA JIN DAN SETAN PART (1)***

Written By Ummu Marwah on Minggu, 08 April 2012 | 22.36

 
Oleh Ummu Marwah 20 April 2011










((Bismillahirrahmanirrahim))


SEGALA PUJI HANYA MILIK ALLAH,,dan kami memohon pertolongan,ampunan dan petunjuk-Nya dari kejahatan diri kami dan amal kami.Salam dan shalawat buat baginda tercinta,keluargga dan sahabat2nya juga orang2 yang mengikuti Sunnah beliau.

Lanjut:

Ada sejumlah kecil orang yang mengingkari keberadaan Jin secara mutlak. Sebagaimana orang-orang musyrik menyangka bahwa jin adalah rohnya bintang-bintang.Segolongan ahli filsafat berpendapat bahwa yang dimaksud jin adalah motivasi keburukan dalam jiwa manusia.

Dan dalam golongan orang-orang masa kini ada yang berpendapat bahwa jin adalah bakteri dan mikroba yang telah ditemukan dalam dunia ilmu modern.

Muhammad al-Bahi berpendapat bahwa yang dimaksud jin adalah malaikat.

Menurutnya,jin dan malaikat adalah satu dunia dan tidak ada bedanya. Di antara dalil yang beliau kemukakan adalah:"malaikat terhalang dari pandangan mata manusia,hanya saja dia memasukan jin ke dalam golongan makhluk yang tersembunyi dari dunia manusia,ada yang beriman dan kafir,dan ada yang baik dan buruk."



**Tidak Tauh Bukan Dalil**

Argumen mereka yang mengingkari adanya jin pada umumnya berujung pada ketidak tahuan mereka tentang adanya jin.Dan "tidak tauh" tidak dapat dijadikan dalil.

[Dalam kitab,Shahih al-Jami :3/ 85]

Tidak layak secara logika ketidak tauhan seseorang tentang sesuatu menjadi dalil baginya untuk mengingkari keberadaan sesuatu tersebut.

Hal inilah yang ALLAH kecam dari orang-orang kafir :> (QS. Yunus : 39 )



Apakah penemuan2 baru yang tidak mungkin di pungkiri,boleh diingkari oleh orang yang berusia seratus tahun manakala dikabarkan informasi tersebut oleh orang terpercaya,?"..Apakah ketika kita tidak dapat mendengar gelombang suara di semua tempat di dunia ini menjadi dalil bahwa hal tersebut tidak ada,?"...Kemudian setelah ditemukan alat radio yang dapat menangkap gelombang suara tersebut dan kita dapat mendengarnya dengan telinga kita,baru kita mempercayaainya,?!...

Ustadz Sayid Qutb -Rahimahullah- berkata dalam Dzilalul-Qur'an ketika dia berbicara tentang jin yang ALLAH arahkan untuk menghadap Rasulullah,lalu mereka mendengarkan AL-QUR'AN darinya:"Sesungguhnya ketika AL-QUR'AN mengisahkan sekelompok jin yang dihadapkan untuk mendengar AL-QUR'AN dari NABI,kemudian dikisahkan apa yang mereka ucapkan dan lakukan,itu saja sudah cukup unuk menetapkan keberadaan jin,menetapkan kejadiannya,menetapkan bahwa jin dapat menyimak AL-QUR'AN yang lafaznya terucap dengan bahasa Arab,seperti yang diucapkan oleh Rasulullah.Juga ketetapan bahwa jin adalah makhluk yang dapat beriman dan kafir,mendapat petunjuk atau tersesat. Tidak perlu mencari bukti tambahan atau penguat untuk menetapkan kenyataan ini.

Manusia tidak kuasa menambah yang telah ALLAH tetapkan kenyataannya." Akan tetapi kami mengupayakan untuk Menjelaskan hakikat ini dari sudut pandangan manusiawi.

Sesungguhnya alam disekeliling kita penuh dengan misteri,penuh dengan energi dan makhluk yang tidak kita ketahui wujudnya,sifatnya dan bekasnya. Pada hal kita hidup di tengah-tengah kekuatan dan misteri tersebut, sedikit yang kita ketahui,.namun lebih banyak lagi yang tidak kita tauh.

Setiap hari sebagian rahasia itu dapat disingkap,kita mengetahui adanya sebagian kekuatan tersebut.Kita pun dapat mengenali sebagian makhluk-makhluk,kadang bentuknya,kadang sifatnya,dan kadang hanya sekedar bekasnya di alam sekeliling kita.

Sampai di sini,kita sebenarnya masih di permulaan jalan,jalan untuk mengenal alam ini,tempat kita dan nenek moyang kita serta anak cucu kita hidup.

Di antara hamparan kecil ini ada hamparan2 kecil lainnya:Planet bumi yang besarnya tidak ada artinya bila dibandingkan besar dan beratnya alam ini.

Apa yang kita ketahui sekarang-padahal kita masih di permulaan jalan- jika dibandingkan dengan pengetahuan manusia pada lima abad sebelumnya,maka sudah dikatakan sebagai keajaiban-keajaiban,lebih besar dari keajaiban jin.

Seandainya ada yang berkata kepada seseorang pada lima abad yang lalu tentang rahasia atom yang sekarang sering kita bicarakan,niscaya mereka akan menuduhnya gila, atau pasti mereka akan menuduh bahwa dia berbicara tentang sesuatu yang aneh,melebihi keanehan jin.

Kita dapat mengetahui dan menyingkap dengan keterbatasan kemampuan kita sebagai manusia,yang disiapkan sebagai khalifah di bumi ini,sesuai dengan tuntutan-tuntutan-Nya dan dalam ruang lingkup apa yang ALLAH tundukkan bagi kita untuk kita singkap rahasia-rahasianya dan dapat dimanfaatkan sehingga kita dapat menunaikan tugas khalifah di muka bumi ini.

Namun, pengetahuan dan penemuan kita tidak akan melampaui -baik tabiatnya maupun ruang lingkupnya- meskipun kehidupan manusia terus berlanjut,kekuatan alam dan rahasia-rahasianya telah ditundukkan dan disingkapkan kepada kita,namun semua itu tidak akan melampaui ruang lingkup ini;yaitu ruang lingkup apa yang dibutuhkan untuk menjadi khalifah di bumi ini,sesuai hikmah dan ketentuan ALLAH Ta'ala.

Kita akan banyak menemukan dan mengetahui lebih banyak,dan akan terbentang dihadapan kita berbagai keajaiban dari rahasia dan kekuatan alam ini,sehingga rahasia ATOM jika dibandingkan itu semua dapat dianggap sebagai mainan anak2!,..Akan tetapi,kita tetap berada dalam batasan pengetahuan yang telah ditetapkan bagi manusia,yaitu dalam batasan apa yang ALLAH firmankan:> (QS. AL-ISRA : 85)

Sedikit sekali jika dibandingkan alam ini yang penuh dengan misteri yang tidak mungkin ada yang mengetahuinya kecuali Sang Pencipta dan Penjaganya.Dan sebatas apa yang ditampakkan dalam ilmu-Nya yang tak terbatas dengan sarana pengetahuan manusia yang terbatas,berdasarkan firman ALLAH Ta'ala :> (QS. LUQMAN : 27 )

Maka dengan kondisi seperti ini,kita tidak layak memastikan ada atau tidak adanya sesuatu,tergambar atau tidak gambarnya sesuatu dari perkara ghaib yang tak terbaca serta rahasia keberadaannya serta kekuatannya,hanya karena sesuatu itu berada di luar wilayah kebiasaan kita secara logika,atau sekedar pengalaman langsung.Pada hal terhadap diri sendiri,kita belum mengetahui semua rahasia-rahasianya,segala perangkat dan potensinya,apa lagi mengetahui rahasia AKAL DAN ROH KITA.

Bisa jadi ada rahasia-rahasia yang tidak termasuk salah satu rencana kita untuk kita ketahui,namun tersingkap bagi kita asalnya,atau jati dirinya,atau ada yang tidak tersingkap kecuali sifat dan bekasnya atau sekedar keberadaannya,karena hal itu tidak bermanfaat bagi kita dalam menunaikan tugas khalifah. Jika ALLAH menyingkapkan kepada kita bagian yang telah ditentukan dari berbagai rahasia dan kekuatan lewat firman-Nya,bukan lewat eksperimen kita yang juga diberikan oleh-Nya.Maka jalan kita dalam kondisi ini adalah menerima pemberian tersebut dengan kondisi RIDHA,SYUKUR DAN PASRAH.

Kita terima sebagaimana adanya,tidak kita tambah dan kurangi,karena sumber satu2nya tempat kita menerima pengetahuan tersebut tidak memberi kita,kecuali bagian yang telah ditetapkan tanpa tambahan,dan tidak ada lagi sumber yang lain tempat,untuk kita mendapatkan rahasia-rahasia semacam itu.

Pendapat yang benar adalah bahwa jin merupakan dunia ketiga disamping dunia malaikat dan manusia.Mereka adalah makhluk berakal,sadar,dan dapat memahami, serta mendapat tugas :perintah atau larangan.Dan mereka juga bukan benda atau bakteri.



**DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN KEBERADAAN JIN.**



Keberadaan mereka diketahui seacara Aksiomatis dalam Agama.

[LIHAT;MAJMU AL-FATAWA:19/10]Ibnu Taimiyah berkata:"Tidak ada seorang pun dari golongan kaum muslimin yang berbeda pendapat tentang keberadaan jin,juga bahwa ALLAH mengutus Nabi Muhammad kepada mereka.Bahkan mayoritas golongan kafir juga mengakui adanya jin.Sedangkan Ahli Kitab dari kalangan YAHUDI dan NASRANI,mereka mentapkan sebagaimana ketetapan kaum muslimin,meskipun ada diantara mereka yang mengingkarinya,sebagaimana ada diantara golongan kaum muslimin yang mengingkarinya seperti Jahmiah,Mu'tazilah,meskipun mayoritas golongan dan para pemimpinnya mengakui keberadaannya.

Hal tersebut karena keberadaan jin diriwayatkan secara masal sehingga menjadi pengetahuan yang bersifat aksiomatis.

Di ketahui secara pasti bahwa mereka hidup,berakal,berbuat sesuai dengan kehendaknya sendiri,diperintah dan dilarang.

Mereka bukan sifat atau benda yang terdapat dalam diri manusia atau lainnya,sebagaimana dugaan kaum atheis.

Karena perkara jin bersifat mutawatir (banyak riwayatnya),maka hal itu diketahui oleh kalangan umum maupun khusus,maka tidak mungkin golongan yang mengimani para Rasul yang mulia mengingkari keberadaan mereka.

Beliau juga berkata:"Semua golongan kaum muslimin menetapkan keberadaan jin,begitu juga mayoritas orang kafir sebagaimana umumnya Ahli Kitab,begitu juga mayoritas musyrikin Arab dan selain mereka dari keturunan Haam.

Begitu juga juga dengan mayoritas bangsa KAN'AN,,YUNAN DAN ANAK KETURUNAN YAFITS,maka mayoritas berbagai golongan menetapkan adanya jin." [lihat;MAJMU AL-FATAWA: 19-13 ]

Imam Haramain berkata:"SESUNGGUHNYA PARA ULAMA PADA ZAMAN SAHABAT DAN TABI'IN SEPAKAT TENTANG ADANYA JIN DAN SETAN DAN MOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH DARI KEJAHATAN MEREKA,TIDAK ADA YANG MENOLAK KESEPAKATAN INI MEREKA YANG TAAT BERAGAMA DAN KOMITMEN DENGAN NILAI-NILAINYA." [lihat; AAKAMUL MARJAN:4]

((SEMOGGAH BERMANFAAT, DALAM MENINGKATKAN IMAN DAN TAKWA.....WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH,,,ASSALAMU'ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH........Salam ukhuwah.))..{Insyaallah nanti bersambung lagi.}

0 komentar:

Poskan Komentar

Backlinks Otomatis Ummu Marwah

Ingin Link anda nonggol disini silahkan copy paste link Ummu Marwah dibawah ini ke blog anda setelah itu klik link Ummu Marwah dari blog anda dan lihat hasilnya link anda otomatis nempel disini selamanya
Kumpulan Artikel Islami